Love Racer

Love Racer
#08


__ADS_3

" Gue tau tadi lo ngintip kan?" tanya Jonathan menggoda Belle.


" Lo itu keterlaluan ya! Mesum! Br*ngs*k!" ucap Belle pada Jonathan.


" Lo tinggal dimana?" tanya Jonathan mengalihkan pembicaraan.


" Di Paris." jawab Belle singkat.


Namun, Jonathan malah tertawa mendengar jawaban Belle.


" Kenapa tertawa?" tanya Belle.


" Lo sekarang ada di Indonesia, masa tinggal di Paris sih?"


" Gue memang warga negara Paris!"


" Wajah lo ga ada bule bulenya!"


Belle pun mengambil pasport dan kartu identitasnya di dalam tas dan menunjukkan kepada Jonathan. Jonathan pun terkejut mendapatkan bahwa Belle tidak berbohong. Ia hanya bisa menunduk malu.


" Lo ingat jalan pulang kan?" tanya Belle.


" Gue masih mau disini."


" Kenapa? Kata dokter, lo udah boleh pulang."


" Gue ga mau pulang sekarang."


" Orang tua lo pasti mencari lo."

__ADS_1


" Mana mungkin mereka peduli sama gue!"


Jonathan akhirnya menceritakan masalah yang ia alami sebelum kecelakaan. Ia tidak fokus pada jalanan sehingga mengakibatkan dirinya kecelakaan.


" Cara orang tua sayang kepada anaknya itu berbeda beda." ucap Belle menasehati Jonathan.


" Mereka bukan sayang, tapi mengekang gue!"


" Kalau mereka ga sayang sama lo, ga mungkin merea memberi lo nasehat."


" Terus lo kasih gue nasehat seperti ini, karna lo sayang dong sama gue?" tanya Jonathan.


" Baper banget sih lo! Gue kasih lo saran seperti ini, karna gue belum banyak merasakan kasih sayang orang tua. Belum sempat gue membahagiakan, mereka sudah pergi." ucap Ysabelle.


" Sorry, Belle. Bukan maksud gue menyinggung lo."


" Ga papa kok. Gue ga mau lo menyesal seperti gue, akhirnya."


"Kalau lo warga negara Paris, artinya lo warga negara asing disini, tapi kenapa perilaku lo seperti orang yang baru pertama kali disentuh?" tanya Jonathan.


" Sentuh apa?"


" Perlu gue perjelas? Itu yang tadi ga sengaja gue pegang!" ucap Jonathan sambil menunjukkan jarinya ke arah dada Belle.


" Jadi lo bilang kalau gue itu ga p*r*w*n gitu?" tanya Belle.


" Ya ga gitu juga maksud gue."


" Terus apa?"

__ADS_1


" Pergaulan di sana bebas. Dan sangat jarang orang masih menjaga kesuciannya di negera bebas seperti Eropa."


" Gue lahir di Indonesia, hanya saja saat remaja, gue pindah ke Paris."


" Gue juga lahir di Indonesia, tapi semenjak SMP, bokap ngirim gue ke LA."


Di rumah Tanujaya, papa, mama, dan Jovanka sedang duduk bersama di ruang tamu karna kedatangan polisi yang berkata bahwa ia menemukan motor, dompet, dan ponsel yang didalamnya terdapat identitas milik Jonathan. Polisi berkata bahwa di TKP terlihat banyak darah, namun tubuh Jonathan tidak ditemukan disekitarnya.


" Kata seorang saksi mata, tubuh korban dibawa oleh seorang perempuan yang sedang melintas, ke rumah sakit menggunakan taksi. Kami juga sudah mencari Jonathan diseluruh rumah sakit dekat sini, namun tidak ada pasien korban tabrak lari yang bernama Jonathan." ucap Polisi.


" Baiklah, segera hubungi kami bila mendapat petunjuk baru pak." kata Abimanyu.


" Papa sih, terlalu keras dengan Jonathan. Lihat, sekarang dia kecelakaan dan kita tidak bisa menemukan dia." ucap mama.


" Vanka kecewa sama mama dan papa. Kalian berdua tidak peduli kepada kami." kata Jovanka sambil menangis.


" Bukan tidak peduli, sayang. Namun kakakmu itu harus dikasih pelajaran." jawab papa.


Jovanka masuk ke dalam kamarnya dan menelepon seseorang untuk menjemputnya sekarang juga. Tak lama, Jovanka mendapat pesan dan segera keluar dari kamarnya.


" Mau kemana kamu?" tanya papa.


" Vanka mau cari kak Jo." jawab Jovanka tanpa memandang ke arah papanya dan langsung keluar rumah.


Jovanka menaiki sebuah mobil yang berhenti didepan rumahnya. Rupanya, ia telah meminta jemputan kepada temannya untuk mencari keberadaan Jonathan kakaknya.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?

__ADS_1


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2