Love Racer

Love Racer
#85


__ADS_3

Belle melihat berita tentang skandal Sissy dan pak Tono di internet melalui iPadnya. Komentar warga net terhadap berita ini juga beragam sekali. Ada yang menghujat Sissy karna menggoda pak Tono, ada juga yang menghujat pak Tono karna ga setia pada bu Lidya.


"Nath, bisa tolong redam berita ini? Kasihan Sissy." tanya Belle pada suaminya.


"Sayang, aku ga paham sama kamu! Ngapain kamu kasihan sama orang seperti dia? Dia layak mendapatkan hal itu!" jawab Nathan.


"Dia perempuan, Nath. Dia sudah pergi dari kantor kita, itu keinginanmu bukan? Sissy juga sudah dihukum oleh bu Lidya. Dia ga bisa bekerja di perusahaan besar manapun. Dan, dia juga sudah dihukum oleh warga net, beb. Tolonglah bantu dia kali ini saja." pinta Belle.


"Ga! Aku ga mau! Kamu lebih memikirkan perasaan Sissy atau perasaan aku dan Vanka?" tanya Nathan.


"Tentu saja aku lebih peduli pada kamu dan Vanka, sayang."


"Lupakan Sissy!" ucap Nathan.


Walaupun Nathan adalah orang yang keras, tapi dia sangat tidak mau kasar terhadap perempuan. Terutama Belle, Vanka, dan tentu saja Mamanya, 3 orang perempuan yang paling sangat ia cintai. Walaupun tidak terlalu dekat dengan sang mama, tapi Nathan sangat menghormati mamanya itu.


Pernah sekali membentak Belle, Nathan tidak mau membentaknya lagi. Dia memang keras, tapi bukan kasar.


"Aku mau ke kamar!" ucap Nathan menghindari Belle.


Ia sangat kesal pada istrinya itu. Dengan bersusah payah ia mengusir Sissy dari perusahaan, sekarang Belle malah meminta ia untuk membantu Sissy. Tak habis pikir.


Di kamar, Nathan membereskan baju bajunya untuk persiapan esok lusa kembali ke luar negeri balapan lagi.

__ADS_1


"Beb......" panggil Belle.


"Apa?" tanya Nathan tanpa melihat ke arah Belle.


"Maaf....." ucap Belle lagi


"..............."


"Maafin aku. Aku tau aku salah dalam hal ini. Tapi kamu juga pahami aku, beb."


"Aku ga suka banget kamu belain si ****** itu ya, beb! Untuk apa kamu kasihan sama dia? Ga ada gunanya!" kata Nathan.


"Iyah aku tau kamu ga suka. Itu hanya perasaanku sebagai perempuan, beb."


"Ahhh terkadang aku bersyukur memiliki istri yang sebaik dan lembut seperti dirimu!" ucap Nathan yang bangkit berdiri menghampiri Belle dan mencubit kedua pipinya.


"Oh iya aku melupakan kamu yang pernah kasar pada Haris." jawab Nathan.


"Kamu ga marah sama aku beb?"


"Untuk apa aku marah padamu? Lagian mana bisa aku kesal padamu?"


"Dasar gombal!"

__ADS_1


"Sayang, aku mau kita melakukan program kehamilan." ujar Nathan.


"Secepat itu, beb?"


"Bukan sekarang juga, sayang.... Tapi bagaimana menurutmu?" tanya Nathan lagi.


"Aku akan menerimanya. Kapanpun kita di percaya menjadi orang tua, aku akan menerimanya." saut Belle.


"Baiklah. Terimakasih sayang! Sekarang tolong bantu aku ya merapihkan semua pakaianku ini."


"Astaga Nathan! Kamu memberantakan semua baju hanya karna ingin kamu bawa ke koper?"


"Maaf...."


"Kalau seperti ini sih harus aku lagi yang membereskan!" kata Belle.


"Lain kali aku akan memintamu yang menyiapkan koperku."


"Itu lebih baik! Kamu membuatku kerja ekstra untuk melipat dan menaruh semua pakaian ini lagi di lemari, beb!" omel Belle.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2