
"Ada apa? Apa yang mau kamu bicarakan sama aku, Ris?" tanya Belle.
"Kamu akan menikah sama Jonathan?" tanya Harris.
"Ya, Ris. Aku akan menikah sama Nathan." jawab Belle.
"Karna apa?"
"Karna aku mencintainya, dan aku memilih Nathan sebagai pasangan hidupku, teman hidupku." jawab Belle.
"Kamu cinta sama Nathan karna apa?"
"Harris! Aku cinta sama Nathan tanpa alasan! Kenapa kamu tanya itu?"
"Belle, come on! Apa selama ini aku ga ada artinya buat kamu?"
"Maksud kamu apaan sih, Ris?"
"Aku suka sama kamu, Belle!" ucap Harris yang terus terang kepada Belle.
"What? Are you n*t?" Belle terkejut atas pengakuan Harris.
(Apa? Apa kamu g*la?)
"Aku serius, Belle. Selama ini aku menyukaimu. Bahkan aku ga berani untuk bilang mengenai perasaanku ke kamu selama ini. Tapi setelah aku tau kalau kamu mau nikah, jujur aku ga rela, Belle." jelas Harris.
"Aku akan menikah sama Nathan, Ris. Ayolah, kamu itu ga lebih dari sahabat."
"Ga bisakah status sahabat berganti menjadi pasangan, Belle?"
__ADS_1
"Ris, jangan gila kamu!"
"AKU WARAS, BELLE! YANG AKU MAU ITU KAMU NIKAH SAMA AKU!" teriak Harris.
"Aku ga bisa, Ris! Aku cintanya sama Jonathan, bukan kamu! Memang aku sayang sama kamu, tapi sebagai sahabat, Ris. Dan aku harap Jonathan ga tau mengenai hal ini!" ucap Belle.
"Kenapa memang kalau Jonathan sampai tau?"
"Itu artinya kamu menantang dia, dan aku ga mau hal itu terjadi!"
"Jonathan pasti akan mengerti hal ini, Belle. Dalam persahabatan perempuan dan laki laki itu, pasti akan ada yang namanya persahabatan murni!"
"Tapi saya anggap persahabatan kita murni!" jawab Belle dengan nada membentak karna sudah merasa canggung dengan Harris.
"Kak, ayo!" kata Vanka yang baru datang menghampiri mereka.
"Kita pergi makan siang berdua aja, dek. Harris tidak jadi ikut." ucap Belle yang langsung masuk ke dalam mobilnya.
*
"Kak, kakak kenapa bentak kak Harris tadi?" tanya Vanka.
"Harris ga profesional, dek. Kakak terpaksa membentak Harris."
"Ga profesional gimana?" tanya Vanka menyelidik.
Belle yang tidak ingin memberitahu Vanka bahwa Harris menyatakan cinta kepadanya, berusaha mengubah topik pembicaraan mereka.
"Bagaimana penyelesaian sidang kamu, dek?" tanya Belle.
__ADS_1
"Tadi aku udah dapat info jadwal sidang kak dari administrasi kampus." jawab Vanka.
"Kakak yakin kamu pasti bisa menyelesaikan pendidikanmu dan mengejar cita citamu."
Vanka tidak bertanya lagi mengenai Harris karna Vanka sangat tau melihat wajah Belle yang biasanya sangat tenang menjadi marah.
##############################
Hari ini, Belle meminta Nathan untuk memanggil Richard.
"Kenapa kamu minta aku manggil Richard, beb?" tanya Nathan.
"Aku mau menggabungkan Y Hotel dengan resortmu yang di USA, sayang." jawab Belle.
"Tiba tiba? Kenapa? Bukankah kamu sudah meminta Harris untuk memonitori perusahaan lewat sistem?"
"Aku sudah memintanya, tapi aku ga mau kamu fokus kamu terbagi bagi, sayang. Nantinya untuk dunia balapmu, perusahaanmu, dan bahkan juga untuk keluarga. Bukan aku ingin menguasai perusahaanmu."
"Aku paham. Baiklah aku setuju untuk menggabungkan kedua perusahaan kita. Tapi apa Y Hotel tidak rugi bila gabung sama resortku yang baru dirintih?"
"Tidak masalah, Nath. Kita bisa menghidupkan bisnis kita secara bersamaan."
"Baiklah aku dan Richard akan segera mengurusnya, sayang. Apapun akan aku berikan dan lakukan untukmu."
"Gombal kamu, Nath."
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
__ADS_1
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰