
Sudah 2 hari, Belle belum membuka matanya. Dahulu, Belle yang merawat Jonathan di rumah sakit karna kecelakaan dan ia sangat khawatir dengan kondisi Jonathan. Namun, sekarang keadaan berbalik, Jonathan dan Vanka lah yang merawat Belle.
"Please wake up." lirih Jonathan.
(Aku mohon bangun.)
"Kak, papa datang dan ingin bicara." ucap Vanka.
Jonathan tak menyangka bahwa sang papa rela datang ke Paris untuk menyelesaikan permasalahan istrinya itu.
"Nath, papa sudah menemui Jack, orang suruhan mama di lapas tadi." kata Abimanyu secara jujur pada Jonathan.
"Terus bagaimana pah?" tanya Jonathan.
"Pengacara bilang bahwa Jack kemungkinan akan dibebaskan karna dia hanya orang suruhan, sedangkan mama, harus menerima hukuman." ucap Abimanyu.
"Tidak pah, yang mencelakai Belle hingga seperti ini adalah perbuatan tangan Jack. Aku mau Jack yang dihukum pah."
"Papa juga mau seperti itu, nak. Tapi mama juga harus bertanggung jawab."
"Kali ini mama sudah keterlaluan, pah. Vanka ga bisa memaafkan mama. Dahulu, Vanka yang mama celakai, sekarang kak Belle." ucap Vanka.
"Sudahlah, kejadian itu juga sudah lewat." kata Abimanyu.
__ADS_1
"Tapi hal itu pasti membekas dipikiran Vanka pah. Apalagi saat itu, Vanka membutuhkan psikolog!" jawab Jonathan yang membela adiknya itu.
"Kami kecewa sama mama!" ungkap Vanka.
"Papa juga kecewa dengan mama kali ini. Tapi, tak terlibat dengan perilakunya, dia adalah ibu kandung kalian. Mama yang melahirkan kalian, dan merawat kalian sampai besar." jelas Abimanyu.
Vanka dan Nathan tidak memiliki jawaban untuk menjawab kata kata penjelasan dari Abimanyu.
"Papa tau mama salah, dan terlebih untuk Nathan. Papa paham dengan kalian yang merasa sangat sangat kecewa dengan mama. Papa berjanji akan mencari tau penyebab mama melakukan hal itu."
Setelah memberikan nasihat untuk anak anaknya, Vanka pulang ke rumah Belle untuk mengambil pakaiannya dan perlengkapan yang mungkin akan dibutuhkan oleh Belle.
Keajaiban pun terjadi. Belle mulai membuka matanya pasca operasi. Nathan yang melihat hal itu sangat bersyukur atas keajaiban yang terjadi ini.
##################################
Haris datang untuk menjenguk Belle. Ia pun juga ingin menyampaikan sesuatu kepada Belle, namun Haris mengatakannya kepada Nathan. Mengingat kondisi Belle saat ini masih lemah, Haris tak mau menambah beban bagi Belle.
"Ada paket di kantor untuk Belle." ujar Haris.
"Paket apa?" tanya Nathan.
"Paket karangan bunga!" jawab Haris yang mulai menaikkan nada bicaranya.
__ADS_1
"Dari siapa? Bagus dong, itu artinya orang yang mengirimnya sangat ingin bos mu itu sembuh!"
"Pengirimnya ingin agar Belle cepat mati! Dia mengirimkan tulisan TURUT BERDUKA CITA!" jelas Haris yang memang sudah tau dari mana asal paket itu.
"WHAT? Apalagi yang diperbuat maMA!" bentak Jonathan.
"Nyokap lo itu...... Sungguh luar biasa! Luar biasa jahatnya! Lebih baik lo jauhi Belle. Selama ini dia tidak pernah celaka sampai seperti sekarang! Itu sebelum dia pacaran sama lo!" ucap Haris yang langsung meninggalkan Jonathan yang mematung sendiri.
Jonathan kembali ke kamar Belle, dan melihat Belle yang menderita karna kejadian ini.
"Maafkan mamaku, Belle." lirih Jonathan.
Belle hanya menggerakkan tangannya saja. Ia masih belum bisa berbicara banyak karna saat akan mengeluarkan suara, rasa sakitnya semakin menjadi jadi.
"Belle, aku harus pulang ke Indonesia. Kamu disini sama Vanka dulu. Aku akan kembali secepatnya, ya?" pamit Jonathan.
Belle memberi jawaban melalui kedipan matanya.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
__ADS_1
See you at the next chapter. 🥰