Love With Calon Ipar

Love With Calon Ipar
Alya hamil, Naina mual.


__ADS_3

Satria dan Alya memilih untuk menjadi penonton dari kejauhan.


Melihat Naina yang perlahan luluh dengan perhatian Arka, Satria juga sangat senang, setidaknya sahabat terbaiknya bisa bersama wanita yang diinginkan.


"Mas, aku juga mau makan kue buatan kamu, pasti rasanya sangat enak."


"Pasti donk." Satria dengan bangga menunjukkan kue buatannya.


Brownies coklat berukuran mini terlihat begitu nikmat, Alya tidak sabar untuk mencicipi kue buatan suaminya.


"Sayang aku suapi ya?" Satria terlihat bersemangat memberikan suapan pada Alya.


Alya mengangguk dan membuka mulutnya lebar-lebar. "Gimana Sayang? apakah kamu suka dengan rasanya?"


"Mas, enak banget." Alya menunjukkan jempolnya.


"Pasti dong, aku buatnya ini spesial untuk kamu sayang." Satria mengambil serpihan kue yang menempel di pipi istrinya.


"Alya segera memakan dengan lahap, entah kenapa dia tiba-tiba saja suka sekali dengan makanan yang ditambah coklat, saat kue tinggal sedikit.


"Kenapa sayang?"


"Kok nggak ada cincinnya ya?"


"Mau cincin?"


"Nggak berharap, tapi kalau ada juga mau. biar romantis seperti Naina dan Arka.


Satria memeluk tubuh istrinya, mengecup bibirnya pelan.


"Buat kamu juga ada kok sayang, tenang saja," Satria mengeluarkan cincin bermata putih dari sebuah kotak beludru warna merah.


Meski tak semahal pemberian Arka pada Naina, tapi tetap saja cincin itu berharga bagi Alya karena Satria membelinya dalam kondisi sulit.


"Sayang apakah kamu suka?"


"Iya, Mas aku suka.


"Syukurlah kalau suka." Satria kini duduk diatas rumput hijau bersama Alya. Alya terus saja memandangi cincinnya.


"Mas, cincin ini bentuknya bagus dan unik, aku suka, tapi Mas beli cincinnya dimana?"

__ADS_1


"Aku sebenarnya sudah membeli beberapa hari yang lalu. aku ingin kamu memakainya saat kita dinner romantis seperti malam ini, tapi kayaknya romantis kita kurang ya, kita lebih banyak jadi obat nyamuk untuk Arka dan Naina.


" Ehm, Mas ada ada saja.


Usai dinner romantis di sebuah taman, Alya segera minta pulang, tubuhnya mendadak mual dan ingin muntah, Alya takut kalau dia keracunan karena terlalu banyak memakan kue brownies sendirian. ya Alya takut ada bahan yang kedaluarsa.


"Sayang, benarkah kamu ingin muntah?"


"Iya Mas," tubuh Alya mendadak layu, dia merasakan perutnya bergejolak semenjak usai makan kue tadi, walaun penyebab aslinya belum diketahui.


Hal yang sama dirasakan oleh Naina.


Dua lelaki tampan itu sampai berprasangka buruk pada bahan yang dijual untuk membuat kue tadi.


Sayang kita periksakan segera, kalau memang ada racun ditubuhmu, biar dokter segera membantu mengeluarkan racunnya.


Alya mengangguk, sedangkan Satria sudah panik, terus saja didekap tubuh istrinya, tak lupa Satria juga melepas jaketnya dan memberikan pada Alya


"Hoek. hoek." Alya ingin muntah tapi hanya angin yang keluar, prasangka Alya mulai baik, apabila dia beberapa hari ini telah telat mens. ingin rasanya dia memberitahu pada Satria, kalau dia sudah telat beberapa minggu. tapi lagi-lagi Alya takut Satria akan terlalu berharap besar, alangkah kecewanya Jika ternyata hasilnya zonk.


Daripada menerka-nerka, Alya meminta Satria untuk mengantarkan dirinya menemui dokter saja,


Sampai di rumah sakit. Alya dan Naina sama-sama masuk dan menunggu dokter spesialis kandungan. kedua wanita itu lebih yakin kalau dirinya kini tengah hamil, daripada keracunan seperti yang diucapkan oleh suami mereka.


Setelah Alya masuk, dokter segera memerintahkan Alya untuk berbaring di brankar. Dokter wanita segera mendekat dan memeriksa Alya dari tensi suhu tubuh, dan lain lain.


Setelah Alya mengutarakan keluhannya, dokter segera memberi sebuah cepuk kecil supaya diisi dengan air urine.


Alya terpaksa kembali mengeluarkan cairan kuning itu dari tubuhnya meski sedang tidak ingin.


Setalah selesai, Dokter meminta seorang perawat untuk melakukan pengetesan pada urine Aluna.


Sedangkan Aluna harus melewati rangkaian pemeriksaan berikutnya.


Nona, dari hasil test urine, anda dinyatakan hamil. Selamat ya, tapi kehamilan anda masih tergolong sangat muda. jadi harus hati hati dalam melakukan hal apapun.


"Hamil? Dokter? Alya begitu bahagia, Satria yang mendengar suara bahagia dari dalam berusaha menajamkam pendengarannya


Setelah yakin suara Alya yang sedang bahagia di dalam, Satria langsung ikut menyerbu masuk dan bertanya pada dokter.


"Dokter, apa yang terjadi, istri saja sedang sakit kenapa wajahnya sangat bahagia? tolong periksa yang pada dokter istri saya tadi memakan kue yang sudah kadaluarsa."

__ADS_1


Dokter hanya senyum tipis menanggapi keluguan Satria


"Anda yakin istri anda tadi makan makanan beracun?"


"Iya Dok." Satria berkata dengan serius


"Tuan, sepertinya istri anda tidak keracunan kue, seperti yang anda katakan, hasil pemeriksaan kami istri anda sedang mendapat karma karena terlalu sering memakan pisang.


Satria langsung membantah, karena setahu nya Alya tidak suka dengan pisang. "tidak mungkin dokter Anda pasti salah coba cek lagi. soalnya saya khawatir kan kondisi istri saya. istri saya itu tidak suka dengan pisang.


Dokter dan seluruh perawat tersenyum ke arah Satria. dokter lalu menghampiri Satria dan menepuk pundaknya." selamat Tuan Anda sebentar lagi akan menjadi seorang papa." kata Dokter dengan menggunakan bahasa asing


"Papa! " Satria terlihat bingung.


"Dokter! Apakah istriku hamil? tanya Satria. mengulang-ulang pertanyaannya takut salah dengar


"Iya Tuan, Istri anda sedang hamil."


Saking senangnya, Satria justru malah terlihat seperti orang bingung.


Satria segera mendekati Alya dan memeluknya dengan erat, keningnya juga tak luput dari banjir kecupan Satria.


"Sayang Aku senang banget hari ini, aku nggak nyangka setelah memeriksakan kamu ternyata hasilnya positif, kau hamil sayang, kau akan segera menjadi seorang ibu dan aku akan menjadi seorang papa."


Ekspresi Satria yang berlebihan membuat alya menjadi malu pada perawat dan juga dokter yang sedang bertugas. mereka semua melihat tingkah Satria yang terlalu over.


"Sayang kamu akan menjadi seorang ibu, dan aku akan menjadi papa, kau senang kan? Sayang kau senang ka? kenapa kau diam aja."


"Iya mas aku senang, aku juga sangat bahagia, kita sedang dilihat oleh dokter dan perawat, malu dong sama mereka,"lirih Alya.


Setelah mendengar kata-kata Alya, Satria mengurangi tingkah lakunya yang sejak tadi sudah heboh sendiri.


Dokter akhirnya membuka percakapan. "Untuk Nona Alya, karena ada bayi di perut, sekarang harus hati-hati, makan makanan juga harus bergizi.


"iya Dok." kata Alya singkat.


Alya segera mendapat vitamin dan beberapa obat penambah darah. Dokter tadi bilang HB alya sedikit rendah.


Setelah Alya keluar dengan wajah berbinar, kini giliran Naina juga dipanggil masuk.


Sebelum masuk ruangan, Arka menyempatkan bertanya dulu pada Satria. "Satria, kamu berhasil ya?"

__ADS_1


"Sukses Bang, semoga Naina juga hamil anakmu, Bang."


Arka masuk dengan tergesa dan mengekor di belakang Naina sambil menunjukkan jempolnya.


__ADS_2