
"Psychopath! Gila!" maki Belle.
"Memang dia siapa, sayang?" tanya Nathan.
"Mantanku." jawab Belle jujur.
Setelah sampai dirumah, Belle menceritakan kejadian masa lalunya yang menerima perlakuan tidak senonoh dari Fernando yang bahkan saat itu masih berstatus pacar Belle. Betapa mengerikan Fernando baginya yang berani menjambak rambut yang menjadi mahkota bagi Belle itu, dan bahkan jikalau mereka bertengkar, Fernando selalu bersikap ringan tangan yang bahkan pernah Belle laporkan kepada polisi setempat.
"Aku janji tidak akan seperti dia." ucap Nathan.
"Hm."
"Laki laki macam apa dia? Berani menyakiti wanita yang menjadi kekasihnya? Apakah dia sadar tujuan menjalin hubungan itu apa?"
"Aku yang mengalaminya, kenapa kamu yang sewot, sayang?" tanya Belle.
"Aku tidak suka melihat calon ibu dari anak anakku menderita." jawab Nathan.
"Hei itu hanya masa lalu."
#############################
Sudah beberapa hari, Belle sangat sibuk dengan pekerjaannya ini hingga membuat Nathan mengajak Belle untuk pergi berlibur sejenak dengan Vanka juga tentunya.
"Aku sudah pesan tiket. Kita akan berlibur di luar sana." ucap Jonathan.
"Pak Jonathan, kita ini di Paris, setiap hari banyak wisatawan yang datang ke sini untuk berlibur. Lalu untuk apa kita ke tempat lain?" tanya Belle.
"Kakak mau kita melancong?" tanya Jovanka.
"Kita akan bereksplorasi. Aku jamin kalian tidak akan menyesal." jawab Jonathan.
__ADS_1
"Kakakmu ini sepertinya kesepian, dek." ucap Belle pada Vanka.
"Untuk apa kak Jo kesepian? Dia memiliki kekasih yang sangat cantik dan baik." jawab Jovanka.
"Benar itu, dek. Abangmu ini hanya butuh refreshing. 2 minggu lagi aku ada pertandingan."
"Aku adalah pendukung pertamamu, Nath." ucap Belle.
"Aku kedua." sambung Vanka.
"Ah kalian ini...... Aku sayang kalian berdua." ucap Nathan sambil memeluk keduanya.
###########################
Hari liburan telah tiba. Jonathan, Jovanka, dan juga Ysabelle, sudah berada di depan gedung apartemen untuk menunggu jemputan Richard yang akan membawa mereka ke bandara.
"Pak, ini tiket pesawat dan paspornya." ucap Richard.
"Sudah pak. Saya sudah memesankan hotel dan mobil yang akan bapak gunakan disana." saut Richard.
"Baik kalau begitu. Kau tidak mau ikut saja?" tanya Jonathan lagi.
"Maaf pak bukannya menolak tapi saya masih harus kembali ke USA."
"Baiklah. Maaf membuatmu begitu sibuk, Chard."
"Tidak masalah, pak. Itu sudah tugas saya."
"Terimakasih, pak Richard." ucap Belle bergantian dengan Jovanka.
"Sama sama bu Ysabelle nona Vanka." saut Richard.
__ADS_1
"Ini." ucap Jonathan memberikan tiket kepada Ysabelle dan Jovanka sesuai nama.
"Budapest?" tanya Jovanka.
"Ya! Kita akan bersenang senang di Budapest. Dan disana itu banyak tempat tempat indah." jawab Jonathan.
"Baiklah selama aku bersama kakak, akan ikut kemana saja."
"Good girl!"
###############################
Tiba di Bandara Ferihegy, Budapest, Jonathan, Ysabelle, dan Jovanka mencari tempat sewa mobil yang sudah dipesankan oleh Richard sebelumnya.
"Aku lebih baik membeli mobil dan rumah disini, dari pada kesulitan mencari tempat seperti sekarang." ucap Jonathan.
"Hey, kita disini hanya beberapa hari, bukan untuk menetap." saut Belle.
"Tapi aku kesusahan sekarang!"
"Kakak jangan manja deh! Ya sudah kalau tidak, aku saja yang cari tempat agentnya. Kalian istirahat saja." pukas Vanka.
"Aku ikut bersamamu, dek." usul Belle.
"Ayo." ajak Jovanka.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰