
Belle tidak tau harus menjawab apa atas pertanyaan Nathan. Ia memang sangat mencintai Nathan suaminya, tapi disisi lain ia juga memiliki banyak kenangan dengan Y Hotel. Sebelum Belle sukses seperti sekarang, Y Hotel dan para pegawai disanalah yang menjadi kekuatannya untuk bertahan.
Y Hotel adalah bukti keberhasilan dan kerja keras Belle selama ini. Ia tidak mau hanya dengan kalah tender dengan pesaing lain, Y Hotel jadi bangkrut setelah bergabung dengan perusahaan Nathan. Ia mengira bahwa dengan menggabungkan perusahaannya dengan perusahaan Nathan, akan membuat Y Hotel juga semakin jaya. Namun nyatanya hal ini berbalik.
"Nath, aku mencintaimu. Aku juga ingin melindungi Y Hotel. Maaf, kali ini aku harus pergi."
"Aku kecewa dengan keputusanmu itu, Belle." kata Nathan yang langsung membanting tas kerjanya ke lantai dekat kasur dan berjalan menuju kamar mandi.
"What the ......! Tasmu itu kan ada laptop, Nath! Kalau kamu marah, marahlah padaku! Tas dan laptopmu itu ga salah!" teriak Belle.
Nathan tak meladeni ucapan Belle yang cukup keras itu.
Belle sudah siap membereskan barang barang yang akan dibawa olehnya. Meskipun ia juga punya kediaman tetap di Paris sana, namun nyatanya ia sudah cukup beradaptasi dengan Indonesia selama ini.
Belle memasak makanan di dapur untuk ia dan yang lainnya makan malam.
"Kak....." panggil Vanka dengan kondisi yang sudah lebih baik daripada sebelumnya.
"Dek, kemarilah ayo makan. Aku sudah memasak untuk kita makan malam." kata Belle.
Vanka mendekat ke meja makan untuk bersiap makan bersama dengan kakak dan kakak iparnya ini.
Saat Vanka dan Belle sudah duduk di meja makan, Nathan turun dari kamarnya dengan membawa kunci mobil di tangannya.
"Kak ayo kita makan bersama." ajak Vanka.
__ADS_1
"Kamu makan saja duluan, dek. Aku mau keluar." jawab Nathan.
"Nath, kamu mau kemana?" tanya Belle.
Nathan menghindari Belle. Ia pergi tanpa berpamitan dengan Bell. Hingga akhirnya Belle pun mengejar Nathan sampai ke depan pintu rumahnya.
"Nath, berhenti!" panggil Belle.
"........"
"Kamu mau kemana, Nath? Ayo kita makan malam."
"Apa aku harus memberitahumu kemana aku akan pergi? Apa aku butuh izin darimu?" tanya Nathan.
"Kamu tau posisimu? Bagus kalau kamu tau statusmu. Seharusnya dengan itu kamu lebih mendengarkan kata suami kamu! Khawatirkan saja dirimu dulu, baru orang lain." cetus Nathan.
"Kamu marah padaku karna soal itu? Aku pasti akan segera kembali, Nath! Ayolah, kamu dan Y Hotel, keduanya penting untukku."
"Maka aku pun tidak membutuhkan izinmu kemana aku akan pergi." saut Nathan.
"Nath, tunggu! Nath! Jonathan!" panggil Belle.
Nathan melajukan mobilnya meninggalkan rumah.
Belle pun akhirnya kembali ke dalam rumah dan mendapati bahwa Vanka belum menyentuh sedikitpun makanannya.
__ADS_1
"Kakak lagi ribut sama Kak Nathan?" tanya Vanka.
"Hanya berselisih sedikit, dek. Kamu tenang saja." saut Belle.
"Baiklah kalau begitu. Aku harap kalian tidak berlarut dalam perselisihan ini."
"Dek, ada yang ingin aku sampaikan."
"Tentang hal apa, kak?"
"Besok subuh, aku harus ke Paris." ungkap Belle.
"Tiba tiba seperti itu? Apa kakak punya masalah di Paris? Dokumen kewarganegaraan kakak expired?" tanya Vanka.
"Bukan hal itu, dek."
"Lalu tentang apa?"
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1