Love Racer

Love Racer
#62


__ADS_3

Pagi harinya, mereka terbangun cukup telat dari biasanya.


"Selamat pagi, istriku sayang....." ucap Nathan mengecup kening Belle.


"Morning, Nath." jawab Belle.


"Aduh kamu ga ada romantis romantisnya deh! Masa panggil aku nama aja!" keluh Nathan.


"Terus kamu maunya aku panggil apa?"


"Oppa!"


"No! Oppa itu hanya untuk orang tampan kaya Song Joongki dan Oppa Minho!" jawab Belle.


"Wajahku itu 11 12 sama oppa oppamu itu!"


"Sangat berbeda, sayang... Mereka jauh lebih tampan darimu, suamiku. Tapi aku hanya cinta 1 pria di dunia ini, yaitu kamu!"


"So sweet.......!!! Makasih sayang, kamu sudah berikan hartamu yang paling berharga padaku."


"Itu merupakan kewajiban dan hakmu, beb."


"I love you so much!" ucap Nathan.


"I love you forever, my husband."


Akhirnya, mereka secara resmi sudah menjadi suami istri yang sempurna. Tanpa adanya gangguan dari pihak luar, Belle dan Nathan rasa honeymoon mereka berhasil.


"Sayang, boleh aku cek ponselku sebentar?" tanya Belle.


"1 minutes, babe."


"Ok!"

__ADS_1


Belle mengecek ponselnya yang terdapat banyak sekali telepon dan pesan dari Mel maupun Harris.


"Astaga!"


"Kenapa?" tanya Nathan.


"Babe, 112 pesan, dan 55 miscall." ucap Belle.


"Biarkan aku cek ponselku juga."


"Silahkan."


Nathan juga melihat ponselnya yang ia tinggalkan sejak kemarin. Berbagai panggilan, email, dan juga pesan terdapat di ponselnya.


"Lebih banyak pemberitahuan di ponselku, babe. Isinya panggilan Richard dan Albert, sama Antonio juga." ujar Nathan.


"Mau kita sudahi kesepakatan kita?" tanya Belle.


"Baiklah baiklah, aku milikmu, sayang." jawab Belle.


###################################


Di waktu yang bersamaan, Jovanka bekerja ditemani oleh Dennis karna Belle sedang tidak di kantor. Semua pekerjaannya di handle oleh Dennis yang dibantu oleh Vanka. Walaupun ia hanya membantu sedikit, tapi itu sangat berarti untuk Dennis.


"Dek, ayo kita lunch bareng!" ajak Sissy pada Vanka.


Vanka pun mengikuti ajakan Sissy untuk makan bersamanya dikantin perusahaan. Sissy sangat ingin mencari tahu tentang Antonio melalui Vanka.


"Ponselmu itu bisa ditaruh sebentar ga, dek? Kita lagi makan loh ini, jadi tolong hargai makanan di depan kita." ucap Sissy memberikan wejangan pada Vanka yang saat itu terus menerus melihat pada ponselnya.


"Maaf kak, akan aku taruh." jawab Vanka.


Ya, Vanka memang sedang chatting dengan Antonio yang sudah kembali ke negara asalnya dan bersiap untuk pertandingan yang akan datang. Dalam pertandingan ini, Nathan juga mengambil cuti untuk menikah, sehingga ia tidak berpartisipasi dalam laga ini.

__ADS_1


"Kamu ga sesak, dek pakai baju tertutup seperti itu?" tanya Sissy.


"Sudah biasa seperti ini, kak."


"Fashionmu saat dipernikahan kakakmu, itu bagus sekali. Dan karna kamu lumayan lama di luar juga, kamu tau dong kultur disana itu seperti apa? Free...."


"Apa boleh ke kantor pakai baju yang terbuka kak?"


"Bukankah ini perusahaan milik papamu? Kamu bebas mau melakukan apa saja disini, dek."


"Ah baiklah, akan aku coba, kak."


*


"By the way, teman teman kakakmu yang datang ke pernikahannya kemarin, rata rata orang eropa semua yah?" tanya Sissy.


"Sepertinya iyah, kak. Aku juga kurang gitu mengenal teman kak Nathan, sih." jawab Vanka.


"Tapi para bule itu terlihat maskulin banget tau.... Ga bosan aku selama dipernikahan kakakmu kemarin."


"Baguslah kalau kakak ga bosan."


"Tamu yang datang itu pebalap juga bukan yah dek?"


"Mereka semua pebalap teman kakakku."


TO BE CONTINUE


Gimana ceritanya sejauh ini?


Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading


See you at the next chapter. 🥰

__ADS_1


__ADS_2