
Pagi hari telah tiba. Belle segera bangun dan beranjak untuk bersiap siap ke kantor. Walaupun hari ini ia hanya mengantarkan Vanka dan menempatkan dia di bagian lain untuk dirinya belajar.
Belle selesai bersiap siap dengan penampilan yang elegan dan lipstik merah yang menjadi ciri khasnya untuk ke kantor. Hal ini telah terbiasa Belle lakukan sedari di Paris, sehingga membuatnya terlihat dewasa.
Sebelum memasak sedikit makanan untuk sarapan, Belle membangunkan Vanka dulu.
"Dek, bangunlah. Kita akan ke kantor. Aku akan memasak sarapan sebentar ya, come on." ucap Belle yang membuka pintu kamar Vanka.
"Yes." saut Vanka.
Tak lama setelah Belle selesai memasak, Vanka turun mendekat ke arah Belle.
"Makanlah dulu. Hari ini aku akan pergi bersama kakakmu untuk mengurusi berbagai persiapan pernikahan. Aku akan menemanimu ke kantor." kata Belle.
"Nanti aku pulangnya bagaimana?" tanya Vanka.
"Sepertinya aku akan pulang malam. Nanti aku akan meminta Dennis menyetir mobil ketika pulang."
"What? No! Jangan dia kak! Aku ga mau!"
"Aku akan pulang bersama kakakmu. Sekali ini saja, dek. I'll never let you drive alone in the road."
(Aku tidak mungkin akan membiarkan kamu mengemudi sendirian di jalan.)
"Baiklah bagaimana kakak saja." saut Vanka pasrah.
"Good girl!"
###################################
Hari ini Belle menempatkan Vanka di bagian administrasi. Lalu Belle meninggalkan Vanka disana. Belle mengecek sebentar sistem di Paris. Karena perbedaan waktu dikedua negara ini, Belle bahkan harus mengecek sistem saat malam hari di Indonesia, karna sistem akan di update pada waktu yang berlawanan.
__ADS_1
"Morning, sayang! Ayo kita berangkat." ucap Nathan yang masuk ke dalam ruangan Belle.
"Morning! Sebentar ya."
"Sebentarmu itu pasti, 1 jam sayang!"
"15 menit lagi. I'm promise."
"Baiklah, aku akan menunggumu."
* 15 Menit kemudian.
"15 sudah berlalu!" sindir Nathan.
"Ayo. Aku matikan laptop dulu." ucap Belle.
"Dennis, ke ruanganku." suruh Belle pada Dennis melalui sambungan suara.
"Permisi, bu." sapa Dennis.
"Baik bu."
"Ok, terimakasih Dennis. Tolong jaga Vanka ya. Ayo, sayang." ucap Belle.
"Thanks Dennis."
########################################
Belle dan Nathan pergi ke beberapa butik untuk memilih gaun pernikahan, pergi ke toko perhiasan, dan juga mengirimkan kartu undangan kepada para teman teman Belle dan Nathan yang berada di luar. Hari sudah sore, dan Nathan mengajak Belle untuk datang ke rumahnya menemui Abimanyu dan Gwenneth.
"Hey! Calon mantu mama datang." sambut Gwenneth dengan ceria.
__ADS_1
"Papa mana, mah?" tanya Nathan.
"Papamu pergi bersama papanya Gerald."
"Paman Juna?"
"Ya siapa lagi?"
"Astaga aku lupa, sayang. Besok kita akan ke rumah Gerald untuk berkunjung." ucap Nathan.
"Sayang, sayang! Lebay kamu! Sudah kalian duduk saja dulu. Mama mau lanjut memasak." ujar mama Gwen.
"Aku kira papa ada disini juga, sayang. Maaf ya."
"It's okay, Nath!"
Merekapun makan malam bersama tanpa Vanka dan Abimanyu. Masakan sang mama yang dibantu oleh bibi dirumah Nathan pun sangat enak walaupun bukan chef seperti Belle, tapi makanan ini sangat lezat.
"Besok kamu ke sini lagi kan sayang?" tanya Gwen pada Belle.
"Iyah mah besok Belle akan kesini lagi setelah dari rumah pak Gerald."
"Baiklah."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1
salam dari yang sebentar lagi jadi pengantin :D ehekkk