Love Racer

Love Racer
#61


__ADS_3

Hari ini, sudah beberapa kali Nathan berbicara dengan ponselnya secara terus menerus. Dan terus saja berdering. Hal itu membuat Belle menjadi terganggu saat mengerjakan pekerjaannya.


"Nath! Ponselmu terus saja berdering! Ubah ke mode getar saja." ucap Belle.


"Apa mengganggumu?"


"Perhatianku teralihkan dengan bunyi ponselmu itu!"


"Maaf ya sayang. Kamu juga berkutik di laptopmu terus!" balik Nathan.


"Aku bekerja, sayang!"


"Kita buat kesepakatan bagaimana?" tanya Nathan.


"Kesepakatan apa lagi? Kamu jangan yang aneh aneh ya Nath!" ujar Belle.


"Kita buat kesepakatan bahwa hari ini adalah hari kita berdua. Ga ada yang boleh megang ponsel ataupun laptop. Gimana?"


"Pekerjaanku bagaimana?" tanya Belle.


"Aku juga punya pekerjaan, sayang. Sedari tadi, aku menunggu jadwalku untuk balik ke race." jawab Nathan.


"Baiklah aku setuju! Anggap saja hari ini aku cuti." kata Belle.


"Memang sekarang ini kamu sedang cuti, beb!" saut Nathan.


"Aku juga ga boleh menyentuh ponselku?" tanya Belle.


"Ga boleh!"


"Baiklah. Setuju!"

__ADS_1


Belle setuju dengan kesepakatan yang dibuat Nathan. Suaminya melakukan ini agar Belle bisa terlepas dari pekerjaannya yang begitu menggunung setiap hari. Dan Nathan adalah salah satu orang yang tidak bisa jauh dari ponselnya.


Hari sudah sore, Nathan mengajak Belle untuk berjalan jalan di pantai yang kemarin belum sempat ia kelilingi. Mereka berjalan diatas hamparan pasir dan kemudian bertemu kembali dengan Lukas yang sedang bermain di pantai itu bersama istri dan kedua anaknya.


"Luke!" panggil Nathan.


"Hey, Jo! Hey Belle!" sapa Lukas.


"Hai!" jawab Belle.


"Kenalin, ini Saras, my wife."


"Hi, I'm Saras." ucap Sarasvathi menyalami Nathan dan Belle.


"Istri lo dari India, Luke?" tanya Nathan.


"Binggo!" jawab Lukas.


Tak berlama lama dengan Luke dan keluarganya, Belle dan Nathan mampir ke restauran disana. Sebari menikmati air kelapa dan makanan khas Bali. Setelah menghabiskan harinya disana, mereka kembali ke dalam kamarnya.


"Anaknya Lukas lucu ya, beb." ucap Belle.


"Anaknya apa bapaknya?" sindir Nathan.


"Anaknya dong! Masa ibunya?" balas Belle atas sindiran Nathan.


"Itu karna DNA nya bagus, jadinya anaknya lucu dan cantik seperti itu."


"DNAku bagus! Kamu jelek wleeee." ledek Belle.


"Kamu suka sama aku karna aku tampan kan?"

__ADS_1


"Itu salah satunya." jawab Belle.


"Betul kan kalau aku itu tampan?"


"Iyah iyah terserah!.... Beb, aku mau tau dong kenapa kamu bisa suka sama aku?" tanya Belle.


"Karna apa yah? Ya karna aku suka sama kamu!"


"Sejak kapan?"


"Sejak pertama kali aku membuka mata setelah kecelakaanku."


"Saat itu kamu ga percaya kalau aku itu warga asing kan?"


"Habisnya wajahmu itu lokal banget, sayang. Aku sama sekali ga percaya kalau kamu itu WNA." jawab Nathan.


Belle hanya bisa tertawa mendengar ucapan Nathan.


"Aku bisa jatuh cinta dan luluh sama kamu itu karna kebaikan kamu, sayang. Kamu rela membantu orang yang bahkan ga kamu kenal dibandingkan dengan bisnismu. Saat aku tau kalau papa sempat menolakmu yang sudah datang jauh jauh dari Paris karna hal sepele, aku merasa bersalah banget." ucap Nathan.


"Itu cara Tuhan mempertemukan kita, Nath. Sejak hari itu juga, kamu selalu terpikirkan dipikiranku."


"Baiklah, mari kita selesaikan malam yang tertunda!"


TO BE CONTINUE


Maaf ya guys, aku ga bisa menggambarkan selanjutnya. Karna takut ditolak oleh pihak NT dan aku ga dapat feelnya lebih lanjut 😁 maaf yahhh ☹️


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2