
Ketiganya melanjutkan perjalanan ke Halászbâstya yang menjadi landmark kota Budapest. Karena langit sudah gelap, merekapun pulang ke hotel yang ternyata disana sudah ada orang tua Jonathan dan Jovanka yang membuat Belle terkejut akan hal itu.
"Loh?"
"Surprise, sayang!" ucap Jonathan.
"Ok ga perlu basa basi. Kedatangan kita ke sini itu mau melamar kamu untuk Jonathan." ucap Gwenneth.
"Yes. Mama dan papaku datang ke sini untuk menjadi waliku melamar kamu, Ysabelle. Would you marry me?" Jonathan berlutut dihadapan Ysabelle sambil menunjukkan cincin berlian yang telah ia beli.
"Hei, stand up." kata Ysabelle.
"No, jawab aku dulu."
"Yes!" jawab Belle.
"Yes untuk apa?"
"Aku jawab iyah! Aku mau nikah sama kamu, Nath." jelas Belle.
"Mah, pah, she said yes!" ucap Jonathan menujukkan hal tersebut kepada Gwenneth dan Abimanyu.
"Selamat untuk kalian berdua." ucap Abimanyu.
"Selamat kakak, abang!" ucap Jovanka.
__ADS_1
"Sudah papa bilang panggil Nathan kakak juga, jangan abang! Memang dia abang abang yang suka jualan?" omel Abimanyu.
"Untuk pembeda antara panggilan pada Nath dan Belle, pah." bela Nathan.
"Tuh, abang aja tau, pah!"
"Papa mau kamu panggil kakak! TITIK!"
"Sudahlah, kalian ini! Vanka boleh panggil apapun ke Nathan asal sopan! Dan Belle, sekali lagi, mama minta maaf ya Belle karna dulu pernah menyakiti kamu, dan bahkan hampir membunuh kamu." kata Gwenneth.
"Sssttt sudah tante, ga perlu dibahas lagi. Belle juga sudah melupakan kejadian itu ko."
"Sudah papa bilang, mah. Kalau perempuan yang Jonathan pilih ini memiliki hati yang baik."
"Saya tidak merasa seperti itu, pak." ucap Belle.
*
"Nath, mama dan papa harus pulang besok untuk bersiap siap pindahan ke Paris." ucap Gwenn.
"Kenapa mama pindah ke Paris?" tanya Vanka.
"Pesta pernikahan kakakmu akan dilaksanakan di Paris, dan kita semua akan menetap di Paris." jelas Abimanyu pada Vanka.
"Kita sudah sepakat sama kakakmu bahwa kita akan menetap di Paris, sayang. Demi kakakmu." kata Gwenneth.
__ADS_1
"Mah, pah, Belle mau meninggalkan semua karir Belle di Paris untuk menetap di Jakarta, tidak benar bila suami harus mengikuti istrinya. Justru istri yang harus mengikuti suami."
"Tidak, tidak. Aku ingin kamu tetap melanjutkan mimpimu di Paris, sayang." ucap Jonathan.
"No, aku bisa mengelolanya di Indonesia."
"But......"
"Aku bisa buka cabang di Indonesia, Nath. So, biarkan aku ikut sama kamu ke Indonesia, dan kita hidup bersama disana."
"Okay, jika itu yang kamu mau. Tapi aku tidak bisa berlama lama di Indonesia, sayang. Aku harus mengikuti beberapa pertandingan di luar negeri."
"Aku akan ikut kamu kemanapun kamu pergi, Nathan." saut Belle.
"Baiklah baiklah, film romance sudah berakhir, ayo kita istirahat. Ini sudah malam!" ucap Vanka.
"Pah, mah, minta Vanka untuk cari menantu juga untuk kalian supaya dia ga iri sama aku." kata Nathan.
"Kamu dulu yang segera beri mama dan papa cucu, Nath. Adikmu itu masih kecil. Dia harus lulus S1 dulu. Kalau kamu sih sudah lebih dari matang! Kalau ga di nikahkan, kamu akan busuk!" ujar sang mama.
"MAMA!" teriak Nathan yang mendapat tawaan dari Vanka, Belle, dan juga Abimanyu.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰