
"Do you want spend our night together?" tanya Antonio.
(Apa kamu mau mengabiskan malam kita bersama?)
"Yes, I want." jawab Sissy.
(Ya, aku mau.)
Melihat ketampanan pria asing yang sesuai dengan tipe Sissy, membuatnya ingin mencoba hal baru. Mungkin orang lain menilai Sissy adalah wanita gampangan yang sangat mudah terayu oleh pria pria hidung belang di luar sana.
Antonio membawa Sissy ke Dream Hotel tempatnya menginap. Mereka melakukan hal yang sudah dapat ditebak oleh Sissy. Dan Sissy sangat merasa biasa saja tanpa ada rasa bersalah. Dia tidak mengerti bahwa pria yang sedang bersamanya ini sedang mabuk.
####################################
Di rumah keluarga Abimanyu.
Begitu tiba dirumah, suasana rumah yang sudah sepi, membuat Vanka segera ingin rebahan dikamarnya. Sedangkan Abimanyu dan Gwen, mereka sudah tidur sepertinya karna tidak terdengar suara keduanya.
"Ayo. Kamar kita ada di atas." ajak Nathan.
"Kita?"
"Apa kamu lupa? Sekarang kamu sudah resmi menjadi istriku. Dan kamarku, adalah kamarmu juga. Jadi Kita tidur dikamar yang sama. Ayo."
Belle yang canggung mulai mengikuti Nathan untuk naik ke kamarnya yang berada di lantai 2. Di lantai 2, kamar yang terisi hanyalah kamar Nathan, karena sisanya adalah kamar tamu.
Kamar Vanka berada di lantai bawah, dan kamar kedua orang tuanya juga berada dibawah. Yah, karena Nathan adalah anak sulung dan juga laki laki, Abimanyu sangat menyayangi Nathan seperti ia melindungi anak gadisnya. Hanya saja Nathan terbilang anak pembangkang yang tidak ingin untuk selalu mengikuti keinginan orang tuanya.
"Kamu bersih bersih saja dulu, setelah itu baru aku." ucap Nathan.
"Ok."
Setelah Nathan keluar dari kamar mandi, Belle yang merasa lapar pun, bicara pada Nathan.
__ADS_1
"Nath, aku lapar." kata Belle.
"Astaga! Aku lupa memberikanmu makan, sayang! Kamu belum makan dari pagi ya?" tanya Nathan.
"Tadi hanya sempat sarapan sedikit. Karna MUAnya sudah meminta aku untuk bersiap di makeup."
"Ayo ayo kita makan ke bawah." ucap Nathan.
Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Sayangku mau makan apa?" tanya Nathan.
"Apa ya? Apa saja deh." saut Belle.
"Aku panggil bibi dulu, yah."
"Jangan. Biar aku masak sendiri saja. Ini sudah malam, beb. Kasihan bibi." ucap Belle.
(Sangat rendah hati.)
"Kamu mau makan apa, Nath?"
"Apa saja yang dimasak oleh istriku, pasti akan aku makan." ucap Nathan.
"Gombal kamu!"
"Aku serius, sayang. Aku adalah orang yang beruntung bisa merasakan masakanmu setiap hari nantinya."
"Please stop, Nath! Nanti aku ga selesai masaknya. Karna kamu buat tertawa terus." kata Belle.
"Baiklah, nyonya."
Akhirnya Belle dan Nathan pun makan bersama di rumah keluarga Atmaja untuk pertama kali setelah statusnya menjadi istri dari Jonathan Tanujaya.
__ADS_1
Tanpa keduanya sadari, 3 pasang mata sedang mengawasi mereka. Ketiga orang itu adalah Abimanyu, Gwen, dan juga Vanka.
"Apa sekarang kurang malam ya pah?" tanya Gwen pada Abimanyu.
"Sepertinya rasa penasaran kita tidak akan terpenuhi." jawab Abimanyu.
"Apa kita harus keluar aja pah?"
"Mau apa? Kita lebih baik memantau mereka saja."
*
"Aku penasaran dengan mereka." ucap Vanka.
######################################
"Ayo kita beristirahat." ajak Nathan.
"Sebentar, aku mencuci piring dulu."
"Biar dicuci oleh bibi saja."
"Kita yang habis makan, masa bibi yang mencuci piring sih, Nath?"
"Baiklah, aku tunggu kamu di kamar." ucap Nathan.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1