Love Racer

Love Racer
#09


__ADS_3

Di rumah sakit, Jonathan mengajak Belle mengobrol ketika sedang terlihat sibuk dengan laptop yang ia bawa.


" Pekerjaan lo apa?" tanya Jonathan.


" Chef." jawab Belle.


" Dimana?"


" Banyak nanya lo! Diam, gue lagi kerja."


" Chef kan juru masak, kerjaan lo di dapur. Lo masak pakai laptop?"


" Lo mau diam atau gue keluar?" ketus Belle.


Jonathan pun akhirnya terdiam. Ia tak mengganggu Belle lagi yang sedang sibuk dengan urusannya di Paris. 2 hari lagi, ia harus kembali ke Paris karna visa yang dia ajukan sudah habis. Begitu ia tau bahwa TJ Design membatalkan kerja sama dengan Y Hotel, Belle ingin segera kembali ke Paris, namun ia terpaksa mengikuti hati nuraninya yang berbicara tentang kemanusiaan untuk menolong seorang korban kecelakaan.


" Belle, gue mau makan, lapar." ucap Jonathan.


" Dih, memang gue ibu lo! Tinggal minta suster aja!"


" Gue bosan sama makanan rumah sakit."


" Terus lo minta gue traktir makan di luar? Enak aja! Gara gara tolong lo kemarin, investor gue jadi marah karna gue ga datang!"


" Thanks, lo udah bantu gue. Anggap hutang aja deh, gue lapar banget Belle."


" Coba lo kaya gini, lebih ramah sama gue dari awal."


" Kenapa? Lo bakal suka sama gue?"


" Tau ah!" Belle pun meninggalkan Jonathan di dalam kamarnya.


" Belle! Tungguin gue!" teriak Jo yang tak di dengar oleh Belle.


Tak lama, Belle kembali dengan mendorong kursi roda.


" Duduk." suruh Belle pada Jonathan yang menunjuk ke kursi roda yang dibawanya.


" Gue kira lo kemana Belle."


" Kenapa takut kehilangan gue lo?"


" Kok sekarang jadi lo yang baperin gue sih?"


" Lo aja yang ke baperan!"


Belle pun mendorong kursi roda dan membawa Jonathan ke taman di rumah sakit.


" Lo tunggu sebentar, gue mau beli makan." ucap Belle.


*


*


" Ni. makan."

__ADS_1


" Gue ga bisa pegang sendok, Belle."


" Pakai tangan lo yang lain bisa kan?"


" Ga bisa."


" Memang tangan lo patah dua duanya?"


Akhirnya Jonathan makan dengan tangan sebelahnya secara terpaksa. Karna melihatnya kesulitan, Belle menyuapinya makan.


Disisi lain, Jovanka dan Rebecca temannya, mencari Jonathan di seluruh rumah sakit.


" Ini RS terakhir, re. Kalau kakak lo ga dirawat disini juga, gue nyerah bantu lo." ucap Rebecca.


" Gue yakin pasti ketemu." jawab Jovanka dengan yakin.


Ketika mobil hendak menuju ke arah parkir, Vanka melihat seseorang yang sudah tak asing baginya sedang duduk tak berdaya.


" Stop stop!" ucap Jovanka secara tiba tiba membuat Rebecca segera menginjak rem dengan mendadak.


" Kenapa lo?"


" Gue lihat kak Jo. Lo parkir aja dulu, gue mau susul kak Jo."


Jovanka terlihat berlari menuju seseorang tersebut.


" Jonathan!" panggil Vanka.


Jonathan dan Belle menoleh ke arah sumber suara.


What? Sayang? Belle hanya terdiam melihat kedekatan kedua orang tersebut. Ia lebih memilih diam karna ia tidak tau bahwa Jovanka adalah adik Jonathan.


" Dia siapa?" tanya Jovanka.


" Ah, dia Belle temanku." jawab Jonathan.


" Biar saya luruskan, saya menolongnya saat kecelakaan dan membawanya ke sini." kata Belle.


" Kenapa polisi mencari nama Jonathan Tanujaya di RS ini, tapi tidak menemukannya?" tanya Vanka.


" Saat itu saya ga tau jika namanya Jonathan. Jadi saya mengisi datanya dengan nama teman saya, Haris." jelas Belle.


Tiba tiba, ponsel Belle berdering. Belle menatap layar ponselnya dan ternyata Haris menelepon. Ia pun permisi kepada dua orang itu untuk mengangkat panggilan.


Jovanka terus saja bertanya kepada Jonathan mengenai Belle. Dia mencecar Jo dengan berbagai pertanyaan.


" Dia temanku sayang. Kami baru saling mengenal." ucap Jonathan pada Vanka.


" Tapi kau menyukainya kan kak?" tanya Vanka.


" Mana ada? Dia yang tergila gila padaku."


" Aku melihat itu dari matamu. Memancarkan C I N T A. " ucap Vanka meng-eja kata CINTA.


" Anak kecil tau apa kamu?"

__ADS_1


" Maaf sepertinya saya harus segera pulang. Ada hal penting yang saya harus selesaikan." pamit Belle saat kembali setelah berbicara dengan Haris.


" Pulang ke rumah atau ke negara asli lo?" tanya Jonathan.


" Gue harus segera pulang ke Paris. Perusahaan gue mengalami masalah." jawab Belle.


" Bukannya lo itu Chef? Kenapa mengurusi perusahaan?"


" Lo ga tau dan belum mengenal gue."


" Lo tega gue sendirian disini?"


" Kan lo sekarang udah ada yang menjaga."


" Siapa? Jovanka?"


" Hm."


" Mana mau anak kecil ini menemani gue disini?"


" Salah lo sendiri pacaran dengan bocah!"


" Dia adik kandung gue, Belle. Jovanka Tanujaya." jelas Jonathan.


" Ya itu sudah ada adik lo disini. Gue harus segera pergi. Permisi."


" Thanks for everything, Belle. Gue harap kita bisa bertemu lagi."


Belle hanya mengangguk dan segera mengambil tasnya.


Tak disangka Jovanka mengejarnya.


" Kak Belle!"


" Ya?"


" Boleh minta kontak kakak?" tanya Vanka sambil memberi ponselnya pada Belle.


" Boleh." jawab Belle mengambil ponsel Vanka dan mengetik nomornya.


"Aku pakai provider Paris. Kau wa saja ke nomorku." kata Belle.


" Terimakasih sudah merawat kak Jo. Safe flight kak!" kata Jovanka.


" Thanks Van."


Belle pun meninggalkan rumah sakit dan langsung segera ke rumah untuk mengambil barang barangnya. Setelah itu, ia langsung menuju bandara dan terbang ke Paris.


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2