MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR
Bab 88


__ADS_3

Malam ini semua anggota keluarga Devon berkumpul di satu meja. "Jadi papa kumpulkan kalian karena ada kabar gembira dari Daisy. Sebentar lagi Daisy akan menjadi ibu," kata Devon memberi tahu.


Cello dan Fara merasa bahagia karena mereka tahu kalau Daisy telah menanti cukup lama untuk mendapatkan momongan. "Akhirnya kita bisa hamil bareng," seru Fara seraya menggenggam salah satu tangan adik iparnya itu. Daisy mengangguk.


"Selamat Anwar sebentar lagi kamu akan jadi ayah," ucap Cello. Anwar tersenyum menanggapi ucapan kakak iparnya.


"Cio akan punya dua adik?" tanya Cio polos.


"Iya, sayang, Cio akan punya dua adik," jawab Mama Cindy.


Usai makan malam, masing-masing kembali ke rumah mereka masing-masing. Ketika dalam perjalanan pulang, mobil Cello mengalami kebocoran. "Sial, kenapa harus sekarang," umpat Cello seraya memukul bagian setir mobilnya.


"Lalu bagaimana ini, Mas?" tanya Fara pada suaminya.


"Kamu dan Cio tetap berada di dalam mobil. Aku akan cari bengkel dekat sini," kata Cello. "Ingat jangan bukakan pintu jika ada orang asing," imbuh Cello sebelum meninggalkan Fara dan Cio. Fara mengangguk paham.


Cello pun berjalan menjauh untuk mencari bengkel terdekat. Sementara Fara duduk di samping Cio yang sedang memainkan mobil-mobilannya.


"Mas Cello mana sih? Kok lama," keluh Fara. Dia merasa takut berada di mobil bersama Cio.

__ADS_1


Tiba-tiba Miranda muncul dari arah yang tidak terduga. Dia menggedor-gedor kaca mobil yang dinaiki Fara dan anaknya. Cio yang mengenali wajah Miranda merasa takut dan trauma. Fara membawa anaknya dalam pelukan.


"Keluar kamu Fara!" teriak Miranda dari luar.


"Dasar wanita gila! Dia masih saja menggangguku," gumam Fara.


Miranda yang merasa kesal karena tidak bisa membuat Fara turun dari mobil akhirnya mencari sesuatu agar bisa memecah kaca mobil Cello.


Miranda mengambil batu yang berukuran cukup besar kemudian dia memukulkan batu itu ke kaca bagian depan. Fara mengajak anaknya pindah ke bagian belakang mobil. Fara berdoa agar suaminya cepat kembali.


Sepertinya doa Fara dikabulkan karena sesaat kemudian Cello kembali bersama orang yang bisa memperbaiki mobilnya. Dari kejauhan Cello melihat seseorang yang berusaha merusak mobilnya. Fia pun berjalan cepat menghampiri orang itu.


"Mau ke mana kamu? Aku tidak akan membiarkanmu hidup berkeliaran dengan bebas. Membusuklah di dalam penjara. Cello membawa tangan Miranda ke belakang punggungnya. Lalu dia meminta orang yang datang bersamanya tadi untuk memegang tangan Miranda.


"Saya akan menelepon polisi karena wanita ini berniat mencelakai anak dan istri saya," ucapnya agar laki-laki itu mau dimintai tolong.


"Baik, Pak."


Cello menelepon polisi. Di saat yang bersamaan Miranda berusaha melepaskan diri. Saat dia berhasil dia pun berlari kencang. Sayangnya dia tidak melihat jalan saking terburu-buru. Dari arah yang berlawanan sebuah truk berjalan dengan kecepatan tinggi. Miranda pun tertabrak truk dan tewas di tempat kejadian.

__ADS_1


Fara tak sengaja melihat kejadian itu dari dalam mobil. Jujur dia merasa tidak tega pada wanita yang pernah menjadi ibu tirinya itu. Fara pun memeluk erat anaknya sambil meneteskan air mata.


Perasaannya campur aduk antara lega dan sedih melihat orang yang dia kenal mati secara mengenaskan.


Cello segera menghampiri anak dan istrinya. "Sayang kamu tidak apa-apa?" tanya laki-laki tampan itu pada Fara.


"Mas." Fara memeluk suaminya erat.


"Jangan takut sayang. Aku ada di sini." Fara mendongak.


Cello menelepon ayahnya untuk meminta bantuan. Tak butuh waktu lama Devon datang bersama sang istri. Mereka mengajak Fara dan Cio pindah mobil. Sementara Cello mengurus jasad Miranda yang masih tergeletak di jalan raya.


Devon mengajak menantu dan cucunya pulang ke rumahnya lagi. "Kamu tidur saja di sini. Besok pagi baru pulang. Mama tahu kejadian tadi sangat mengerikan. Mama harap kamu tidak memikirkan kejadian itu lagi. Ingat Fara masih ada anak yang harus kamu jaga. Jadi kamu harus jaga kesehatan kamu." Mama Cindy menasehati menantunya panjang lebar.


"Baik, Ma."


Fara memeluk Cio ketika anak itu tertidur. "Maafkan mama yang pernah lalai menjaga kamu. Mama janji kejadian lalu tidak akan terulang lagi," gumam Fara dengan lirih di depan wajah Cio seraya mengusap kepala anak sulungnya itu.


♥️♥️♥️

__ADS_1


Maaf baru update beberapa hari ini ada anggota keluarga yang sakit jadi fokus untuk merawatnya.


__ADS_2