Love Racer

Love Racer
#88


__ADS_3

Jika ada yang bilang Sissy menjijikan, memang beberapa orang menganggap dia adalah seorang wanita ******. Namun, Sissy juga melakukan hal tersebut untuk bertahan hidup. Ia pernah mengalami kesulitan ekonomi hingga akhirnya ia bertekat untuk melakukan apa saja demi uang dan kenyamanannya.


######################################


Tibalah hari dimana Nathan akan bertanding kembali bersama teman temannya untuk memperebutkan gelar champion di musim ini. Ia dan Belle sudah berangkat ke Milan untuk saat ini.


"Hi, Ton!" sapa Belle.


"Hi kakak ipar!" jawab Antonio pada Belle. Ia juga menyapa Nathan.


"Lo nikahin dulu adik gue, baru gue jadi kakak ipar lo!" saut Nathan.


"Mana dia ngerti perkataanmu, sayang?" tanya Belle.


"Aku paham. Aku bisa bahasa Indonesia sedikit karna diajarkan oleh Vanka." saut Antonio dengan suara yang tidak jelas.


"Tu dia tau, yang." adu Nathan.


"Aku akan menikahi Vanka setelah pertandingan ini. Aku sangat mencintainya." ucap Antonio.


"Semoga berhasil! Aku menunggu kalian menang!" ucap Belle.


Pertandingan balap motor musim ini di Milan pun dimulai.


3 LAPS TO GO


Semua orang bersorak karna jalannya pertandingan dipimpin oleh Antonio yang sekarang sedang naik daun. Namun, hal yang tidak diinginkan terjadi


rrrrrrrsssssssshhhhhhhhhhh

__ADS_1


"We have a crash! We have a crash on the track!" ujar MC.


(Terdapat kecelakaan! Terdapat kecelakaan di lapangan.)


Brugggg Belle terjatuh ditempat dengan keadaan lemas melihat tayangan pada layar besar tersebut.


"Noooooo!!!" ucap para penonton.


Mereka semua tidak menduga akan kecelakaan yang terjadi ini.


"We need ambulance! This is emergency!" kata seorang pewarta.


(Kami butuh ambulance! Ini darurat!)


Ambulance pun datang menghampiri kerumuman yang terjadi ditengah sirkuit itu. Dengan segera para petugas medis melakukan pertolongan pertama.


"We can't do this at here! Let's go to the hospital!" ucap sang dokter.


Terlihat 2 pembalap lain meninggalkan sirkuit dan mengikuti ambulance itu. Bersamaan dengan para crew tim nya yang pergi mengikuti mobil ambulance itu.


"Ini ga mungkin! Ga! Ini ga mungkin!" ucap Belle.


Belle mencari ke ruangan para pembalap, namun tak menemukan siapapun disana. Ia mencari ke berbagai ruangan lainnya dan juga bertanya pada tim yang terkait dengan Nathan, tapi tak mendapat informasi apapun.


Belle putus asa dan akhirnya menelepon Vanka. Namun, karna perbedaan waktu yang sangat terbalik dengan waktu yang ada di Milan maupun Indonesia, Vanka tidak menjawab panggilan Belle.


"Come on, dek! Angkatlah!" ucap Belle sendirian ditengah lorong.


Pertandingan masih terus berlanjut, namun Belle sama sekali tidak peduli dengan pemenang ataupun pertandingan itu lagi. Ia sekarang hanya fokus mencari ke rumah sakit mana ambulance itu pergi.

__ADS_1


"Sir, did you know where's the ambulance go?" tanya Belle.


(Pak, apakah kau tau kemana ambulance pergi?)


"Which the ambulance?"


(Ambulance yang mana?)


"Recently."


(Yang terbaru)


Maksud Belle yang terbaru disini adalah yang terakhir lewat disitu. Yang terakhir terlihat.


Mengerti dengan maksud pertanyaan Belle, bapak itu segera memberitahu Belle kemana biasanya ambulance itu pergi.


"St. Bernadette Hospital." saut si bapak itu.


"That is the near hospital from here, sir?"


(Itu adalah rumah sakit terdekat dari sini, pak?)


"Yes."


"Ok. Thank you, sir!"


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2