
"Akhirnya lo datang juga, dek."
"Thanks bang, berkat lo majikan gue ini selamat."
"Gue ingat lo pernah menunjukkan foto dia dan saat Sissy meninggalkannya, gue langsung mengabari lo kalau perempuan ini mabuk parah." ucap Daniel.
"Dennis?" tanya Vanka yang tersadar dan melihat bayangan wajah Dennis yang sedang menolongnya.
"Ya nona, ini saya."
"Panggil Vanka aja! Gue bukan majikan lo!" oceh Vanka.
FLASHBACK ON
Saat Vanka mulai dibawah pengaruh alkohol, Daniel berusaha untuk menyadarkan Vanka, namun dia sama sekali tidak bisa sadar. Sebenarnya Daniel menyuguhkan cocktail dengan kandungan alkohol rendah, tapi Vanka terus menerus memesan cocktail buatan Daniel karna memang rasanya yang beda dan enak menurut Vanka.
Daniel yang berprofesi sebagai bartender dan juga teman Sissy ini tak diketahui oleh banyak orang bahwa dia adalah kakak kandung dari Dennis. Daniel mengingat bahwa Vanka adalah bos yang membuat adiknya sering kali kesal. Vanka memang membuat Dennis jengkel, namun Daniel tau bahwa Vanka merupakan orang spesial bagi Dennis karna sering sekali diceritakan ke mama mereka berdua.
Dengan segera Daniel menghubungi adiknya dan memberitahukan semuanya.
"Dek, sepertinya anak bos tempat lo bekerja datang ke sini." ucap Daniel melalui vidcall.
"Mana? Dia datang sama siapa?" tanya Dennis.
"Lo mau tau aja apa mau tau banget?"
"Rese banget sih lo bang!"
"Gue bercanda, dek. Ni lo lihat. Dia datang ke sini sama Sissy." ujar Daniel yang menunjukkan wajah Vanka.
"Sissy?"
"Sissy yang sekretaris ceo di kantor lo juga! Masa ga kenal? Ini anak bos lo mabuk parah."
__ADS_1
"Terus sekarang Sissy kemana?"
"Pulang." kata Daniel.
"What? Pulang? Dia ninggalin Vanka di bar?"
"Yapz. Tadi sih yang gue dengar dia ................"
"Gue kesana sekarang!" jawab Dennis memutuskan panggilan videonya dengan Daniel.
Secepat kilat Dennis segera berangkat dari rumahnya. Meskipun dia sudah bebersih diri, namun Dennis tetap siaga untuk membantu anak bosnya ini.
FLASHBACK OFF
"Ayo saya antar pulang." ucap Dennis.
"Ga mau pulang!"
"Ayo pulang! Kalau ga pulang kamu mau kemana?"
"Kalau kamu saya antar ke rumah, apa mama papamu ga akan marah?" tanya Dennis.
Tidak ada jawaban dari Vanka, membuat Dennis berinisiatif menelepon Belle alih alih menelepon Nathan.
Di tempat Belle, Dennis menelepon di waktu yang masih sangat pagi sehingga Nathan marah mengetahui bahwa ponsel Belle berdering sepagi ini.
"Berisik!" ucap Nathan.
Belle segera bangun dan melihat ponselnya.
"Halo."
("Halo bu, maaf mengganggu waktunya.")
__ADS_1
"Ya, ada apa?" tanya Belle.
("Bu, ini Jovanka mabuk. Untuk sekarang dia bersama saya. Apa saya harus bawa nona Vanka pulang ke rumahnya?")
"What? Bagaimana bisa?"
("Ceritanya panjang bu, nanti akan saya ceritakan.")
"Sekarang adik saya baik baik saja kan?"
("Vanka aman bu. Hanya mabuk saja. Apa saya bawa ke rumah saya? Disana ada orang tua saya juga.")
"No! Kamu bawa dia ke apartment milik suami saya, dan kata sandi pintunya adalah 0693*. Kamu antarkan saja dia ke sana." ucap Belle.
("Baik bu.")
"Terimakasih, Den. Maaf merepotkanmu."
("Tidak masalah.")
Panggilan pun berakhir.
"Siapa yang meneleponmu sepagi ini, sayang?" tanya Nathan.
"Urusan pekerjaan." jawab Belle.
Ia tidak ingin Nathan tau apa yang terjadi pada adik kesayangannya saat ini. Belle takut bila nantinya akan menjadi masalah besar bagi Vanka jika Nathan mengetahui hal ini.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰