
Ingin sekali Belle berkata bahwa ia sama sekali tidak menginginkan Nathan kembali ke dunia balapnya karna ia tak ingin orang yang disayanginya saat ini terluka. Baru Belle ingin mengatakan perasaan tentang dunia balapnya kepada Jonathan, pucuk di cinta ulam pun tiba, Jonathan datang menghampiri Belle dan Vanka dengan wajah yang bahagia.
"Belle, aku dapat jadwal pertandingan perdanaku sabtu malam nanti. Aku harap kamu bisa nonton ya, sekaligus mendukungku." ucap Jonathan.
"Aku selalu mendukungmu, Nath. Aku hanya berpesan, aku tidak mau kamu cidera seperti dulu. Sekarang aku berhak memberimu saran." kata Belle.
"Dek, kamu juga harus ikut kak Belle untuk mendukung abang tersayangmu ini. ya?"
"Dengan senang hati bang! Abangku ini memang yang paling dabes....." ujar Vanka.
"Oh ya, besok aku harus ke Amerika. Ada hal penting dikantorku yang harus aku tangani."
"Secara mendadak?" tanya Belle.
"Kenapa? Kamu takut kangen sama aku?" tanya Jonathan balik.
"Apaan sih kamu...."
"Cuit cuit!!!! Kalian bukan anak bocah yang cinta cinta monyet kan?" kata Vanka.
"Kamu ini dek. Ikut campur saja." jawab Belle.
"Tau! Anak kecil diam saja." susul Jonathan.
"Aku sudah remaja tau! Bukan anak kecil lagi!"
"Cari pasangan dek, biar kamu ga sirik sama abang!"
__ADS_1
"Bang, adikmu ini suka produk lokal! Ga mau bule!" ucap Vanka.
"Kamu mau yang seperti apa? Nanti abangmu ini akan mencarikan jodoh untukmu yang pas!" saut Jonathan.
"Biarlah dia cari sendiri, Nath." kata Belle.
"Pas menurut abang, ga tepat menurutku." jawab Vanka.
"Susah cari produk lokal disini. Kecuali saat lulus kuliah, kamu kembali ke Indonesia."
Jonathan tak menyadari selama ini adiknya itu menyukai Haris, sang asisten sekaligus sahabat Belle. Berbeda dengan Belle yang mengetahui bahwa Jovanka tertarik dengan Haris setelah melihat tatapan mata Vanka untuk Haris terlihat berbeda.
"Nanti jodohmu akan datang sendiri. Seperti aku dan abangmu, dek. Dia yang mendatangiku ke Paris." ucap Belle.
"Kamu dulu yang menghampiri aku di Indonesia, sayang." saut Nathan tak mau kalah.
"Kakak kakakmu ini, pasti mendukung yang terbaik untukmu, dek." ujar Belle pada Vanka.
########################
Di Amerika
Sebenarnya hal yang mendesak Jonathan untuk datang ke Amerika, bukanlah masalah pekerjaan, tetapi orangtua Jonathan yang secara tiba tiba datang ke Amerika dengan alasan untuk menjenguk dirinya.
"Kamu masih balapan, Nath?" tanya Gwenneth mama Jonathan.
"Aku menyukai hobiku itu mah." saut Jonathan.
__ADS_1
"Sampai kapan kamu mau bersenang senang terus? Pikirkan karirmu ke depannya bukan terpaku pada hobi ga jelasmu itu!" ucap Abimanyu.
"Ga jelas papa bilang? Itu hobiku! Papa tidak punya hak untuk melarangku!"
Jonathan terus saja menyahut apa yang dikatakan oleh orangtuanya itu.
"Mau sampai kapan kamu seperti ini, Nathan? Sampai nanti kamu nikah? Punya anak?" tanya Gwenneth lagi.
"Sampai aku bosan dengan dunia balap, mah."
"Mama yakin bila kamu punya pasangan, kamu pasti akan lupa dengan dunia balapmu itu."
"Papa dan mama datang kesini untuk menbicarakan pernikahan kamu, Nath." ucap Abimanyu secara tiba tiba.
"What?? Pernikahan?"
Jonathan terkejut atas perkataan papanya yang secara tiba tiba berkata bahwa mereka datang jauh jauh ke Amerika hanya untuk membicarakan pernikahan Jonathan yang bahkan tidak pernah dibicarakan.
"Mama sudah punya calon untukmu, nak. Dia anak baik baik, cantik, dan mama yakin dia bisa membuat kamu lupa dengan dunia balap." ujar Gwenneth.
"Mah, aku ini sudah dewasa dan bisa cari pasangan hidupku sendiri!"
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰