Love Racer

Love Racer
#63


__ADS_3

"Permisi nona Jo, tuan Abi mau bertemu." ucap Dennis yang menghampiri Vanka saat berada di kantin kantor.


"Papa datang?" tanya Vanka.


"Tuan Abi hari ini datang ke kantor, nona."


"Rrrggghhhh! Kenapa kamu ga bilang dari tadi sih?"


"Maaf nona."


"Kak, aku tinggal dulu, permisi." pamit Vanka pada Sissy.


"Pergilah." saut Sissy.


Sissy sangat jengkel pada Vanka hingga ia ingin Vanka mempermalukan dirinya sendiri di depan Antonio. Selama ini, Sissy tidak pernah merasa seperti ini ketika berhubungan dengan pria. Ia sangat serius dengan perasaannya pada Antonio.


"Demi mendapatkan pria itu, gue rela menggunakan cara kotor!" ucap Sissy meyakinkan dirinya.


################################


Vanka memasuki ruangan Abimanyu bersama Dennis.


"Ada apa papa ingin bertemu denganku?" tanya Vanka.


"Papa ingin bertanya, kapan kamu kembali lagi ke Paris?"


"Come on pah! Bertanya hal itu bisa dirumah kan?"


"Ah baiklah baiklah, Dennis kamu keluar dulu sebentar." suruh Abimanyu.


"Baik pak." jawab Dennis yang segera keluar dari ruangan Abimanyu.


"Papa ingin bertanya mengenai temanmu itu yang datang ke acara pernikahan kakakmu. Siapa dia?"


"Temanku yang mana pah?"

__ADS_1


"Yang bersamamu terus!"


"Oh.... Itu temannya Kak Nath, pah." jawab Vanka setelah sadar bahwa papanya ini bertanya mengenai Antonio.


"Ya siapa namanya?"


"Ih papa mau tau aja deh urusan anak muda!"


"Kalau tau dia anak siapa, papa datangi orang tuanya dan minta kalian dipersatukan." jelas papa Abi.


"Serius papa suka sama Toni? Papa setuju aku sama Toni?" tanya Vanka tak percaya mendengar jawaban papanya itu.


"Papa serius, nak. Papa belum pernah lihat kamu memandang orang lain seperti kamu memandang anak itu. Jadi namanya Toni?"


"Namanya Antonio, pah."


"Dari perusahaan mana?"


"Pah, temannya kak Nathan itu kebanyakan dari dunia balap juga."


"Pahhhh..... Tadi papa setuju."


"Papa setuju sebelum tau kalau dia pebalap seperti Nathan juga! Papa saja ga pernah setuju Nathan kakakmu itu jadi pebalap! Kamu mau papa punya anak dan menantu pebalap juga?"


"Apa salahnya kalau dia pebalap, pah?"


"Papa ga mau orang orang yang papa sayang meninggal karna kecelakaan, nak! Mengertilah."


"Ga semua pebalap meninggal saat kecelakaan, papa."


"Kalau ga kehilangan nyawa, kehilangan anggota tubuh, organ, dll nya." saut Abimanyu.


"Aku yakin Antonio ga seperti itu. Dia pebalap yang handal."


"Kakakmu saja pernah kecelakaan, nak! Pokoknya papa ga setuju!"

__ADS_1


"Aku ga mau berdebat sama papa! Aku suka sama Toni pah, dan dia juga orang baik." aku Vanka pada Abimanyu.


"Sudahlah papa mau pulang! Kamu kembali bekerja!"


Abimanyu pulang meninggalkan Vanka disana. Tanpa disadari, bahwa Sissy mendengar semua percakapan mereka. Sissy mencari celah bagaimana ia akan menjauhkan Vanka dari Antonio.


##################################


"Sudah kamu masukkan semua, beb?" tanya Belle pada Nathan.


"Peralatan mandi masih belum aku bereskan." jawab Nathan.


"Biar aku saja."


Belle membereskan semua barang barangnya hingga tidak ada yang tertinggal di resort ini karna mereka akan pulang hari ini.


"Boleh kita ke kamar Lukas sebentar, istriku?"


"Tentu! Ayo kita pamit dulu ke kamarnya."


*


"Luke, kita pamit pulang dulu. Have fun, Luke!" ucap Nathan.


"Thanks bro! Lo juga ya, see you again, my bro! Safe flight!"


Sehabis berpamitan dengan Lukas, Belle dan Nathan berangkat menuju bandara.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2