
Vanka sudah terlelap dalam tidurnya disamping Belle. Sedangkan Belle sendiri, tidak bisa tidur. Belle mulai menyibukkan dirinya dengan menginputkan data perusahaan pada laptopnya dan merasa bahwa jari jarinya yang sedang mengetik terlalu keras untuk didengar yang nantinya akan mengganggu tidur Vanka, Belle keluar menuju balkon apartemennya. Ia mulai mengetik teks pada laptopnya.
"Sssuuuttt!!" ucap seseorang.
Pertama kali, Belle tidak menghiraukan hal tersebut. Namun, semakin lama suara itu semakin keras hingga Belle mencari tau sumber suara itu. Ternyata sumber suara tersebut berasal dari samping rumah Belle yang ditempati oleh Jonathan.
"Hey! Ada apa?" tanya Belle menatap Jonathan.
"Hm, ga ada. Kenapa kamu belum tidur?"
"Ah, saya masih ada pekerjaan yang belum terselesaikan tadi."
"Sepertinya kamu orang sibuk. Long time no see, Belle!"
Belle hanya menjawab lewat senyuman saja.
"Mau turun ke bawah?" tanya Jonathan.
"Boleh."
Belle yang sudah menggunakan baju piyama pun kemudian mengambil jaketnya, serta membawa laptop dan ponselnya.
Saat di depan gedung apartemennya, Belle tidak melihat bahwa ada tangga dibawahnya. Dan akhirnya ponsel Belle terjatuh ke tanah.
"Ish!" umpat Belle.
"Sangat ingin ketemu aku ya?" tanya Jonathan.
"Ewh! Diam ah."
__ADS_1
"Jangan marah, nanti cantiknya hilang loh!"
"Gombal!"
"Besok aku belikan HP baru untukmu." ucap Jonathan.
"Nat, aku bisa beli ponsel sendiri esok."
"Aku tau kalau kamu seorang CEO dari hotel berbintang ternama di kota ini. Tapi karna aku ingin berteman denganmu, Belle. Bisakah?"
"Why not? Aku dan adikmu saja berteman, jadi kita juga berteman."
"Thanks. Besok kita ke mall."
"Aku tak mau merepotkan orang, Nat."
"Ah, aku turun ke sini untuk mencari angin mengerjakan laporanku, tapi malah kamu ajak ngobrol." kata Belle.
"Sini biar aku bantu."
"Memang kamu paham?"
"Kamu meremehkan seorang Jonathan Abimanyu, Belle. Aku itu Magister Bisnis." jawab Jonathan.
"Really?"
"Rupanya Chef hotel Y tidak mengenal aku dengan baik."
Akhirnya Jonathan membantu Belle menyelesaikan pekerjaannya. Ya, selain sebagai Chef, Belle juga seorang CEO yang harus bertanggung jawab atas semua pekerjaannya. Awalnya ia memang ingin merekrut karyawan baru sejak 3 bulan yang lalu, namun rupanya Haris lupa untuk memberikan pengumumannya. Hingga saat ini Belle masih kekurangan karyawan.
__ADS_1
"Thanks, Nat. Sudah membantuku." ucap Belle.
"My pleasure, Belle. Oh yah, boleh aku bertanya?"
"Yes."
"Kenapa nama panggilan untukku berubah?" tanya Jonathan.
"Hah? Berubah bagaimana?"
"Dulu kamu selalu panggil aku Jo, tapi sekarang kamu panggil aku Nat."
"Kalau aku panggil kamu Jo atau Jojo, adikmu Jovanka juga memiliki nama Jo di depannyakan?"
"Jadi sesuatu yang beda untukku ya?"
"Hm bisa dibilang begitu." jawab Ysabelle.
(Maaf Jo, sebenarnya aku juga sedang membiasakan diri bertemu kembali denganmu setelah sekian lama, dan aku ingin melupakan masa lalu. Aku ingin menatap masa depan dan tak ingin menoleh ke belakang dimana kenangan kita saat dahulu berada disana.)
Ysabelle berusaha untuk menjaga hatinya agar tidak jatuh kepada Jonathan kembali seperti dulu. Karena ia berbeda negara, Ysabelle sangat ingin melupakan Jonathan, orang yang pertama ia jumpai saat datang ke Indonesia lagi setelah sekian lama. Belle merasa bahwa dirinya sudah menyukai Jonathan, maka dari itu ia lebih memilih pergi dari Indonesia, walaupun ia semakin dekat dengan Jovanka.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1