Love Racer

Love Racer
#58


__ADS_3

Akhirnya, Nathan dan Belle pun tiba di Bali. Begitu tiba, mereka langsung menuju resort yang akan mereka tempati selama beberapa hari disana. Nathan yang merajuk karna Belle terus membawa laptopnya kemana pun dia pergi.


"Kapan laptop itu bisa lepas dari kamu sih, beb?" tanya Nathan.


"Aku masih banyak pekerjaan, sayang. Apalagi setelah ditinggal dua hari kemarin sebelum dan sesudah resepsi kita, kerjaanku semakin menumpuk." jawab Belle.


"Aku akan minta Richard dan juga Albert untuk mengurus kedua perusahaan itu melalui sistem! Jangan bantah!" tegas Nathan.


"Ini tanggungjawab kita sebagai pemimpin mereka, sayang. Mengertilah."


"Kamu juga mengertilah bahwa kita kesini untuk bersenang senang! Bukan untuk bekerja!"


"Baru 2 hari statusmu berganti menjadi suamiku, Nath. Kamu sudah mengaturku dan menaikan suaramu padaku?" tanya Belle yang mulai melihat perbedaan pada sikap Nathan.


"Bukan gitu maksudku, sayang." bantah Nathan.


"Terserah! Aku ga ingin berdebat denganmu!" saut Belle yang meninggalkan Nathan dikamar.


Belle berjalan menuju cafe dekat pantai yang berada dibelakang resort. Ia tetap mengerjakan pekerjaannya disana melalui laptop. Belle merupakan salah satu orang yang "gabut" bila tidak mengerjakan pekerjaannya.


Hari sudah semakin sore tapi Belle juga belum kembali ke kamarnya hingga akhirnya baterai laptopnya habis, membuatnya menjadi orang yang gabut karna tidak ada kegiatan.

__ADS_1


"Permisi, anda nona Ysabelle yang pemilik Y Hotel di Paris kan?" tanya salah seorang karyawan disana.


"Benar, kamu dari mana ya?"


"Saya tau nona dari berita di web yang menampilkan nona, pemilik Y Hotel yang sangat terkenal itu. Senang bisa bertemu nona disini." ucap karyawan cafe tersebut.


"Terimakasih sudah mengenali saya. Senang juga bertemu denganmu." jawab Belle.


"Nona, bila disana membuka lowongan pekerjaan, boleh saya melamar kesana?"


"Tentu saja boleh. Siapapun boleh dengan bebas melamar pekerjaan disana."


"Belajarlah lebih giat, bila ada kesempatan, kamu bisa bergabung dengan Y Hotel."


"Saya pasti akan selalu belajar, nona. Karna Nona Ysabelle merupakan inspirasi saya. Nona bisa menjadi pemimpin perusahaan sekaligus seorang koki terkenal."


"Boleh saya meminta nomormu?" tanya Belle yang meminta nomor pelayan cafe tersebut.


"Nona meminta nomor ponsel saya?" pelayan itu tak percaya bahwa seseorang yang terkenal seperti Ysabelle meminta nomor ponselnya.


Pelayan itupun dengan sangat terhormat memberikan nomor ponselnya pada Belle diselembar kertas dan menyimpannya di tas laptop yang ia bawa.

__ADS_1


Karna merasa belum ingin kembali ke kamarnya, Belle memasuki lobby hotel dan menitipkan laptopnya di lobby sana, lalu berjalan menyusuri bibir pantai. Ketika lelah, ia pun terduduk dihamparan pasir pantai. Namun tanpa diduga, tiba tiba ada yang melempar botol minuman ke kepala Belle. Dengan segera Belle menoleh ke belakangnya.


"Who are you?" Belle meneriaki pria yang berada dibelakangnya itu.


"Maaf. Ah, sorry." ucap pria yang melempar botolnya pada Belle.


"Buang sampah itu pada tempatnya, mas. Bukan dilempar seperti itu." kata Belle mengingatkan pria itu.


"Maaf, saya ga sengaja. Tadi karna kesal jadi saya melempar botol itu, dan tanpa terduga mengenai kepala anda." jelas pria itu.


"Baiklah." jawab Belle karna tidak ingin berdebat dengan orang asing.


Belle datang ke tempat ini bukan ingin berdebat, tetapi ingin menghindari Nathan.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2