Love Racer

Love Racer
#44


__ADS_3

"Kamu mau membantu dibagian apa, dek?" tanya Belle pada Vanka yang baru memasuki ruangan Belle.


"Aku ini sekolah seni kak, bukan belajar bisnis. Jadi aku ingin belajar dari awal." jelas Vanka.


"Aku kira kamu sudah punya bekal untuk belajar dibagian mana. Baiklah, aku akan mengajarimu dari bagian yang termudah dulu."


"Yang termudah itu dibagian apa kak?"


"Bagian receptionist, dek. Itu termasuk juga bagian administrasi loh." jelas Belle.


"Ayo kak."


"Sebentar, aku ambil ponselku dulu."


"Ayo!" ajak Belle.


Saat di depan ruangan Belle, Vanka bertemu dengan Sissy teman dekatnya walaupun berbeda usia cukup jauh. Bahkan Sissy juga sudah lebih tua dari Jonathan. Tapi, Sissy adalah wanita single yang memilih untuk belum menikah.


"Kak Sissy!" panggil Vanka.


"Jovanka? Hey! Lama ga bertemu denganmu, dek!" jawab Sissy memeluk Vanka.


"Kakak lo itu sombong banget sih? Ga pernah ngechat gue lagi. Lupa ya kak sama gue?"


"Eh, gue ini kerja di perusahaan bapak lo, Van. Masa iya gue lupa sama lo?"


"Kapan kak kita nongski lagi?" tanya Vanka.


"Gue punya tempat baru, dek. Pasti lo suka!" kata Sissy.


"Nanti ajak gue ya!" kata Vanka.


"Pasti! Kita hangout bareng lagi. Kak, gue ke bawah dulu ya." pamit Vanka.


"Ok! Nanti kita ngobrol lagi."


Belle membawa Vanka ke lantai dasar untuk belajar bagaimana menerima tamu yang benar. Hal ini sangat mahir dilakukan oleh Belle karna Belle yang memiliki latar belakang hospitality pasti sangat mengerti ini.


"Pagi bu, ada yang bisa saya bantu?" tanya salah satu receptionist disana.


"Em, tolong kamu ajari adik saya ini di receptionist selama sehari." pinta Belle.


"Tapi, apakah ibu sudah izin pada pak Dennis?" tanya receptionist itu.

__ADS_1


"Untuk apa kakakku meminta izin dari dia?" saut Vanka.


"Pak Dennis itu manager disini, bu."


"Saya tau itu. Dan apa kamu tau saya?" tanya Vanka.


"Adiknya ibu ini, kan?"


"Bahkan kamu ga tau nama ibu itu. Kakakku itu bernama Ysabelle. Dan saya Jovanka. Dia adalah wakil direktur baru disini, dan Abimanyu adalah ayah saya." jelas Vanka.


"Maaf bu, saya tidak tau."


"Ga masalah. Kamu sekarang sudah tau. Dan artinya ini adalah perintah atasanmu." kata Vanka.


"Nama kamu siapa?" tanya Belle.


"Astrid bu."


"Ok Astrid, tolong ajarkan, Vanka, ya."


"Baik bu."


"Dek, nanti aku ke bawah lagi." pamit Belle.


Disaat yang bersamaan, Dennis yang baru datang pun menyapa para receptionist disana.


"Pagi." sapa Dennis.


"Pagi pak, Dennis." jawab reception itu.


"Eh, ada pegawai baru?" tanya Dennis yang berpura pura tak mengenali Vanka.


Vanka tidak mengubris perkataan Dennis. Ia hanya melemparkan pandangan sinis kepada manager di perusahaan ini.


*


Jam sudah menunjukkan pukul 4 sore. Para karyawan pun satu per satu sudah meninggalkan tempat ini. Namun, Belle masih belum menyelesaikan pekerjaannya karna tadi ia juga mengurusi Y Hotel dan JY milik Nathan.


"Kak, ayo pulang." ajak Vanka yang menghampiri Belle di ruangannya.


"Sepertinya kamu pulang duluan aja, dek. Aku masih banyak kerjaan."


"Aku mau tinggal di apartemen sama kakak. Tadi kita pagi kita bicarakan apa?" tanya Vanka.

__ADS_1


"Kita akan belanja bahan makanan dan baju."


"Yes betul! Ayo kak."


"Ah baiklah, pekerjaan ini bisa aku selesaikan besok. Ayo." jawab Belle.


Ketika Belle mematikan laptop dan mengunci ruangannya, Jonathan bersama Dennis pun datang menghampiri mereka.


"Sayang! Aku rindu!" ucap Nathan yang memeluk Belle.


"Ini kantor, Nath! Jangan yang aneh aneh kamu! Lebay banget seh!" kata Belle.


"Aku cape seharian ngurus pernikahan kita. Besok pokoknya kamu harus bantu!"


"Tapi aku akan lembur besok, sayang."


"Dennis, kerjakan pekerjaan Belle yang bisa kamu kerjakan. Yang tidak bisa, biar Belle yang mengerjakannya lusa! Besok dia tidak kerja." kata Nathan.


"Baik pak." saut Dennis.


"Kerjakan yang benar! Bila ga benar, saya pecat kamu!" omel Vanka.


"Iyah nona."


"Kamu sepertinya kesal banget sama Dennis, dek. Kenapa?" tanya Belle.


"Lupakanlah manusia satu ini! Ayo kak kita belanja." ajak Vanka.


"Ayo. Nath, kamu mau ikut? Aku dan Vanka mau berbelanja."


"Kemanapun kamu pergi, aku harus ikut, beb." jawab Jonathan.


"Bucin! Ih ga suka!" ujar Vanka.


"Cari pasangan makanya!" kata Nathan.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2