
Vanka mengendarai mobilnya dengan sangat hati hati. Hingga akhirnya, ia pun tiba di apartemen milik Nathan, kakaknya. Vanka berjalan sambil menyeret koper milik Belle.
Ting!
Vanka : *Kak aku sudah hampir sampai.
Vanka : *Tunggu sebentar ya.
Belle : *Aku dikamar Nathan. Kamu masuk aja langsung.
Vanka mengetuk pintu apartemen yang segera dibukakan oleh Nathan.
"Ngapain kamu kesini?" tanya Nathan.
"Justru kakak yang ngapain pagi pagi sudah ke sini?" tanya balik Vanka.
"Aku mau breakfast bareng sama Belle." jawab Nathan.
"Aku mau berangkat ke kantor sama kak Belle." jawab Vanka juga.
"Kamu bawa mobil?"
"Iyah. Kenapa?"
"Yakin bisa?" tanya Nathan dengan sedikit mengejek.
"Ya bisa dong! Aku itu dapat SIM lewat test bukan seperti kakak yang dapat karna nembak!"
"Enak saja kamu bilang! SIM ku ini aku dapat lewat test juga!"
"Masa?"
"Vanka! Bawakan koperku ke sini sekarang!" teriak Belle dari kamar atas.
"Otw!"
Vanka segera membawa koper itu ke kamar Belle.
"Waw kakak body goals sekali!"
"Aku kurang tinggi, dek. Jangan mengintimidasiku seperti itu. Kamu tunggulah sebentar. Aku mau mandi dulu." ucap Belle.
__ADS_1
"Okay!"
*
"Morning my sunshine!" ucap Jonathan yang melihat Belle dan Vanka turun.
"Morning juga my sunset!" saut Belle.
"BUCIN!" ucap Vanka.
"Ihiy! Sirik bilang aja!"
"Ngapain sirik? Aku juga punya pacar!"
"Oh ya?" tanya Belle dan Nathan yang terkejut.
"Nanti!" sambung Vanka.
"Kau ini!"
"Oh ya kak, kak Sissy sekarang jadi kepala bagian ya?" tanya Vanka.
"Sissy sekretaris papa?" tanya Belle.
"Ah! Dennis yang sok cool itu? Untung saja dia jadi asisten kakak bukan aku." kata Vanka.
"Hey! Kamu memang mau bekerja di kantor juga?" tanya Belle.
"Sambil menunggu kelanjutan kuliahku di Paris, aku akan membantu kakak mengelola kantor." saut Vanka.
"Aw. Adikku tersayang! Lop yu pull lah pokonya." ujar Belle yang memeluk Vanka.
"Baiklah, ayo! Kita akan telat nanti." ucap Jonathan.
"Kemana?"
"Sarapan, sayang, para bidadariku."
"Kita sarapan di restoran bawah saja ya yang dekat. Besok pagi kalian sarapan ditempatku. Bagaimana?" tanya Belle.
"Baiklah. Nanti kita harus belanja bahan makanan dan shopping kak." ujar Vanka.
__ADS_1
"Harus itu, dek."
"Ayo."
###################################
Setelah selesai sarapan, Belle, Nathan, dan Vanka terpisah karna Belle akan berangkat kerja bersama Vanka. Sedangkan Jonathan, dia akan mengurusi pernikahannya.
Ketika di perjalanan, Vanka membawa mobil dengan sangat kaku dan pelan.
"Dek, kamu kaku membawa mobil lagi?" tanya Belle.
"Sebenarnya iya kak. Saat di Paris, aku tidak pernah memakai mobil lagi. Aku selalu memakai angkutan umum dan kereta." saut Vanka.
"Baiklah, kepinggirkan saja mobilnya biar aku yang menyetir."
"Tapi, SIM kakak itu kan dari Pemerintahan Paris."
"SIM punyaku ini masih berlaku, walaupun masih dari pemerintahan luar. Karna aku belum pindah kewarganegaraan, sayangku." jelas Belle.
"Mungkin lebih baik bila kakak yang menyetir saja, agar lebih safety."
"Nanti akan aku bantu belajar lagi."
"Ok!"
Belle membawa mobil Vanka ke dalam gedung kantor perusahaannya dengan selamat, walaupun menggunakan bantuan navigasi dari mobil itu.
Belle dan Vanka berjalan untuk naik ke ruangan mereka. Banyak juga dari karyawan yang menyapa mereka, karna mengira dua orang itu adalah karyawan baru disini.
"Selamat pagi, mba." sapa salah satu karyawan wanita.
"Pagi." jawab Belle.
Dan lift pun membawa mereka ke lantai atas untuk para pimpinan.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰