Love Racer

Love Racer
#39


__ADS_3

Setelah menempuh kurang lebih 17 jam di perjalanan, mereka tiba di bandara Indonesia. Mereka segera mengambil koper dan berjalan keluar bandara. Nathan menggunakan pakaian sederhana karna ia takut ada seseorang yang mengenalinya dan jadi menghambat perjalanannya.





Mereka semua dengan kompak memakai pakaian berwarna biru dan sederhana.


"Coba kak hubungi papa, sudah sampai dimana?" pinta Vanka.


"Aku masih pakai provider luar negeri, dek." saut Nathan.


"Apalagi aku. Udah lama banget pakai provider Paris." tambah Belle.


"Kita naik taksi aja, biar cepat." usul Nathan.


"Nanti papa datang kasian kak."


"Papa pasti minta orangnya lagi untuk jemput kita." tebak Nathan.


"Kita lihat saja." saut Vanka.


"Apa ga ada wifi disini?" kata Belle.


"Kita seperti pelancong aja." kata Vanka.


"Permisi, pak Jonathan?" tanya seseorang pada Jonathan.


"Ya betul. Siapa ya?"


"Saya Dennis pak, diminta oleh pak Abimanyu menjemput bapak dibandara."


"Aku benar kan?" tanya Vanka.


"Ah, baiklah. Ayo." saut Nathan.


"Pak Abimanyu bilang, kita harus ke perusahaan dulu, pak."


"Apalagi yang papa rencanakan?"

__ADS_1


"Pak Dennis, pegawai baru?" tanya Vanka.


"Saya baru 1 tahun, bu."


"Ibu? Apa muka saya terlihat tua?" tanya Vanka lagi.


"Maaf."


Nathan dan Belle hanya tertawa saja melihat tingkah adik mereka.


"Panggil saya nona Vanka, pak!" suruh Vanka.


"Baik nona."


"Vanka vanka. Ada ada saja kamu ini." kata Nathan.


Setibanya di kantor, mereka bertiga menjadi pusat perhatian para pegawai disana. Terutama Jonathan.


"Itu Jo yang pembalap itu kan?"


"Iyah itu King Jo. Dia mau berinvestasi disini?"


Mereka menuju ke lantai paling atas yaitu untuk para atasan di perusahaan ini.


"Pak, mereka sudah tiba." ucap Sissy sang sekretaris Abimanyu.


"Suruh mereka masuk!"


*


"Silahkan masuk, tuan." suruh Sissy kepada mereka bertiga.


"My Jo!" sambut Abimanyu memeluk Jonathan dan Jovanka.


"Hai Belle! Akhirnya kamu tiba juga disini. Kemari, nak." kata Abimanyu yang memeluk Belle setelah memeluk kedua anaknya.


"Pah, ada apa minta kita kesini dulu? Aku cape pah." kata Nathan.


"Papa ingin memperkenalkan kalian kepada karyawan."


"What? Pah, secara aku ini publik figur, nanti mereka kesenangan lagi bisa berkenalan sama aku." jawab Nathan dengan PDnya.

__ADS_1


"PD banget sih kamu, Nath!" ucap Belle.


"Aku benar, sayang. Apa kamu ga cemburu nantinya kalau aku dirayu sama para pegawai papa?"


"Kalau itu sih kamu aja yang maunya menanggapi mereka!"


"Baiklah, untuk Dennis dan Sissy, ini adalah anak sulung saya, Jonathan, itu calon istrinya, Ysabelle. Dan ini adik mereka, Jovanka." Abimanyu memperkenalkan anak anaknya kepada Dennis dan Sissy.


"Saya kira bu Ysabelle adalah anak terakhir pak Abi." ujar Dennis.


"Sama saya juga mengira begitu, pak." tambah Sissy.


"Kenapa?" tanya Nathan.


"Karna wajah bu Ysabelle terlibat lebih muda dari nona Jovanka." saut Dennis yang langsung membuat Nathan tertawa.


"Kakak!"


"Maka nya kamu jangan marah marah terus, dek. Lihatlah muka kakak iparmu yang bahkan umurnya jauh sama kamu, tapi terlihat lebih muda." kata Jonathan.


"Sudahlah kalian ini! Dennis, tolong antarkan Jonathan dan adiknya pulang. Untuk Belle, kamu disini dulu ya, nak." ujar Abimanyu.


"Ayolah pah, Belle cape. Kasihan dia." protes Jonathan.


"Belle, sayang. Kamu disini sama papa dulu ya?" tanya Abimanyu.


Belle mengangguk. Karna ia tidak bisa menolak keinginan ayah mertuanya ini.


"Baiklah, nanti aku akan menjemputmu kembali, sayang."


"Papa, segera belikan Belle makanan."


"Iyah anak nakal!" saut Abimanyu.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2