
St. Bernadette Hospital, Milan.
Belle mencari dan bertanya ke para petugas medis disana. Ia bertanya dimana pasien pembalap yang baru saja kecelakaan. Dan akhirnya salah satu suster membantu Belle menemukan rombongan dari arena sirkuit.
"Thank you." ucap Belle pada sang suster.
"Sayang!" panggil Nathan yang melihat Belle datang menghampirinya.
Nathan memeluk Belle dan menangis. Belle baru kali ini melihat Nathan menangis dihadapannya.
"Nath!"
Belle berusaha menenangkan suaminya ini. Ia juga bingung kenapa Nathan sampai menangis seperti ini. Dan disana juga dari tim terkait pun memiliki aura yang berbeda.
POV author
Pasti kalian bertanya tanya ya dari episode sebelumnya. Siapa yang kecelakaan? Dan jawabannya adalah Antonio yang mengalami kecelakaan di arena balapan.
"Sayang, bagaimana keadaan Antonio?" tanya Belle.
"Dia..... Dia....." saut Nathan secara terbata bata.
Dringggg dringgggg
Belle pun melihat ponselnya dan ternyata yang meneleponnya adalah Vanka. Masih membawa Nathan ke dalam pelukannya, Belle pun menjawab telepon Vanka.
("Halo kak! Ada apa?") tanya Vanka di seberang sana.
__ADS_1
"Dek....."ucap Belle.
("Iyah kenapa kak? Tumben sekali kakak meneleponku di malam seperti ini.")
"Vanka... Antonio kecelakaan...." saut Nathan yang mengetahui bahwa yang menelepon Belle adalah Vanka.
("What? Kecelakaan bagaimana? Bukankah kalian sedang balapan?") tanya Vanka lagi.
"Berkemaslah segera. Kami menunggumu di Milan." kata Nathan.
"Dek, carilah pesawat yang paling awal. Kita pasti akan sibuk disini." kata Belle juga.
("Ini sebenarnya kenapa? Toni cuma kecelakaan biasa kan? Tolong bawa dia ke rumah sakit.) ucap Vanka sambil menangis.
"Antonio sudah meninggal......" ucap Nathan.
duarrrrrrrrr
("Ga! GA MUNGKIN! GA MUNGKIN TONIKU MENINGGAL!") teriak Vanka.
"Lebih baik kamu ke sini sekarang, dek. Cari pesawat yang paling awal." saut Belle lagi.
*
Ya, yang kecelakaan adalah Antonio. Antonio mengalami kecelakaan karna kesalahan teknis dari motor yang ia naiki. Motornya berhenti mendadak dan rodanya seketika tidak bisa berputar. Antonio terpental cukup jauh dan mengalami cidera dikepala yang sangat parah. Walaupun ia pakai helm terbaik, namun rupanya pendarahan tetap saja terjadi.
"Jo, katakan pada adikmu kalau aku mencintainya." ucap Antonio saat di dalam ambulance.
__ADS_1
"Lo sendiri yang harus bilang ke Vanka, later! You will back, brotha!"
Sayangnya, Antonio tidak mengerti ucapan Nathan dan kehilangan kesadarannya.
#####################################
Keluarga jauh dari Antonio sudah berdatangan satu persatu ke rumah duka. Tak terkecuali Belle dan Nathan yang sangat disibukkan karna Antonio tidak memiliki saudara dan kedua orang tuanya sudah meninggal. Beberapa sahabat Antonio dahulu pun turut membantu dirumahnya yang didatangi oleh para fans dan rekan rekannya yang merasa kehilangan.
Saat hari sudah sore, Vanka tiba dirumah Antonio bersama Dennis yang sebelumnya diminta oleh Nathan untuk menjaga Vanka karna ia tau, adiknya itu sangat terpukul sekarang.
"Vanka!" panggil Nathan.
"Kak! Toniku ga mungkin meninggal!" ucap Vanka.
"Hey hey ssttt tenang..... Dia sudah tak ada, dek." kata Nathan lagi sambil menangis.
"Kemarilah....."
Belle mengajak Nathan dan Vanka keluar dari rumah Antonio dan berjalan kesebuah taman dipinggirnya yang dipenuhi pohon rindang.
"Antonio akan selalu ada dihati kita." ujar Belle.
"Tapi dia tidak bisa dilihat lagi kak!" balas Vanka.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰