MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR
Bab 64


__ADS_3

Anwar melapor pada atasannya. "Apa? Dia wanita di masa lalu papa?" tanya Cello memastikan. Anwar mengangguk.


"Apa tujuannya mendekati ayahku?"


"Dia ingin meminta bantuan Pak Devon untuk mengurus perceraian."


"Kenapa harus meminta bantuan papa?" Cello benar-benar tak habis pikir dengan keputusan Lisa yang meminta tolong pada ayahnya.


"Dia bilang tidak ada lagi yang bisa dimintai tolong. Keluarganya sudah meninggal hanya dia yang tersisa. Dia juga tidak memiliki anak karena rahimnya diangkat akibat sebuah kecelakaan yang menimpa beliau."


"Baik, aku akan temui papa. Aku akan cocokkan informasi yang kamu dapat dengan ucapannya."


Cello bangkit dari kursi lalu keluar dari ruangan. Cello cemas wanita itu hanya ingin memanfaatkan kebaikan sang ayah. "Aku akan menyingkirkan pelakor. Tidak ada yang bisa menggantikan posisi mamaku," gumam Cello di dalam lift.


Setelah itu, dia mengambil mobilnya di parkiran. Cello menuju ke kantor ayahnya.


Di saat yang sama Lisa datang menemui Cindy di rumahnya. "Ada apa kamu datang ke sini?" tanya Cindy dengan ketus.

__ADS_1


"Aku hanya ingin bicara sebentar untuk meluruskan kejadian malam itu."


"Apa yang perlu diluruskan. Yang perlu diluruskan itu pikiran kamu yang bengkok. Kenapa setelah sekian tahun menghilang kamu tiba-tiba muncul di hadapanku. Bahkan kamu mendekati suamiku dengan trik murahan macam itu. Pura-pura tidak bisa berenang? Kamu pikir aku percaya?" gertak Cindy.


Lisa menghela nafas. "Kamu masih tidak percaya kalau aku sudah berubah? Aku tidak seperti yang kamu tuduhkan. Aku hanya meminta bantuan Mas Devon agar mengurus perceraianku dengan suamiku."


Cindy terdiam sejenak mendengar penjelasan Lisa. "Apa kamu tidak bisa mengurus perceraianmu sendiri?" tanya Cindy.


"Berkali-kali aku mencoba bercerai dengan suamiku tapi dia menggagalkan dengan berbagai cara. Aku hanya meminta bantuan suamimu karena dia berkuasa."


Lisa menggenggam tangan Cindy. "Tidak ada maksud lain. Aku hanya ingin bebas dari suamiku dan mendapatkan apa yang seharusnya aku peroleh."


"Baik. Aku akan penuhi janjiku setelah suamimu membantuku. Aku berharap prosesnya lebih cepat," kata Lisa.


Cindy memalingkan muka. "Pulanglah! Aku tidak mau melihatmu berlama-lama di sini." Lisa memaklumi sikap Cindy yang cemburu pada Lisa. Sebagai seorang perempuan dia patut curiga jika sang suami dekat dengan wanita lain. Lisa pergi dengan perasaan lega.


Di tempat lain Cello masuk ke ruangan sang ayah dengan kasar. "Cello apa kamu lupa cara bersopan santun pada orang tua?" bentak Devon.

__ADS_1


"Jelaskan padaku, Pa! Apa sebenarnya hubungan papa dengan wanita itu? Aku tidak habis pikir apa yang membuat papa sampai rela menolong dia padahal dia bukan siapa-siapa papa."


"Cello jaga ucapan kamu!"


"Katakan, Pa. Aku memberi kesempatan papa untuk menjelaskan!" Cello menatap tajam ayahnya.


Devon menghela nafas. "Apa kamu ingat siapa pendonor ginjal papa?" Kening Cello berkerut mendengar pertanyaan ayahnya.


"Papa bersedia menolong Lisa karena dialah orang yang mendonorkan sebelah ginjalnya pada papa dua tahun lalu," ungkap Devon mengingat kejadian setelah dia mengalami kecelakaan lalu ginjalnya yang sebelah rusak akibat benturan yang keras saat itu.


Cello terduduk lemas. "Papa berhutang nyawa pada Lisa. Apa papa bisa tega mengabaikan dia ketika mengalami kesulitan?" Devon meminta pendapat anaknya.


"Apa mama tahu tentang ini?" tanya Cello.


Devon menggeleng. "Lisa meminta aku merahasiakan tentang masalah donor ginjal itu."


Cello merasa bersalah karena telah berprasangka buruk pada wanita yang telah menolong ayahnya itu.

__ADS_1


Sekarang paham kenapa Pak Devon menolong mantannya?


__ADS_2