Love Racer

Love Racer
#15


__ADS_3

"Kamu itu senang banget sih masuk rumah sakit!" omel Belle.


"Kakak....." resah Vanka.


Vanka yang sangat khawatir terhadap kakaknya itu hanya menangis dan rewel. Walaupun ia sudah remaja, tapi jika menyangkut kakaknya itu, Vanka seperti anak kecil.


"Dek. Abangmu ini tak papa. Hanya alergi sedikit saja."


"Sudah ah, aku mau pulang saja sama kak Belle. Biar kau sendirian disini, kak." ucap Vanka.


"Aku ga mau sendiri." Jawab Jonathan.


"Manja!" kata Belle dengan suara yang pelan.


"Kak Belle, aku ada proyek grup. Kakak tolong jaga kak Jo ya? Please......" pinta Vanka.


"Aku harus mengerjakan laporan bulanan, Vanka." ujar Belle.


"Bukankah kemarin kak Jo sudah membantumu?"


"Dari mana kau tau?"


"Sangat jelas aku melihat kalian berdua di depan taman apartemen."


"Ah, itu laporan bulan kemarin. Aku masih dikejar laporan untuk bulan ini juga, dek."


"Kalian bisa saling menguntungkan. Kak Belle menemani kak Jo disini, dan kak Jo bisa membantu kak Belle mengerjakan laporannya." jelas Vanka.


"Berapa lama aku harus menjaganya?" tanya Belle pada Vanka.


"Selamanya juga boleh kak." jawab Vanka dengan asal.


"What the h**l! No!"


"Kenapa ga mau menjagaku selamanya?" tanya Jonathan.


"Baiklah aku pergi dulu. Nanti akan aku bawakan keperluan kalian."

__ADS_1


"Ga perlu. Biar aku suruh Haris untuk mengambilnya." kata Belle.


"Okey! Bye kakak kakakku yang cantik dan ganteng!" pamit Vanka.


"Jawab pertanyaanku Belle." ucap Jonathan.


"Pertanyaan yang mana maksudmu?" tanya Belle yang berpura pura tidak mengetahuinya.


"Ah, sudahlah lebih baik aku tidur saja."


"Yasudah aku juga mau pergi saja." ucap Belle yang tidak mau kalah.


"Don't leave me." kata Jonathan tiba tiba.


"Why?"


"Aku takut!"


Dua kata yang keluar dari mulut Jonathan, sontak membuat Belle tertawa akan perkataannya tersebut.


"Memang kamu umur berapa? Seperti anak kecil saja kau takut hantu." ujar Belle.


Jawaban Jonathan sekarang justru membuat Belle membeku.


"Aku menyukaimu." ungkap Jonathan.


"*Are you kidding me?"


"No, it's not a joke*!"


"Hm, so?" tanya Belle.


"Kenapa ekspresimu seperti biasa saja?"


"Terus aku harus bagaimana?" Belle tersenyum pada Jonathan.


"Sudahlah intinya aku hanya ingin kau tau perasaanku padamu." ucap Jonathan.

__ADS_1


"Hm, okay."


Belle menyimpan perasaannya tanpa diketahui Jonathan. Ia hanya ingin melihat keseriusan Jonathan pada dirinya. Sebenarnya, Belle juga sudah mulai merasa nyaman berada didekat Jonathan.


###############################


Sehari setelah dirawat, Jonathan diperbolehkan pulang. Tetapi perlu istirahat total untuk memulihkan keadaannya setelah sakitnya.


Seseorang telah menunffu Jonathan di depan pintu apartemennya Belle. Dan yang membuat Belle terkejut adalah, orang tersebut memberikan kunci pada Jonathan.


"Thanks, Mark." ucap Jonathan.


"Sama sama pak." jawab laki laki tersebut yang bernama Mark.


Belle terlihat sangat bingung dengan drama yang baru saja dilihatnya ini.


"Ah, Belle, ini Mark asistenku dikantor Jakarta. Mark, ini Ysabelle."


"Halo bu Ysabelle." sapa Mark.


"Halo, Mark! Senang melihatmu. Panggil aku Belle saja jangan pakai Ibu."


"Baiklah, untuk malam ini kau tidur saja disana dulu, Mark. Aku masih mau tinggal di apartemen sebelah Belle." ucap Jonathan.


"Hey, aku tidak mengerti maksudmu." kata Belle.


"Aku sudah membeli apartemen depanmu ini, Belle."


"Ha? Secepat itu?" .


"Mark ini asisten andalanku, Belle. Dia sangat cepat dan cermat."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2