Love With Calon Ipar

Love With Calon Ipar
Sifat Asli Kinan.


__ADS_3

"Apa yang telah dilakukan Aditya padamu Alya?"


Alya menunduk, dia tak bisa menjawab semuanya di depan Satria. Wanita itu hanya bisa menitikkan airmata bersalah.


"Jawab pertanyaan bunda, Alya?"


Aditya yang mendengar Bunda memaksa Alya dia segera keluar dengan menahan sakit di sekujur tubuhnya.


Aisyah dan Damar terkejut melihat kondisi Aditya yang menyedihkan.


Namun demi mendengar pengakuan Alya, Aisyah berusaha untuk tidak menghiraukan kondisi Aditya, jika memang kesalahannya fatal, Aditya pantas menerima hukumannya.


"Alya ayo jawab Nak? Apakah anak yang aku besarkan dengan kedua tanganku, aku gendong, aku timang, dan setiap saat aku panjatkan doa terbaik lalu aku tiup di keningnya kini tumbuh menjadi anak yang memalukan?"


"Aditya hanya bisa menunduk, Alya dan Satria juga memilih Diam.


Aisyah terlihat shock dia lalu menghempaskan tubuhnya di sofa.


"Jika Alya tidak bisa menjelaskan, sekarang Aditya harus menjelaskannya. Ayah tidak mau kalian menjadi anak yang memalukan."


"Aditya yang salah Yah, Aditya masih belum bisa melupakan Alya. Sulit bagi Aditya untuk melupakan semuanya."


"Terus mau kamu apa? jadi lelaki biadab? dengan tidak tahu malunya menodai adik iparnya sendiri ketika istrimu hamil besar?"


"Tidak Ayah."


"Terus apa yang kau inginkan?"


"Tidak ada ayah, Aku masih tidak rela melepas Alya."


"Plakk!"


Damar memukul pipi anaknya.


Aditya hanya bisa menunduk, tanpa berani melawan sedikitpun. Aditya mengelus pipinya yang makin sakit setelah terkena bogem Satria.


"Alya, Maafkan kelakuan Aditya, Maafkan anak-anak kami yang menyusahkan mu, semua yang terjadi memang tak sesuai rencana. Tapi Ayah lihat kamu dan Satria mulai bisa menerima satu sama lain. Itu bagus."


Alya tersenyum menatap mertuanya sekilas lalu menggamit lengan Satria.


"Satria, Ayah izinkan kamu bawa Alya tapi Ayah tidak izinkan sekarang, baiknya tunggu sampai besok pagi, ini sudah malam."


"Ayah kamu benar Sat," kata umi mendukung.

__ADS_1


Damar segera mengambil koper di tangan Satria dan menyandarkan di sofa.


"Alya dan Satria saling pandang lalu dia duduk di sofa.


Bibi mengantarkan minuman yang serupa dengan yang diminum semalam oleh Alya.


"Nona, minuman ini bibi yang buat dan yang mengantarnya kesini, jadi tidak ada obat apapun di dalamnya. mungkin yang ada obat penambah cinta aja, Biar Den Satria dan Nona Alya makin lengket.


"Bibi bisa aja." Alya mencubit kecil lengan bibi.


"Diminum, Non, dijamin seger."


***


Diluar mulai hujan, Aditya tidak perduli Kinan ada dimana, yang dia perdulikah sekarang hanya luka lebam ditubuhnya.


"Alya sepertinya aku tidak sanggup berjuang sendiri, kamu sudah berubah dengan rencana kita. baiklah, jika kamu anggap bersama Satria adalah pilihan terbaik. Aku akan berusaha melupakanmu mu mulai detik ini juga," gumam Aditya, sambil menggigit bibirnya saat dia membersihkan lukanya sendiri dengan alkohol.


"Arggg!! ini perih sekali, kemana wanita sialan itu," erang Aditya sambil mencari Alya pada setiap sudut kamar.


"Pamitnya ke rumah ibu, tapi jam segini belum balik. nggak pake kasih kabar lagi."


Aditya akhirnya meraih gagang telepon di nakas, hanya untuk memastikan kalau Kinan menginap di rumah orang tuanya. bagaimanapun Kinan sedang mengandung anaknya, meski keyakinan Aditya hanya sebesar dua puluh persen.


"Halo Asalamualaikum, Bapak."


"Oh belum Pak, usia kandungan Kinan masih tujuh."


"Oh, aku kirain dia melahirkan sekarang, soalnya keluarga kami ada keturunan lahir prematur."


"Nggak Pak, aku cuma pengen tau kabar bapak aja. apa bapak sehat."


"Iya, Bapak Sehat. Kalau kamu nggak sibuk, maenlah kesini ajak Kinan juga, bapak sudah sangat kangen."


"Iya Pak, tapi untuk minggu-minggu ini tidak bisa. Adit lagi sibuk banget."


"Oh, ya sudah, kalau gitu biar bapak aja yang kesana kapan-kapan."


"Kalau gitu bapak istirahat saja, selamat malam Pak, wasalamualaikum wr wb."


"Waalaikum salam."


Aditya menarik nafasnya panjang setelah meletakkan ponselnya diatas nakas.

__ADS_1


"Wanita itu sungguh pembohong handal, katanya mau ke rumah orang tuanya, tapi dia malah tak ada disana. Kemana dia? apakah malam ini dia juga tak pulang. Kinan aku semakin yakin kalau anak itu pasti hasil mesum kamu bersama laki-laki lain di luaran sana."


Aditya meneruskan mengoles salep pada lukanya. lalu membaringkan tubuhnya di ranjang dengan tubuh bersandar di salah satu sisi ranjang.


Aditya mengambil foto-foto Alya dan dirinya saat masih sering liburan di pantai.


Alya, sampai kapanpun mungkin tak akan kutemukan wanita sebaik kamu, setia, cantik dan mampu menyenangkan hati ini." gumam Aditya. Dielusnya foto yang sengaja diperbesar hingga sepuluh R itu.


Aditya lalu memasukkan ke dalam nakas dan mengunci, tak lupa menyembunyikan kunci ke tempat yang aman.


Tak satupun barang yang berhubungan dengan Alya tersia-siakan. Aditya menyimpannya dengan rapi.


Aditya berusaha untuk memejamkan mata, semoga esok hidupnya akan lebih baik dan menemukan jalan ketenangan.


***


Seorang lelaki bertubuh atletis duduk di sofa dengan tubuh hanya berbalut celana bokser diatas lutut, dada bidangnya terpampang nyata tanpa sehelai penutup memamerkan bulu dada.


Mulutnya meniup-niupkan asap rokok ke udara. Sedangkan tangannya merengkuh tubuh wanita pemilik perut buncit yang nampak letih.


"Kamu pasti sangat merindukanku. sampai kau datang padaku."


"Aku lelah selalu tak dianggap, kukira jika dia tahu aku hamil aku bisa merebut hatinya. tapi sepertinya aku hanya terlalu berharap." Kinan menangis mencurahkan semua isi hatinya.


"Ini salahmu Kinan, kau terlalu memaksakan diri untuk menikahi bos kamu itu. Andaikan kau sejak awal memilihku pasti aku akan membahagiakanmu," kata lelaki yang menjadi kekasih gelap Kinan itu.


"Memilih kamu? tidak mau, sudah berapa cewek yang pernah kau jadikan pemuas hasrat mu." Aku tak punya mental yang kuat untuk menerima kenyataan itu. Aku wanita yang selalu mencintai dengan hati.


"Hahaha benarkah? Apa kau yakin mencintai Aditya dengan hati? sepertinya kau harus meralat kata katamu, kau mencintai lelaki karena jabatan, dan uangnya saja Kinan."


"Tidak Rendi Aku benar benar jatuh hati pada ketampanan Aditya, dan cintaku padanya tulus."


"Lantas kenapa kau mau menghabiskan waktumu denganku malam ini, apa kau tidak takut jika dia menghabiskan malamnya bersama mantannya."


"Ya, demi membuatnya bahagia dan mengambil simpatinya, aku rela memberinya ide gila dan dia sekarang pasti sedang menikmati tubuh mulus mantannya itu."


"Gila! aku tidak percaya kamu sangat bodoh Kinan."


Rendi menarik dagu Kinan dan melahap dengan rakus bibir tebal wanita yang pernah dipacarinya itu.


Kinan melenguh ketika oksigen di paru-parunya nyaris habis.


"Jadi kau kemari karena kesal dengan suamimu itu."

__ADS_1


"Ya, aku merindukanmu, aku beralasan ke rumah orang tuaku. tapi mana peduli dia, aku mati pun mungkin tak akan pernah dicari."


"Kasihan sekali kamu Kinan, padahal aku dulu sangat ingin menjadikanmu ibu dari anak anakku." kata Rendi kembali mengecupi wajah Kinan dengan bertubi-tubi. Rendi mendekap tubuh Kinan lalu membawanya ke ranjang. mereka mulai kembali pergumulan panas setelah babak pertama tadi.


__ADS_2