Love Racer

Love Racer
#96


__ADS_3

"Y Hotelku sedang bermasalah. Dan pegawai disana tidak bisa lagi menangani ini." jelas Belle.


"Aku tau Y Hotel sangat berarti bagi kakak. Pergilah, kak. Aku yakin kakak mampu menangani ini."


"Terimakasih, adikku. Kamu sangat memahamiku."


"Jadi sebab itu kak Nathan jadi salah paham?"


"Hm... Begitulah."


###############################


Di sisi lain, Nathan bertemu dengan Dennis di sebuah tempat yang sangat tidak ingin Dennis datangi.


"Kenapa kita ke sini, pak?" tanya Dennis.


"Sudahlah! Kamu ikut saya aja!"


Dennis terkejut Nathan membawanya ke dalam bar tempat dimana banyaknya orang orang yang sedang ada masalah. Ia berpikir bos nya ini bukan tipikal orang yang suka mabok, namun hari ini ia membuktikannya sendiri bahwa ia salah. Dennis melihat Nathan yang memesan alkohol kepada salah satu bartender disana.


"Pak, apakah bapak ada masalah?" tanya Dennis.


Tak ada jawaban apapun yang keluar dari mulut Nathan.


Dennis hanya terduduk diam di samping Nathan.


"Tuan ingin memesan apa?" tanya bartender itu kepada Dennis.


"Ah tidak, saya hanya menemani bos saya." saut Dennis.


*


Waktu sudah semakin malam. Nathan, telah menghabiskan beberapa gelas alkohol dimejanya.


"1 lagi!" ucap Nathan.

__ADS_1


"Tidak, pak. Anda sudah mabuk. Lebih baik sekarang kita pulang." saut Dennis.


"Lo ga punya hak untuk mengatur gue!" ucap Nathan tak karuan.


Dennis merogoh saku Nathan dan mendapati kunci mobilnya. Akhirnya ia membawa Nathan yang sangat mabuk itu ke dalam mobil dan menguncinya disana.


"Berapa totalnya?" tanya Dennis pada kasir bar tersebut.


Setelah menyelesaikan pembayaran, ia kembali ke mobil dan mendapati Nathan tertidur pulas.


"Jadi ini niatmu mengajakku ke sini, pak?"


Saat diperjalanan, Dennis menelepon Vanka. Ia sangat berharap bahwa Vanka akan mengangkat teleponnya kali ini. Dan benar saja Vanka menjawab panggilannya.


("Ada apa?") tanya Vanka diseberang sana.


"Vanka, aku sedang bersama kakakmu dan sekarang dia dalam keadaan sangat mabuk."


("What? Kak Nathan mabuk?")


("Baiklah aku akan meminta bantuannya.")


Vanka keluar dari kamarnya setelah mendapat panggilan dari Dennis. Saat ia ingin menuju kamar kakaknya itu, Vanka melihat Belle yang duduk di ruang tamu.


"Kak." panggil Vanka.


"Hey, kenapa kamu belum tidur?" tanya Belle.


"Aku terbangun karna ada panggilan dari Dennis." saut Vanka.


"Ada apa?"


"Dennis bilang kalau Kak Nathan mabuk. Dan sedang dalam perjalanan kesini."


"Bukankah kakakmu itu ga pernah mabuk?" tanya Belle.

__ADS_1


"Aku pikir seperti itu."


Tak lama, mobil Nathan pun tiba dirumahnya. Dengan segera Vanka dan Belle berlari ke depan rumahnya. Vanka dan Dennis membawa Nathan ke dalam rumah, dan ketika Belle mendekat ke arah Nathan, ia mencium bau yang sangat tidak enak bagi dirinya.


"Uueeekkk! Ueeekkk" Belle dengan tiba2 berlari ke arah kamar mandi.


Belle memuntahkan isi perutnya.


"Kakak iparmu kenapa?" tanya Dennis.


"Entahlah. Aku pun ga tau." saut Vanka.


"Jadi Pak Nathan mau dibawa kemana?"


"Bawa saja ke kamarnya ayo." kata Vanka.


Dennis dan Vanka bersusah payah membawa Nathan ke kamarnya. Dan tanpa di duga, saat di kamarnya, Nathan muntah.


"Gosh! Dammit! Kak kamu ini kenapa sih?" tanya Vanka menepuk pundak Nathan.


Setelah menaruhnya di kamar, keduanya segera keluar.


"Kak! Kakak!" panggil Vanka pada Belle.


"Ada apa?"


"Kak Nathan muntah!"


"Ya sudah biar aku yang bersihkan."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2