Love Racer

Love Racer
#14


__ADS_3

Pagi ini, seperti yang sudah direncanakan. Ysabelle dan Jonathan akan pergi untuk membeli ponsel baru ke sebuah pusat perbelanjaan. Tentunya tak hanya berdua, Jovanka juga ikut bersama mereka.


"Apa tak sebaiknya ponselku di perbaiki saja, Nat?" tanya Belle.


"Kita coba saja. Sepertinya itu parah." jawab Jonathan.


Lalu Ysabelle pergi ke satu kios, tempat servis ponsel. Setelah menunggu pengecekan ternyata memang kerusakan pada ponsel itu sangat banyak, sehingga butuh banyak perangkat untuk menggantinya.


"Padahal itu ponsel terbaru, dan baru ku pakai 3 bulan, tapi sudah remuk." ucap Ysabelle.


"Ponsel itu pasti selalu upgrade ke versi terbaru, Belle. Jadi ayo, aku sudah berjanji untuk membelikanmu ponsel baru." ajak Jonathan.


"Betul kak. Kakak pilih saja ponsel yang kakak mau. Kakakku ini salah satu miliyarder loh kak." kata Jovanka.


"Miliyarder? Salah dek. Aku billionaire." jawab Jonathan.


"Ah kaya lagu Bruno Mars aja billionaire!" ucap Jovanka lagi.


"Tapi aku bisa minta Haris untuk beli." kata Belle.


"Sudah ayo! Ini pertama kalinya kita jalan jalan bareng di Mall sini, dek."


"Kau ini kampungan sekali, kak." ujar Vanka.


"Hey! Aku tuh bermimpi untuk menjadi warga negara sini tau."


"Easy! Kakak menikah saja dengan warga negara sini." jawab Jovanka dengan asal.

__ADS_1


"Kenapa mencari yang lain, jika yang kamu cari sudah di depan mata?"


"Aduh kakak beradik ini berisik banget deh! Lebih baik kita makan dulu. Aku lapar." ucap Belle.


Belle menarik lengan kedua kakak beradik itu ke sebuah restoran. Karena perut Belle sudah sangat lapar dan meminta makanan. Jonathan memesan makanan aneh yang menurut Belle sangat tidak enak. Sedangkan Jovanka dan Belle memilih makanan yang sudah sangat sering mereka makan jika berkunjung ke sini dulu.


Begitu makanan datang, Belle segera melahap makanannya karena ia sudah sangat lapar. Sedangkan Jonathan, ia juga mulai mencicipi makanan yang ia pesan.


"Wanna try?" tanya Jonathan pada Belle dan Jovanka.


"Tidak terimakasih."


Begitu selesai makan, mereka kembali memasuki sebuah tempat penjualan ponsel dan membelinya. Bahkan, Jonathan membeli 3 ponsel untuk mereka bertiga.


"Kak... Aku kan sudah punya ponsel, dan ini masih berfungsi." ucap Jovanka.


"Buang saja ponsel bututmu itu, dek. Abang tercintamu ini lagi baik hati jadi dia membelikanmu sebuah ponsel limited edition." jawab Jonathan.


"Nanti aku berikan pada pegawai kantorku yang kamu taksir itu. Duh duh aduh."


Selagi bercanda gurau dengan adiknya, Jonathan terlihat kesakitan memegangi tangannya.


"Kenapa kak?" tanya Jovanka.


"Iya kamu kenapa, Nat?"


Jonathan yang sedang memakai jaketpun membuka jaketnya. Alangkah terkejutnya mereka melihat badan Jonathan berisi ruam ruam merah.

__ADS_1


"Sepertinya aku keracunan." ucap Jonathan.


"Ha? Ga mungkin, aku dan Jovanka sering ke sana, Nat." jelas Belle.


"Tadi perutku mual, dan sekarang badanku terasa panas."


"Kamu pilih makanan aneh sih!"


"Aneh bagaimana?"


"Ya memang bagi sebagian orang, makanan itu ga aneh, tapi bagiku yang alergi terhadap udang, aneh karena itu terbuat dari udang mentah."


"WHATTSSS???? UDANGG???" kaget Jovanka dan Jonathan.


"what's wrong?" tanya Belle yang memang tidak mengetahui apa yang sedang terjadi.


"Aku alergi udang sama sepertimu, Belle." ucap Jonathan.


"Apa?"


"Kamu kenapa ga bilang, Belle. Jika makanan tadi mengandung udang?" tanya Jonathan.


"Kamu ga bertanya! Sudah cepat lebih baik sekarang kita ke rumah sakit saja. Efek sampingnya sudah menyebar."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2