Love Racer

Love Racer
#87


__ADS_3

Mohon untuk kebijakan para pembacanya ya disini. Beberapa episode yang akan datang, ratenya itu 18+ jadi mohon kebijakan dan kerja sama dari para pembaca.


Ini adalah hari libur yaitu sabtu. Sissy sangat ingin bermalas malasan dirumah. Ia membuka pintu dan disana terdapat seorang lelaki paruh bayah yang tinggal bersama Sissy.


"Om Wira?" tanya Sissy.


"Kemana saja kamu semalaman, sayang?" tanya Wira.


"Aku ada urusan pekerjaan, sayang. Dan aku ketiduran dikantor." jawab Sissy.


FYI, Wira ini adalah om om simpanan Sissy. Ia hanya datang ke rumah Sissy pada hari weekend saja karna ia bekerja di luar kota setiap harinya dan pada hari kerja, Wira akan pulang ke rumah istrinya. Dengan beralasan bahwa setiap weekend ia harus pergi ke kantor cabang di Jakarta, istri Wira mempercayai saja.


Sebelum menikah dengan istrinya ini, Wira memang sudah terlebih dahulu mengenal Sissy. Yang awalnya Sissy adalah seorang teman Wira di sebuah club malam, sekarang menjadi simpanan Wira. Bahkan, rumah yang sekarang Sissy tempati saja adalah pemberian Wira.


Wira sangat mencintai Sissy, namun, ia juga tidak bisa meninggalkan istrinya yang "mandul" sekarang karna jika demikian, ia tidak akan mendapatkan harta keluarganya.


"Kasihan sekali kekasihku ini sampai harus bekerja lembur dikantor." ucap Wira.


"Sayang, aku mau menceritakan suatu hal padamu." ucap Sissy.


Sissy takut jika kejadian kemarin malam diketahui oleh Wira.


"Katakanlah..." ucap Wira.


"Sayang, jadi kemarin sesaat aku pulang dari kantor, aku bertemu dengan seorang klien disuruh pak Jo, pimpinan perusahaan aku. Dan ternyata klien ku itu kurang ajar, sayang. Dia berani menyentuh tubuhku!" adu Sissy.

__ADS_1


"Apa? Bagian mana saja yang disentuh olehnya?" tanya Wira.


"Semuanya sayang. Hanya bagian ini saja dia tidak menyentuhku." ucap Sissy menunjuk bagian bawahnya.


"Tak masalah, sayang. Asal itu hanya menjadi milikku dan hanya boleh aku yang menyentuhnya, tidak masalah." saut Wira.


"Tapi dia menyentuh ini, sayang!" ucap Sissy mengarahkan tangan Wira ke dadanya.


"Kamu ini lagi kepingin ya sayang?" tanya Wira.


"Bukan seperti itu maksudku."


"Jika ada yang membeberkan atau menceritakan hal lain daripada aku, itu adalah salah ya, sayang." kata Sissy.


Sissy terbiasa manja kepada Wira karna memang jika soal uang, Wira adalah ATM berjalannya.


"Itu kamu saja yang lagi mau!"


"Ayo kita menuntaskannya!" ajak Wira.


"Aku baru pulang, sayang. Dan badanku bau..."


Sissy beralasan. Sebenarnya ia kelelahan akibat ulahnya kemarin bersama pak Tono, dan sebelum keluar dari hotel, ia sudah mandi dan membersihkan dirinya yang sangat lengket.


"Aku tunggu kamu bebersih dulu...." kata Wira memaksa.

__ADS_1


"Baiklah.." Sissy akhirnya menyerah.


Ia takut jika ia tak memenuhi keinginan Wira, ia tidak akan bisa hidup enak seperti ini lagi. Bagi Sissy, Wira adalah seorang pria yang bodoh karna percaya kepada dirinya secara total.


Sissy selesai mandi dan benar saja Wira sudah menunggunya untuk selesai ritual. Sissy hanya menggunakan handuk yang dililitkan ke tubuhnya.


"Aku merindukanmu, sayang." ucap Wira memeluk Sissy dari belakang dan memulai untuk merangsang Sissy.


"Om Wiraku sayang, ini masih pagi." ucap Sissy.


Wira tak menanggapi ucapan Sissy. Ia hanya terus menikmati tubuh Sissy yang sudah menjadi candu baginya.


"Aku pasrah, sayang. Kali ini, kamu harus bekerja keras, karna aku sudah sangat lelah dan hanya akan menikmati setiap permainanmu saja." kata Sissy.


"Aku suka gaya barumu, sayang!"


Mereka melakukan hal tersebut dari pagi hingga sore.


(Tenang, ga bablas hingga setiap waktu ko..... Ada istirahatnya.)


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2