Love Racer

Love Racer
#34


__ADS_3

Richard mengundang timnya untuk datang ke Y Hotel langsung.


"Di kantor saja. Di lantai 9." kata Belle.


"Dimana ruanganmu, babe?" tanya Nathan.


"Ruanganku ada di lantai 9 juga, sayang."


Belle menunjukkan ruangannya yang memiliki konsep berbeda. Ruangan Belle berada ditengah tengah ruangan sehingga membuat meja meja kerja staff kantor Y Hotel mengelilingi ruangannya.


"Kalian kerjakan saja disini. Dan bila butuh apa apa, minta saja pada Mel." ucap Belle pada Richard dan timnya.


"Ok bu." jawab Richard.


"Mel, tolong perhatikan mereka. Kalau ada pertanyaan atau yang lainnya, telepon saja aku. Aku mau keluar sebentar." kata Belle.


"Baik bu."


Harris lewat di hadapan Nathan dan Belle. Bahkan Harris melihat bahwa banyak pegawai dari perusahaan Jonathan datang ke Y Hotel secara langsung.


"Ris?" sapa Jonathan yang berpura pura tidak mendengar sapaan Nathan.


"Kamu lapar ga? Mau makan?" tanya Belle pada Jonathan.


"Kamu tau aja aku lapar. Istri idaman deh!" canda Nathan.


"Soon, babe. Ayo kita masak bersama."


"Dapur resto kan sedang ada yang kerja." ucap Nathan.

__ADS_1


"Disini ada dapur untuk makanan tamu hotel, sayang. Kita bisa pakai dapur itu. Bahkan pegawai kantor saja banyak yang makan di dapur itu." saut Belle.


"Oh...... Aku kira kamu mau ajak aku ke kamar yang bisa masak dan ada dapurnya." kata Nathan.


"Niat awalku memang itu, tapi nanti kamu bablas dan lupa diri."


"Astaga sayang, aku tau batas, ga mungkin aku menyakiti orang yang sangat aku cinta. Dan, aku ga tertarik sama Free S*x ya walaupun aku terbiasa hidup di luar, tapi itu bukan tipe aku banget." jawab Nathan.


"Aku bercanda, Nath. Sebenarnya, kalau kita masak di kamar hotel, bahan bahan masakannya siapa yang mau menyiapkan? Lebih baik kita masak di dapur."


"Kamu ini, Belle, memancing aku terus."


##############################


"Hi Miss!" sapa salah satu chef di dapur itu yang sedang memasak.


"Hi, Chef! Saya pinjam dapur sebentar ya." ucap Belle.


"Sini, Nath!" ajak Belle.


"Dia bisa bahasa Indonesia?" tanya Nathan.


"Dia asli Jogja."


"Hotelmu ini banyak pegawai Indonesia ya?" tanya Nathan.


"Ya begitulah, karna aku kasihan melihat para WNI banyak yang mengadu nasib di negeri orang, jadi aku buka lowongan untuk WNI. Lagi pula, orang yang bekerja disini itu semua sudah punya sertifikat di berbagai bidangnya, Nath."


"Uwuhh ga salah aku pilih pendamping hidup, kamu sangat sangat peduli sama orang lain. Oh ya, kenapa Harris tadi ga jawab sapaanku ya, beb?" tanya Nathan.

__ADS_1


"Kamu mau makan apa?" tanya Belle.


"Kamu kenapa sih sama Harris? Vanka juga cerita sama aku kalau kamu membentak Harris, saat Harris datang ke rumah. Kamu juga seperti ga ingin bergantung pada Harris lagi mengenai perusahaan ini. Dan sekarang Harris ga jawab sapaan aku. Kenapa kamu selalu mengubah topik saat aku tanya Harris, sayang?"


"Mungkin dia lagi badmood aja kali, beb."


"Terus kamu kenapa tiba tiba bentak dia?"


"Nathan, saat itu Harris ga profesional, jadinya aku marahin dia."


"Ga profesional gimana?"


"Sudah, lupakan soal Harris. Ayo kita masak aja." ajak Belle.


"Bahkan saat Vanka bertanya seperti itu, kamu juga mengubah topik pembicaraan."


"Aku ga mau bahas Harris, sayang! Kamu ngerti kan maksud aku?"


"Belle, sayang, please jujur sama aku. Ada apa sebenarnya?" tanya Nathan.


"............." Belle terdiam akan ucapan Nathan.


"Sayang?...... Baiklah jika kamu belum mau cerita sama aku, ga papa. Aku tunggu kamu siap. Ayo kita masak."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading

__ADS_1


See you at the next chapter. 🥰


__ADS_2