Love Racer

Love Racer
#11


__ADS_3

Selama berada di Paris, Belle mengajak Jovanka berkeliling kota Paris menikmati indahnya pemandangan Menara Eiffel secara langsung, dan datang ke kantor Belle. Jovanka menjadi semakin terkesan karna Y Hotel yang sering disebutkan orang orang itu ternyata lebih indah dari foto yang beredar di internet. Dan terlebih lagi, Jovanka mengenal orang yang memiliki gedung ini.


Desain arsitektur yang mengandung konsep seniman eropa sangat lekat pada gedung hotel ini.


"Vanka, kamu tunggu diruang kerjaku saja ya, aku harus bertemu dengan rekan bisnis. Bila kamu butuh apapun, telepon saja nomor yang tertera di bawah mejaku. Aku janji tidak lama." kata Belle.


"Ok." jawab Vanka.


Belle meninggalkan Vanka untuk bertemu dengan rekan bisnisnya karna ia sudah memiliki janji untuk bertemu dengan rekannya itu untuk berbicara mengenai kelanjutan bisnis mereka.


Lantai dua, dan tiga Y Hotel, memang dikhususkan untuk ruangan kantor. Barulah dilantai ke-lima dan keatasnya diisi oleh kamar kamar hotel yang dapat dipesan tamu. Tapi tetap saja, resepsionis, dan restoran berada dilantai satu. Y Hotel memiliki skypool yaitu kolam renang yang berada di lantai paling atas gedung hotel.


Vanka bosan karena waktu yang cukup lama ia berada di ruangan kerja Belle. Padahal, ruang kerja Belle memiliki fasilitas yang sangat lengkap seperti kamar hotel mewah namun versi tiny. Vanka berjalan jalan melihat keindahan Y Hotel secara langsung. Tak lupa, dia juga melihat bagaimana kamar kamar yang berada di Y Hotel.


Ketika Vanka sedang melihat lihat kamar hotel di sebuah lantai, Vanka dirangkul oleh seorang pria muda yang dirasa usianya tak jauh beda dengan Vanka. Wajah pria itu sangat kental dengan khas Eropa. Warna bola mata yang biru, rambut yang berwarna kuning, dan juga hidungnya yang bagaikan gunung. Pria tersebut sedang dalam keadaan mabuk.


"Sorry!" ucap Vanka pada orang yang mabuk itu. Vanka merasa bahwa karna pengaruh alkohol, membuat orang iyu tidak dapat mengenali orang lain.


"You! B*tch!" kata sang pria mabuk.


(J*l*ng!)


"WHATTT??"


"You know me?" tanya Vanka.

__ADS_1


(Apa? Kamu mengenal saya?)


"Hahaha! Of course I know you!"


(Hahaha! Tentu saja aku mengenalmu!)


"I don't know who you are! You call me B*TCH? Oh gosh!" ucap Vanka tak percaya.


(Saya tidak mengenal siapa dirimu! Kamu panggil saya j*l*ng? Astaga!)


"You leave me alone!"


(Kamu meninggalkan aku sendiri!)


"Jerk!"


"How you dare talk to me like that?"


(Kamu berani berbicara seperti itu padaku?)


Ketika laki laki mabuk itu ingin menampar wajah Vanka, seseorang menahan tangan pria itu sehingga tidak mengenai wajah Vanka. Orang tersebut adalah Haris. Setelah berbicara dengan pria mabuk itu, Haris yang selaku wakil Belle menghampiri Vanka.


"Are you okay?"


(Apakah kamu baik baik saja?) tanya Haris yang tidak mengenal Vanka.

__ADS_1


"Yes, i'm okay. Thanks for your help."


(Ya, saya tidak apa apa. Terimakasih atas bantuannya.)


Tiba tiba, Belle datang menghampiri Vanka dengan terburu buru.


"Are you ok baby?" tanya Belle.


"Aku baik baik saja, kak." jawab Vanka.


"Tadi aku mendengar bahwa ada ada tamu yang mabuk dan membuat keributan. Aku khawatir padamu." ucap Belle.


"Dia siapamu Belle?" tanya Haris yang bingung melihat interaksi Belle dengan Vanka.


"Adikku." jawab Belle singkat.


"Om bisa bahasa indonesia? Terimakasih ya om sudah membantuku." ucap Vanka.


"Sama sama. Itu sudah kewajibanku menjaga keamanan dI Y Hotel. Asal kau tau, aku bukan om mu! Dan aku seumuran dengan Belle." ujar Haris.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2