
"Akan aku ceritakan semuanya, Nath." ucap Belle.
"Baiklah, akan aku dengarkan." kata Nathan.
"Saat Harris datang ke rumah, aku mengajak Vanka dan Harris untuk makan siang bersama, namun saat itu, Harris mengajakku untuk berbicara berdua, karna dirumah ada Vanka, aku turun ke bawah mengikutinya."
"Hem, terus?"
"Please kamu jangan marah. Aku tau dia salah."
"Kenapa? Harris mencium kamu?" tanya Nathan yang penasaran.
"Promise me, you never gonna be mad about everything!"
(Berjanjilah padaku, kamu tidak akan menjadi marah tentang semuanya.)
"I'm promise, babe. Next?"
(Aku berjanji, beb. Selanjutnya?)
"Harris menyatakan cinta padaku. Tapi aku sudah bilang kalau aku anggap dia hanya sebagai sahabat, no more. Dan dia minta aku menikah dengannya bukan sama kamu, Nath." jelas Belle.
"Kurang ajar si Harris!" ucap Nathan.
"Kamu sudah janji sama aku ga akan marah, Nathan!"
"Aku ga marah sama kamu, sayang. Aku hanya kesal sama Harris."
__ADS_1
"Itulah sebabnya aku belum menceritakannya kepadamu."
"Kalau ga sekarang kamu ceritakan padaku, kapan kamu akan menceritakannya? Setelah kita menikah nanti?" tanya Nathan.
"Maybe never." saut Belle.
(Mungkin tidak akan pernah.)
"*Why?"
"Because I won't you have a problem with Harris, babe. Harris is my best friend. But, the other side, you is the most important for me*."
(Karena aku ga mau kamu punya masalah sama Harris, beb. Harris adalah sahabatku. Tapi, disisi lain, kamu adalah orang terpenting bagiku.)
Nathan membawa Belle ke pelukannya. Mungkin Nathan tidak mengetahui pilihan Belle untuk tidak menceritakan hal ini kepadanya, namun, Nathan tidak ingin melihat Belle sedih dan hal ini menjadi pikiran untuknya.
"Aku ga punya perasaaan apapun sama Harris selain rasa sayang sebagai sahabat, Nath. Do you trust me?" tanya Belle.
"I trust you, honey."
(Aku percaya padamu, sayang.)
"Ok kita lanjutkan acara memasak kita." ucap Belle.
"Go!"
Belle dan Nathan melanjutkan kegiatan memasak mereka setelah menceritakan semuanya pada Nathan. Belle merasa lega karna tidak ada kebohongan atau masalah apapun yang ia tutupi dari Nathan. Dan ia juga tidak ingin bila nantinya Nathan tau hal itu dari mulut orang lain, bukan dari mulut Belle sendiri.
__ADS_1
Belle memasak makan siang juga untuk tim Richard. 5 orang dari tim Richard terbilang beruntung karna bisa dengan mudah dan gratis mencicipi masakan chef internasional dan berbakat. Yang bahkan bakatnya sudah terkenal dimana mana. Belle kemudian menelepon ke staff pelayan untuk membantunya membawa makan siang mereka ke resto bawah dan menempati tempat yang strategis juga tentunya.
"Chard, ajak timmu untuk makan siang di resto bawah. Saya sudah menyiapkannya." ucap Belle.
"Baik bu." jawab Richard yang segera menyampaikan kepada para timnya untuk beristirahat sejenak setelah bekerja.
"Mel, you too." kata Belle lagi.
(Mel, kamu juga.)
"Saya bu?" tanya Mel tidak percaya..
"Ya, kamu ikut juga. Karna kamu sudah membantu saya juga disini. Ayo." ajak Belle.
Hal tersebut tidak lepas dari pandangan dan pendengaran Harris. Mel merasa bingung akan Harris dan Ysabelle yang seperti sedang perang dingin antar keduanya. Tak saling bicara dan tak saling sapa.
"Mel, nanti tolong kunci ruangan saya, dan bawa ke bawah juga ya, saya tunggu disana." kata Belle.
"Baik bu, akan saya kunci." jawab Mel.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1