Love Racer

Love Racer
#55


__ADS_3

Setelah mencuci piring, Belle menyusul Nathan.


"Ayo ayo, mereka sudah masuk." ajak Gwen pada Abimanyu.


"Ayo." saut Abimanyu.


Gwen dan Abimanyu keluar dari kamar mereka bersamaan dengan Vanka yang keluar dari kamarnya juga.


"Ngapain kamu?" tanya mama Gwen.


"Mama sendiri ngapain?" tanya Vanka balik.


"Ini anak ditanya malah menjawab pertanyaan lagi! Sana masuk kamar!"


"Ga mau! Vanka mau ikut mama!"


"Vanka, papa bilang masuk ke kamarmu sekarang." ucap Abimanyu.


"Ih Vanka mau tau, pah!"


"Nanti juga kamu akan tau! Sudah sana!"


"Ish!"


Vanka yang diusir oleh kedua orang tuanya pun kembali ke kamarnya dengan rasa penasaran.


*


Belle terduduk diam disamping Nathan yang sedang bermain ponsel. Tanpa Belle tau kalau Vanka mengirimkan pesan pada kakaknya itu jika mama dan papanya menguping dibalik pintu kamarnya.


"Kita istirahat saja ya?" tanya Nathan.


"Ga ada FN? Kamu ga mau?"


"Bukan ga mau, sayang. Kita sama sama lelah. Besok kita akan ke Bali untuk honeymoon. Melakukannya disana aja, ok?"


"Kenapa?"


"Memang kamu udah siap?"

__ADS_1


"Disini kenapa?"


"Kamarku ini ga kedap suara, beb. Dan aku ingin melakukannya dengan cara lain."


"Baiklah, aku paham."


"Kenapa? Kamu pasti mau ya?" tanya Nathan menggoda Belle.


"Ngawur kamu!"


"Sudah ayo kita istirahat." ucap Nathan mencium kening Belle.


Belle pun membalas ciuman Nathan di pipinya. Namun, Nathan membalasnya lagi pada bibir Belle.


"Good night, my wife."


"Good night, my handsome husband!"


*


*


"Pah, ko ga ada suara dari dalam ya?" tanya Gwen.


"Apa kamar Nathan kedap suara ya pah?"


"Semua kamar disini sama, mah. Ga ada yang kedap suara. Papa pakai tembok yang sama semua." jelas Abimanyu.


"Ini sama sekali ga terdengar apapun, pah........" rengek Gwen.


"Astaga mama! Sudah ayo kita kembali saja, biarkan mereka berdua. Mereka sudah resmi juga, mah. Mau melakukan apapun ya sah sah aja."


"Ah papa ga asik!"


Akhirnya kedua orang tua yang kepo dengan anaknya itu kembali ke kamar mereka. Vanka yang melihat hal itu hanya tertawa pelan saja setelah mengintip dari kamarnya.


"Kalau aku ga boleh tau, kalian juga ga bisa tau!" ujar Vanka.


###################################

__ADS_1


Pagi hari dirumah Keluarga Tanujaya, Belle yang sudah menyiapkan sarapan untuk semuanya pun masuk ke kamar untuk membangunkan Nathan.


"Nath, bangunlah. Ayo sudah pagi."


"Aku masih ngantuk, sayang."


"Cepatlah, kita harus ke bandara juga jam 10 nanti."


"Tenang....." jawab Nathan.


"Aku tunggu dibawah ya! Kita sarapan bareng."


"Hmm...."


Belle pun meninggalkan Nathan yang masih tidur itu dan berjalan ke bawah.


"Morning, mah." sapa Belle.


"Morning juga sayang. Pagi pagi sudah bangun?"


"Masih jetlag, mah."


"Ini sarapan kamu yang buat?" tanya Gwen yang dijawab anggukkan oleh Belle.


"Kamu ga cape, nak? Padahal kamu istirahat saja dulu." tanya Abimanyu yang baru menghampiri mereka.


"Ga papa, pah. Ini juga pertama kalinya Belle memasak untuk kalian."


"Bahkan si kebo saja istirahat!" sambung Vanka secara tiba tiba.


"Kamu ini sama kakak sendiri ga boleh seperti itu! Ga sopan!" omel Gwen.


"Gimana mama ga ada kerutan diwajah coba, kalau setiap hari marah marah aja!" jawab Vanka.


"Sudah ayo makan!" suruh Abimanyu.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2