Love Racer

Love Racer
#91


__ADS_3

Hari pemakaman Antonio pun tiba. Dan Jovanka harus tetap tegar melihat tubuh Antonio yang tak lagi bernyawa dikebumikan untuk selama lamanya dan tak akan pernah bertemu lagi dengannya.


Belle dan Nathan memeluk Vanka bersamaan untuk menenangkannya. Vanka hanya bisa menangis bahkan setelah upacara pemakaman dilakukan.


"Dek, kita harus pulang ke Indonesia." ucap Nathan.


"Aku masih mau disini, kak. Di rumah Antonio!" saut Vanka.


"Kamu bisa lebih tenang dirumah. Aku berjanji akan menemanimu bersama Belle. Dan aku akan mengambil cuti dari pertandingan selama beberapa bulan ke depan untuk menghormati Antonio." jelas Nathan.


"Benarkah?" tanya Vanka.


"Benar....." saut Nathan.


Vanka pun menurut untuk kembali ke Indonesia bersama Nathan, Belle, dan Dennis.


################################


Indonesia


Mereka semua tiba di Indonesia. Nathan dan keluarganya langsung pulang ke kediaman rumah mereka. Sedangkan Dennis juga langsung pulang ke rumahnya sendiri. Karna nenek dari Nathan dan Vanka yang kemarin tiba tiba drop lagi, membuat Gwen dan Abimanyu semakin menetap disana dalam waktu yang lama. Dirumah yang sangat besar ini, hanya ada 3 orang yang tinggal, yaitu Vanka, Belle, dan Nathan.


Begitu tiba dirumah, Vanka langsung masuk ke dalam kamarnya dan mengunci diri disana.


"Biarkan saja dia." ucap Belle.


"Dia ga bisa seperti itu terus, sayang." kata Nathan.

__ADS_1


"Aku pernah berada diposisinya, beb. Dan aku sangat paham perasaan dia seperti apa. Jadi biarkan saja dia seperti itu."


"Baiklah, aku mau istirahat dulu." kata Nathan.


*


Hari berikutnya, Belle dan Nathan yang bekerja dari rumah hanya untuk menemani Vanka yang sedang tidak baik kondisi mentalnya.


"Vanka, apa kamu mau cerita padaku?" tanya Belle.


Vanka hanya menggelengkan kepalanya saja. Ia belum mau untuk banyak bicara.


###################################


Flashback


Sehari sebelum pertandingan balap motor yang menewaskan Antonio di sirkuit, Sissy merasakan ada yang aneh pada tubuhnya. Ia sangat lemas akibat muntah muntah yang tak karuan.


"Gue ga mungkin hamil! Ga! Ga mungkin!" kata Sissy.


Dengan kekhawatirannya, Sissy membeli sebuah testpack di apotek terdekat rumahnya. Dan kembali ke rumah untuk segera mengeceknya.


"Semoga hasilnya salah!" kata Sissy lagi.


Dan tanpa di duga, ternyata pada alat test tersebut terlihat 2 garis merah yang menunjukkan bahwa Sissy sedang hamil.


"Sialan! Ga mungkin gue hamil! Gue ga tau yang didalam kandungan gue ini anak siapa?"

__ADS_1


Sissy pertama kali menyerahkan kesuciannya pada Wira. Wira memang sangat mencintainya. Namun. Sissy juga pernah menghabiskan malam dengan Tono dan Antonio. Lantas siapakah ayah biologis dari bayi yang dikandung Sissy ini?


"Si Tono tua bangka itu ga mungkin! Dia ga pernah mengeluarkan ***** nya di dalam rahim gue! Dan seingat gue itu hanya Antonio yang pernah melakukannya dan Om Wira yang tentu saja sering! Ini pasti anak om Wira! Gue harus segera mengabarinya!"


Sissy pun akhirnya menghubungi om Wira yang sedang bersama istrinya itu, dengan alasan bahwa dirinya sedang tidak enak badan, Wira langsung meninggalkan istrinya dan pergi ke tempat Sissy.


*


"Kamu baik baik saja, sayang?" tanya Wira yang melihat Sissy hanya tertidur di tempat tidurnya dengan berselimut.


"Aku ga enak badan, mas." ucap Sissy.


"Kita ke dokter sekarang, yu!" ajak Wira.


"Aku kedinginan....." kata Sissy.


"AC sudah mati, dan kamu tak biasanya seperti ini! Ayo kita ke rumah sakit sekarang!"


"Aku ga kuat untuk bangun dan berdiri, mas."


Dengan secepat kilat, Wira langsung menggendong Sissy dan membawanya ke mobil.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰



__ADS_2