
Kita review keseharian Sissy dulu yu.
Mohon untuk kebijakan para pembacanya ya disini. Beberapa episode yang akan datang, ratenya itu 18+ jadi mohon kebijakan dan kerja sama dari para pembaca.
Sissy yang sekarang menjadi bual bualan masa, harus menanggung malu akibat perbuatannya yang seenaknya. Tapi, apakah Sissy sendiri malu? Belum tentu!
Flashback
Saat dirinya dipergoki oleh Nathan, Belle, Bu Lidya, dan yang lainnya, Sissy hanya merasa terkejut. Dan sesudah Nathan memecatnya, Bu Lidya pun mengancam Sissy dan juga pak Tono. Sissy diancam bahwa ia tidak akan bisa bekerja pada perusahaan besar dimanapun lagi. Bagi Sissy hal itu bukan masalah besar baginya.
"Ceraikan aku, mas! Aku sudah muak padamu!" ucap bu Lidya pada pak Tono.
"Baiklah aku akan menceraikanmu!" saut pak Tono.
"Jangan harap kamu bisa mendapatkan harta yang menjadi milikku!" kata bu Lidya.
"Seorang istri macam apa kamu ini? Saat aku menyentuhmu saja kamu bilang lelah karna pekerjaan? Bahkan aku pun sudah tidak bergairah lagi pada tubuhmu!" maki pak Tono.
Bu Lidya sebenarnya sudah tau jika pak Tono belakangan ini sangat sering tidur dengan wanita bayaran diluar sana. Namun, bu Lidya ingin memergoki pak Tono didepan matanya sendiri.
"Urus saja semua para jalangmu!" kata bu Lidya lalu pergi meninggalkan Sissy dan pak Tono.
Selesai kepergian bu Lidya, pak Tono mengunci pintu kamar hotel itu dengan rapat rapat.
"Sissy, kemarilah." ucap pak Tono.
"Om...." ucap Sissy manja dan memeluk pak Tono.
__ADS_1
"Apa kamu takut pada ancaman mantan istriku?"
"Tentu saja tidak, om. Aku sama sekali tidak terpengaruh pada dirinya!" saut Sissy.
"Pak Jonathan sudah memecatmu, dan kamu sekarang tidak punya pekerjaan apa apa lagi. Bagaimana jika kamu bekerja denganku?" tanya pak Tono.
"Bekerja dalam bidang apa om?"
"Dalam hal memuaskan hasrat dan keinginanku."
"Setuju!"
"Tapi kamu jangan lupa ya, sayang. Saat kita bermain, syaratku adalah menggunakan pengaman! Aku tak mau kamu sampai hamil anakku!" ucap pak Tono.
"Tapi tadi kita tidak pakai pengaman!"
"Baiklah, dengan senang hati aku akan melayani dan memuaskan semua keinginanmu, om." kata Sissy.
"Ayo kita mulai lagi."
Sissy dan pak Tono pun melakukan hal "itu" lagi. Bahkan bisa dibilang lebih baik daripada yang tadi.
"Yah om, masa cuma sampai sini?" tanya Sissy.
"Kita akan sama sama keluar......"
"Tunggu......." ucap Sissy.
__ADS_1
Secara tiba tiba, pak Tono menjauh dari Sissy. Ia mengeluarkan semuanya tak di dalam Sissy.
"Seharusnya di dalam saja om, lebih hangat."
"Kamu lupa perjanjian kita? Aku tak mau memiliki anak denganmu!" kata pak Tono.
"Baiklah, lebih baik sekarang kita tidur saja. Aku belum mencapai puncakku, om!" kata Sissy.
"Mau kita melakukannya lagi?"
"Ini sudah 5 ronde om! Dan sudah jam 4, aku ingin tidur! Karenamu aku tak bisa menikmati malam ini."
"Maafkan aku...."
Walaupun permainan mereka selesai, namun tangan pak Tono terus saja menggerayangi tubuh Sissy. Sepertinya Sissy sudah menjadi candu bagi pak Tono.
*
Pagi hari.
Sissy terbangun dengan sangat lemas dan kecewa karna ia tidak bisa menyelesaikan semuanya. Ia terbangun dan pulang ke rumahnya meninggalkan pak Tono.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰