MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR
Bab 23


__ADS_3

Daisy yang melihat perdebatan mulut antara Fara dan abangnya pun menelepon mamanya untuk meminta bantuan. "Ma, gawat Ma. Kak Fara mergoki Abang makan berdua sama si dedemit. Mereka lagi berantem. Mama ke sini deh," adu Daisy pada ibunya.


"Kamu share alamat kamu!" perintah Mama Cindy. Mama Cindy pun menuju ke alamat restoran yang dikirimkan oleh Daisy dengan mengendarai mobilnya seorang diri.


Tak butuh waktu lama Mama Cindy masuk ke halaman restoran yang dimaksud oleh Daisy. "Rupanya di sini," gumamnya ketika turun dari mobil.


Plak


Mitta menampar Fara setelah istri Cello itu mengumpat. "Jangan mengataiku," ucap Mitta dengan pelan dan penuh penekanan.


Fara memegangi pipi bekas tamparan Mitta. Dia tersenyum sinis lalu menoleh pada Cello. "Ternyata aku bukan apa-apa bagimu, bahkan saat wanita ini menamparku kamu hanya mematung," ucap Fara dengan kesal.


Dia berbalik hendak meninggalkan tempat itu. Dadanya sangat sesak. Dia berharap Cello akan balas menampar Mitta tapi nyatanya dia hanya diam saja. "Seharusnya kamu bisa jaga mulut. Dia menamparmu karena kamu mengumpat di depannya," teriak Cello.


Dari arah lain Mama Cindy berjalan cepat ke arah mereka. Dia melayangkan tangannya ke atas.


Plak


Plak


Mama Cindy menampar Cello dan Mitta secara bergantian. "Berani kalian selingkuh secara terang-terangan hah?" bentak Mama Cindy dengan lantang.


Dia tidak terima Mitta menampar menantu kesayangannya. Apalagi Fara baru saja keluar dari rumah sakit. Terlebih dia pikir Fara sedang mengandung anak Cello tapi putranya tega selingkuh dengan mantan pacarnya. Daisy dan Fara terkejut melihat aksi mamanya.


"Kamu!" tunjuk mama Cindy tepat di depan muka Mitta.


"Apa kamu tidak punya malu? Apa Cello belum bilang kalau dia sudah menikah dengan Fara?" tanya Mama Cindy dengan nada lantang.


"Sudah, Ma. Tapi..." Belum selesai Mitta bicara Mama Cindy sudah menyela.


"Jangan panggil saya Mama. Saya bukan orang tua kamu," tegas Mama Cindy. Bahkan jika dia punya anak perempuan, dia tidak sudi memiliki anak gadis seperti Mitta yang suka merebut suami orang.

__ADS_1


"Jangan begitu, Ma," bujuk Cello. Dia mencoba menenangkan amarah ibunya.


"Apa? Kamu bisa-bisanya membela dia daripada istrimu sendiri. Kamu lupa kalau Fara sedang mengandung anak kamu?" bentak Mama Cindy pada anaknya di depan umum.


Mitta terkejut mendengar ucapan Cindy. Cello ingin menjelaskan pada ibunya kalau Fara tidak hamil tapi mama Cindy malah meninggalkan dia sambil mengajak Fara dan Daisy keluar restoran.


"Bikin malu," gerutu Mama Cindy sambil menggandeng tangan menantunya.


Sedangkan Fara tersenyum puas dalam hati ketika melihat mertuanya melabrak suami dan wanita sialan itu. Dia menoleh ke arah Cello dan Mitta lalu sengaja menjulurkan lidahnya untuk mengejek keduanya.


Mitta menghentakkan kakinya kesal. "Liat kelakuan wanita sialan itu!" rengeknya.


"Awas kamu Fara akan kubalas nanti setelah aku sampai rumah," gumam Cello sambil mengepalkan tangannya.


"Ma, aku pulang ke rumah mama saja. Aku takut dengan suamiku. Dia pasti sangat kesal karena mama telah memberi dia pelajaran. Aku takut dia membalas padaku jika tidak ada lagi orang yang melindungiku seperti mama," ucap Fara sambil memohon.


"Kak Fara benar juga, Ma. Biarkan Abang menjemputnya di rumah. Kita adukan pada papa biar dia diceramahi habis-habisan oleh papa," kata Daisy mengompori.


"Ya, omongan kamu ada benarnya juga. Ya sudah Daisy kamu bawa mobil kamu, biar mama semobil sama Fara," perintah Mama Cindy pada anak bungsunya.


Mereka bertiga pergi dari restoran itu menuju ke rumah besar keluarga Devon. Sesampainya di rumah, Fara diajak masuk ke dalam kamar Daisy.


"Kakak istirahat saja dulu. Pasti badan kakak masih lemah karena baru keluar dari rumah sakit," kata Daisy penuh perhatian. Fara mengangguk setuju.


"Aku keluar bentar ya," pamitnya meninggalkan Fara.


Sementara itu sambi menunggu kepulangan suaminya, Mama Cindy menyiapkan makan malam. "Wah mama ngadain pesta?" tanya Daisy ketika melihat meja makan penuh dengan banyak hidangan.


"Ini untuk merayakan kehamilan Fara. Mama sudah janji sama dia," jawab Mama Cindy dengan antusias.


Tak lama kemudian Devon tiba di rumah. "Wah hari ini hari apa? Kenapa mama masak sebanyak ini?" tanya Devon pada istrinya.

__ADS_1


"Ada Fara di sini," jawab Mama Cindy.


"Oh ya, mana dia sekarang? Apa Cello juga ada di sini?" tanya Devon.


"Hish, jangan tanya anak itu. Mama lagi sebel sama dia. Masa dia tega selingkuhi Fara yang lagi hamil." Devon terkejut dengan ucapan istrinya.


"Papa tahu tidak dia selingkuh sama siapa?" Devon menggeleng.


"Sama Mitta, benar-benar keterlaluan anak itu. Mau maunya balik lagi sama mantannya yang jelas-jelas jahat karena udah ninggalin dia pas lagi sayang-sayangnya," ucap Mama Cindy dengan berapi-api.


"Masa sih, Ma? Apa mama sudah konfirmasi beritanya?" tanya Devon memastikan ucapan istrinya.


"Mama lihat sendiri. Tanya aja Daisy. Iya kan, Dais?" Wanita itu meminta dukungan anak bungsunya yang sedang sibuk mencemili makanan.


"Bener banget, Pa. Si dedemit itu pakai nampar Kak Fara lagi. Mana Abang diem aja kek patung. Daisy aja kesel bukan main sama mereka berdua. Rasanya pengen jambak rambutnya si dedemit biar jadi kaya sundel bolong sekalian."


"Hush ngomong apa sih kamu? Segala macam setan dibawa-bawa," tegur Devon pada putrinya.


"Kalau memang benar apa yang kalian katakan, papa akan coba bicara baik-baik sama Cello," kata Devon dengan bijak.


"Kok bicara baik-baik, Pa. Seharusnya papa jewer tu kuping Abang biar nggak macem-macem di luar sana," seru Daisy.


Bukannya telinga Cello tapi malah telinganya yang kena jewer. "Ngomong apa barusan?" tanya Cello yang datang menyusul istrinya.


"Abang, lepasin telinga aku!" rengek Daisy yang merasa kesakitan.


"Nah tu orangnya datang," gumam Mama Cindy. "Tolong ditegur ya Pa anaknya. Mama malu punya anak laki tukang selingkuh, turunan siapa sih dia?" sindir Mama Cindy sambil mengelus dada.


*ceritanya mama Cindy sama papa Devon ada di novel CLICK YOUR HEART ya


Setelah itu Mama Cindy mengajak Daisy pergi. Dia meninggalkan Devon dan Cello berdua.

__ADS_1


"Sini duduk! Papa mau bicara sama kamu," titah Devon pada putra sulungnya.


Apa Papa Devon akan marah-marah sama anaknya? Bagaimana Cello membela diri? Ikuti terus ya ceritanya.


__ADS_2