Love Racer

Love Racer
#17


__ADS_3

"Aku tau hal itu, Ris. Aku juga ingin bekerja sama dengan perusahaannya Nathan agar perusahaan kita semakin terkenal dikancah internasional."


"Baiklah jika itu tujuanmu, Belle."


"Tujuanku itu menerima permintaan Jonathan, yang kedua membantunya. Soal bekerja sama, itu tujuan terkahirku." jelas Belle.


"Iyah aku mengerti, Belle." jawab Haris.


Di Amerika, perusahaan Jonathan bergerak dibidang otomotif yang sangat terbalik dengan perusahaan yang dijalankan Belle di Paris ini. Belle memahami rencana Jonathan untuk membuat perusahaan rintisan di Paris, namun apakah untuk dibidang yang sama, Belle masih belum mengerti.


###########################


Belle mendapat pesan dari Jonathan yang mengajaknya bertemu.


"Bagaimana harimu?" tanya Jonathan.


"Aku sibuk sekali hari ini. Kamu bagaimana?"


"Hari ini aku bertemu dengan clubku, dan itu sangat menyenangkan. Seperti aku kembali ke masa lalu."


"Baguslah sepertinya kamu tidak kesepian lagi tinggal disini." ujar Belle.


"Aku kesepian tanpa kamu disisiku."


"GOMBAL!" kata Belle dengan intonasi yang bergurau.


"Aku serius, Belle."


"Oh ya, Nath, aku sudah memikirkan tentang perintisan bisnismu disini. Apakah kamu mau dibidang yang sama dengan perusahaanmu di Amerika?" tanya Belle.

__ADS_1


"Hm, apa menurutmu bidang otomotif akan melesat tinggi disini?"


"Dari yang aku survei ke lapangan, warga lumayan tertarik untuk bidang otomotif, namun, lebih merujuk ke transportasi air dan udara. Sudah banyak disini perusahaan perusahaan otomotif dan transportasi." jelas Belle.


"Kalau begitu, lumayan susah ya...."


"Kamu belum mencoba tapi sudah bilang susah... Huh dasar!" omel Belle.


"Pendapatmu bagaimana?" tanya Jonathan pada Belle.


"Aku hanya menguasai bidang kuliner dan hiburan, Nath, ga mengerti tentang perusahaan otomotif." jawab Belle.


"Bisakah besok kita bicarakan ini bersama Haris dan Mark?"


"Tentu saja. Aku akan mengundang Haris ke sini untuk mendiskusikan lebih lanjut."


"Belle?"


"Bagaimana dengan pertanyaan yang aku tanyakan padamu waktu itu?" tanya Jonathan.


"Kamu bertanya apa?"


"Masa kamu lupa?"


"Yang mana, Nath? Yang kamu tanyakan ke aku itu banyak. Dan aku tidak ingat secara spesifiknya."


"Aku bertanya apakah kamu mau menjadi kekasihku?" tanya Jonathan.


"Hah?"

__ADS_1


"Aku pernah bertanya padamu." ucap Jonathan.


"Hei, tuan. Saat kemarin aku hanya mendengar pengakuan perasaanmu saja, bukan pertanyaan seperti yang kau tanyakan tadi!" jelas Belle.


Ya memang saat itu, Jonathan hanya mengaku bahwa ia menyukai Belle saja. Tidak bertanya bahwa Belle ingin jadi kekasihnya atau tidak. Namun, pendapat Jonathan salah, ia merasa bahwa ia pernah bertanya kepada Belle saat itu.


"Baiklah, aku akan menanyakannya lagi kepadamu. Kamu telah mendengar pengakuanku terhadap kamu itu seperti apa. Aku suka kamu, aku sayang denganmu, dan aku nyaman berada didekatmu, Belle. Bisakah hubungan pertemanan kita ini berganti status menjadi kekasih?" tanya Jonathan dengan lancar tanpa kegugupan.


Belle hanya tertawa melihat wajah Jonathan.


"Aku bukan komedian yang kamu tertawai, Belle." ucapnya lagi.


"Bwahahaha........ Aku juga merasakan yang sama denganmu, Nath. Dan juga aku mau menjadi pendampingmu." jawab Belle.


"Jadi mulai hari ini kita jadian?"


"Iyah."


"Ah, thank you, Belle."


"Tak perlu berterimakasih kepadaku, Nath."


"Thank God! Kamu adalah cinta pertamaku, Belle. Dan aku harap kamu akan jadi cinta terakhirku juga." ucap Jonathan.


"Same like me. Semoga kamu juga yang pertama dan terakhir untukku, Nath."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2