
Perhatian untuk pembaca yang belum berusia 18 tahun ke atas, silahkan meninggalkan page ini. Karna dalam page ini mengandung unsur 18+. Mohon kebijakan dari kalian ya terimakasih dan selamat membaca.
######################################
Nathan dan Vanka POV
"Kak, ngapain kita mau melabrak kak Sissy di hotel?" tanya Vanka.
"Dia sudah janjian dengan Pak Tono. Kamu tau kan pak Ton9 suaminya bu Lidya? Dia memanfaatkan pak Tono untuk semakin berjasa dan berkuasa pada perusahaan kita."
"Terus hari ini kita jadi mata mata?"
"Bukan! Hari ini kita mau jadi satgas untuk mengrebek Sissy yang sedang berbuat mesum." jawab Nathan.
"Kak Sissy pakai cara seperti itu untuk berhasil dalam proyek?"
"Ya, sekarang kamu tau kan bagaimana aslinya Sissy si ular itu? Karna itu aku melarangmu berteman dengannya!"
################################
Akhirnya, mereka semua tiba di Lobby hotel. Nathan dan yang lainnya menghampiri Gerald.
"Bro." sapa Gerald.
"Ini serius kita banyakan seperti ini?" tanya Gerald
"Hm, Vanka dan Dennis hanya mengikuti dari belakang saja." saut Nathan.
"Baiklah. Pak Tono sudah masuk ke kamarnya."
"Ayo kita temui Ester dulu." ajak Nathan.
Nathan menemui temannya itu terlebih dahulu untuk meminta izin melakukan hal ini di hotelnya.
__ADS_1
"Est, gue izin menjajah hotel lo sebentar saja." ucap Nathan.
"Lo perlu apa lagi sekarang?" tanya Ester.
"Gue perlu izin dari lo untuk Dennis dan Vanka yang akan memantau CCTV hotel lo."
"Silahkan." jawab Ester.
"Pak Tono dikamar berapa, Est?" tanya Nathan.
"Dia di kamar 213, Than. Istrinya pak Tono mana? Belum sampai?"
"Belum."
"Nanti lo ikut ke atas Est?" tanya Belle.
"Ga, Belle. Gue ga mau ikut campur urusan kalian. Dan pak Tono itu urusan istrinya. Gue hanya membantu kalian saja." jawab Ester.
Tiba tiba saat sedang asik bicara dengan Ester, Dennis memberitahu pada yang lainnya bahwa Sissy sudah ada di lobby dan sedang bertanya di resepsionis.
Sambil membawa tas dan paper bag ditangannya, Sissy naik ke lantai atas untuk bertemu Tono. Orang orang yang berada di bawah masih menunggu kehadiran bu Lidya.
Fokus Sissy dan pak Tono.
Sissy mengetuk pintu kamar pak Tono.
Tok tok tok
Klik.
Pak Tono membukakan pintu untuk Sissy masuk.
__ADS_1
"Malam, sayangku..." sapa Sissy.
"Malam juga wanitaku..." jawab pak Tono.
"Aduh kamu sudah bersiap siap ni?" ledek Sissy.
"Tentu saja aku sudah bersiap siap untuk menerimamu dan bersatu denganmu malam ini." jawab pak Tono.
Pak Tono hanya menggunakan handuk yang menutupi pinggangnya kebawah. Sissy secara langsung memegang kepunyaan pak Tono. Sedangkan pemiliknya sangat kaget karna ulah Sissy sangat terus terang.
"Oh dia sudah tegang?" tanya Sissy.
"Semakin tegang bila kamu pegang, sayang!" saut pak Tono.
"Baiklah kita akan bersenang senang malam ini. Dan aku akan memberikan kenikmatan yang pasti tidak kamu dapatkan dari istrimu!" ucap Sissy.
"Ayo segera aku sudah semakin tidak sabar."
"Aku mau mandi dulu sebelum kita memulainya." ucap Sissy.
Tak berlama lama, Sissy mandi. 10 menit kemudian ia sudah keluar dari kamar mandi dengan memakai lingerie ketat dan seksi yang dimilikinya. Tanpa bra ia memamerkan bentuk tubuh dan *********** dihadapan Tono. Dari balik handuk yang menutupi milik Tono, itu sudah sangat menonjol ke depan.
Penasaran? Next Page ya.... Di next page, aku akan buat sebisa mungkin dengan jelas dan membawa para pembaca menikmati ceritanya juga.
Semoga lulus review sama pihak NT amin.
TO BE CONTINUE
Gimana ceritanya sejauh ini?
Author mohon jangan pelit like yach. Hope you guys like this. Thank you for reading
See you at the next chapter. 🥰
__ADS_1