
Di depan apartment, Dennis sudah menunggu untuk mengantarkan mereka ke tempat tujuan.
"Pagi, Dennis." sapa Belle.
"Pagi juga bu. Ibu terlihat cantik sekali." kata Dennis.
"Kamu bisa saja."
"Hari ini makeup ibu lebih terlihat natural bu. Dan sangat cocok."
"Terimakasih. Kalau adik saya bagaimana?" tanya Belle yang memancing Dennis.
"Nona Vanka juga terlihat cantik, hanya........" ucap Dennis menggantung.
"Hanya apa? Seperti badut?" tanya Vanka dengan nyolot.
"Dek, jangan begitu ah sama Dennis. Dia belum selesai bicara, sudah kamu potong saja." kata Belle.
"Saya bilang hanya saja lebih cantik bu Ysabelle daripada nona Vanka. Karna bu Ysabelle lebih sering tersenyum dibandingkan nona." jawab Dennis.
"Hahahahahhahaa" Belle hanya mentertawakan jawaban dari Dennis.
"Sudahlah, dia memang lebih menyukai kakak. Ayo nanti kita telat." ujar Vanka yang tidak mau ambil pusing atas jawaban Dennis.
################################
Di gedung hotel, Sissy sudah berdiri menyambut beberapa tamu penting yang sudah hadir. Sissy tampil menawan dengan dress hitam yang menambah aura kecantikannya.
"Sy, tolong kamu atur ya tempat untuk keluarga di depan. Dan sebentar lagi pengantin akan datang." ucap Abimanyu.
"Baik pak." saut Sissy.
*
Mobil yang dikendarai oleh Dennis sudah sampai di basement hotel terlebih dulu.
"Makeup ku ga luntur kan kak?" tanya Vanka pada Belle.
"Ga ko. Makeup kita itu waterproof, dek. Tenang aja." saut Belle.
__ADS_1
"Ah syukurlah kalau begitu. Kita masuk saja yu kak. Panas di basement." ucap Vanka.
"Baiklah, ayo kita tunggu di dalam saja." jawab Belle.
Mereka dikawal oleh Dennis yang berjalan menuju ke area dalam. Dennis memakai HT nya untuk berkomunikasi dengan Sissy yang berada di dalam.
"Tes tes! Mba Sissy kamu dengar saya?" tanya Dennis.
"Aku dengar." jawab Sissy melalui HT.
"Saya sedang di samping lobby. Bisa mba kesini dan bawa mereka ke tempat yang sudah tersedia?"
"Baiklah. Tunggu. Aku akan segera kesana."
Tak lama, Sissy datang menghampiri mereka.
"Ya Tuhan! Dek, kamu cantik sekali." ucap Sissy.
"Kak Sissy juga sangat menawan pakai dress hitam seperti ini." jawab Vanka.
"Mari, kita ke dalam dulu." ujar Sissy.
######################################
"Bro, telat ni. Gimana?" tanya Nathan pada Gerald.
"Lo kebo sih! Sudah dibilang tante untuk bangun ya bangun seharusnya! Resiko lo kalau telat. Nanti juga nikahnya telat." jawab Gerald.
"Lo ya! Kalau ngomong ga disaring dulu!"
"Loh? Memang benar toh?"
Nathan terdiam atas kesalahan yang dia perbuat hari ini. Yah, dia mengakui kalau dia yang salah atas semua ini.
"Lo tenang aja, macetnya ga lama ko. Awal mulai juga paling sambutan dulu." kata Gerald menenangkan Nathan.
*
10.03
Akhirnya mereka tiba di hotel. Gerald dan Nathan turun di lobby.
__ADS_1
"Bunga gue! Bunga!" ucap Nathan.
"Ini! Lo tenang aja." jawab Gerald memberikan bucket bunga yang akan dipegang oleh Belle pada Nathan.
Sedangkan mobilnya, mereka menyuruh petugas disana untuk memarkirkan mobilnya di basement.
Nathan dibawa masuk oleh Dennis ke tempat yang sama dengan Belle. Gerald, dia masuk ke tempat dimana acara sudah dimulai.
"Waw. Cantik." ucap Nathan yang terkagum melihat wajah Belle.
"Kamu! Lama sekali! Tadi aku pulang lagi saja!" kata Belle.
"Maaf sayang. Tadi aku kebablasan tidur."
"Pasti mama sudah membangunkan kakak, tapi ga mau bangun!" ujar Vanka.
"Diam saja, dek!" Nathan memelototi Vanka.
"Mama sama papa sudah datang. Kamu ikut siapa?" tanya Belle.
"Aku ikut Gerald, beb."
"Ayo, kalian bersiap. Sebentar lagi kalian akan keluar." kata Sissy.
"Mana bungaku?" tanya Belle.
"Ini sayang. Ayo." ucap Nathan.
"Maaf pak, kalian akan keluar terpisah. Mempelai wanita akan keluar bersama Vanka." ujar Sissy.
"Dimana mana itu yang mau menikah keluar bersama!" jawab Nathan.
"Pak, ikuti saja acara yang sudah dibuat oleh panitia." jawab Sissy.
"Kau ini! Buat susunan acara sendiri kak!" ucap Vanka.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰