Love Racer

Love Racer
#49


__ADS_3

Belle dan Nathan masuk ke dalam untuk mengobrol dengan bu Yanti, sementara Vanka sedang berkeliling panti ini. Bu Yanti menyediakan teh dan juga berbagai makanan ringan untuk disuguhkan kepada para tamunya ini.


"Maaf ya, adanya hanya ini saja." ucap Bu Yanti.


"Ini sudah cukup bu." jawab Nathan.


"Kalian ini kakak beradik semua?"


"Ah, Jonathan ini calon suami saya bu. Dan Jovanka itu, adiknya Jonathan." jelas Belle.


"Oh jadi kalian akan segera menikah?"


"Iyah bu.... Di doakan saja ya bu, semoga semuanya lancar." kata Belle.


"Aminnn...."


"Apa disini ada donatur tetap bu?" tanya Nathan.


"Sebelumnya ada. Tapi setelah keluarga donatur kami itu pindah ke luar negeri, kami belum mendapat donatur lagi hingga sekarang."


"Mulai sekarang, kita akan berusaha setiap bulan untuk ke sini dan memberikan donasi untuk anak anak panti." ucap Nathan.


"Kamu serius, say?" tanya Belle.


"Serius sayang. Dan coba kamu lihat, Vanka juga sangat senang berteman dengan anak anak panti." jawab Nathan menunjuk Vanka yang tengah bermain bersama anak panti.


"Aku makin sayang sama kamu, Nath."


"Asal kamu bahagia, aku juga bahagia, sayang."


Nathan pun menyumbangkan uang ke panti ini, setelah Belle yang sebelumnya sudah membeli barang barang. Bu Yanti pun juga mengenali bahwa Nathan bukan orang biasa.


"Nak Jo ini artis ya?" tanya Bu Yanti.


"Bukan bu, saya bukan artis." jawab Nathan.

__ADS_1


"Ko sepertinya wajah kamu tidak asing ya?"


"Mungkin ibu melihatnya di TV atau di majalah sebagai pebalap MotoGP, bu." ujar Vanka.


"Iyah betul, non. Jadi nak Jo ini pebalap." saut Bu Yanti yang baru menyadari.


Mereka terus saja bercerita bagaimana Jonathan bisa terjun sampai ke dunia balapnya.


###################################


H-3 pernikahan.


Belle masih saja membantu Abimanyu dikantor. Padahal, 3 hari lagi Belle akan menikah. Sedangkan Nathan, dia berada di rumah karna dipingit untuk tidak bertemu dengan Belle, dan hanya mengerjakan tugas pekerjaan Belle dan dirinya melalui system.


"Kak, ada yang bisa aku bantu?" tanya Vanka.


"Hm, tolong bantu aku urutkan dokumen ini saja, dek. Aku pusing untuk menandatangani kertas ini mulai dari mana. Staff administrasi di kantor kita itu tidak rapi." saut Belle.


"Perlukah aku memperingati mereka, kak?"


Tok Tok Tok


"Masuk!" jawab Belle.


"Permisi bu, ini berkas yang diberikan pak Abimanyu untuk rapat di PT. Indah Sejahtera hari ini setelah makan siang." ucap Dennis.


"Baiklah taruh saja di situ. Terimakasih, Den."


"Baik bu, sama sama."


*


Belle pergi rapat ke PT lain bersama Dennis.


"Jadi ini pengganti pak Abimanyu?" tanya salah satu orang disana.

__ADS_1


"Bukan pak. Saya hanya wakil pak Abimanyu." jawab Belle.


"Baiklah, nona. Perkenalkan nama saya Hans salah satu pimpinan di sini."


"Saya Ysabelle. Mohon bantuan kerja samanya pak."


"Ayo kita masuk." ajak Hans.


"Ayo, Den."


"Mari, bu."


#############################


H-1.


"Akhirnya, mulai besok, kakak akan tinggal dirumahku." ucap Vanka.


"Apa kamu ga keberatan ada orang baru dirumahmu?"


"Kakak itu sudah seperti kakak perempuan aku. Dan aku sangat ingin punya kakak perempuan."


"Ah, aku juga sudah menganggapmu sebagai adik kandungku, Van."


"Aku sayang kakak."


"Aduh ko jadi melow gini, sih? Aku juga menyayangimu, Jovanka. Semoga kamu bertemu pria baik, seperti aku bertemu kakakmu, dek."


"Amin......" jawab Vanka.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2