
Gerald telah berhasil meyakinkan bu Lidya untuk percaya akan kelakuan buruk Sissy.
2 jam berlalu, Nathan pun menghubungi kembali temannya itu. Dan jeng jeng..... tersambung dan dijawab oleh temannya itu.
("Halo, Than? Ada apa?") tanya Ester teman Nathan yang menjadi pemegang saham tertinggi di Hotel Permata.
"Est, gue ganggu lo ga? Tadi gue sempat menghubungi lo tapi ga lo angkat." tanya Nathan.
("Ga ko, Than. Tadi gue lagi makan malam dan nidurin anak gue. Kenapa? Tumben lo telepon gue!")
"Gue butuh bantuan lo."
("Lo telepon gue cuma ada maunya doang? Ga asik deh!")
"Serius, Est. Gue butuh bantuan lo banget untuk saat ini."
("Apa yang harus gue bantu?") tanya Ester.
"Lo tau Sissy kan?"
("Sissy sekretaris bokap lo?")
"Binggo! Bokap gue udah pensiun, jadi perusahaannya turun ke gue dan adik gue. Saat ini dikelola oleh gue, Vanka, dan istri gue juga. Sissy betul betul wanita ular. Est. Dia mau merebut perusahaan ini, dan menyingkirkan gue." ucap Nathan.
("Hm, sebentar sebentar, Than. Gue masih ga mudeng apa yang lo bicarakan. Mungkin kita harus bertemu langsung deh biar jelas.")
"Lo ada waktu besok?"
__ADS_1
("Besok gue free ko.")
"Ok. Besok kita janjian di cafe Blue Moon aja, gimana?"
("Ok. Jangan terlalu siang ya, Than. Gue harus siap siap untuk lusa.")
"Sip. See you Est!"
("Ok. Bye!")
########################################
Keesokkan harinya, Nathan bersama Belle sudah menunggu kehadiran Ester teman SMA Nathan. Ya, Ester adalah teman sekolah Nathan saat ia bersekolah di Amerika. Ester yang merupakan asli Surabaya, menetap di Amerika karna ayahnya Ester yang mendapat tugas di Amerika. Dan karna sama sama orang Indonesia, mereka menjadi akrab.
Dari kejauhan, Nathan sudah melihat Ester yang sedang menggendong anaknya. Ia datang bersama suaminya, Michael. Nathan segera melambaikan tangannya pada Ester.
"Hi Than! Halo!" sapa Ester dengan ramah.
"Halo... Michael.." ucap Michael suami Ester memperkenalkan diri pada Belle dan Nathan.
"Ini istri lo, Than? Cantik yah!" kata Ester.
"Belle..." kata Belle memperkenalkan dirinya pada Ester.
"Than, sorry ya gue datangnya sama suami gue. Dirumah lagi ga ada orang soalnya jadi sekalian gue mau quality time sama keluarga kecil gue." ucap Ester.
"No problem, Sist."
__ADS_1
"Ok. Coba lo ceritain dari awal, Than. Gue kemarin ga ngerti deh maksud lo si Sissy itu mau ambil alih perusahaan om Abi!"
"......................"
Nathan menceritakan semuanya pada Ester tanpa kurang suatu apapun.
"Gila tuh cewe! Lagian kenapa Vanka berteman sama orang yang kaya dia sih?" tanya Ester.
"Gue juga ga paham, Est. Dan tolong bantu gue biar rencana ini sukses."
"Pasti gue bantuin elo, Than."
Saat lagi berbicara, tiba tiba anaknya Ester menangis dan dengan segera dibawa keluar oleh Michael biar Ester ga terganggu dengan hal lain.
"Sekarang coba gue hubungi orang hotel ya. Pak Tono sudah pesan kamar hotel belum." ucap Ester.
"Ok."
Ester pun segera menghubungi karyawannya.
"Halo, Vina, coba kamu cek sistem tamu di hotel kita. Apakah ada nama Tono atau Sissy yang booking kamar untuk hari jumat?" tanya Ester.
("Ada bu. Untuk hari jumat dengan nama pemesan Hartono.")
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰