
Tere menjambak rambut Fara. Fara memutar tangan Tere hingga ke belakang punggungnya. "Kamu kita kamu bisa menganiaya aku seperti waktu itu?" tantang Fara.
Fara mendorong tubuh Tere hingga terjerembab. "Yang kamu lihat itu tidak seperti apa yang kamu pikirkan. Aku berpelukan dengan Rendy sebagai salam perpisahan karena dia ingin pindah kampus. Bukan selingkuh seperti pikiran kamu yang kotor."
"Kamu dan kakak kamu itu benar-benar perusak rumah tangga orang! Aaa..." teriak Fara frustasi. Setelah itu dia pergi meninggalkan Tere.
"Apa? Dia kenal Kak Mitta?" gumam Tere. Lalu dia tersenyum tipis. Tere pun memiliki ide cemerlang untuk membalas perbuatan Fara.
Fara memilih duduk di bangku taman. Gita memberinya minuman. "Nih minum dulu biar tenang." Fara meraih botol air mineral itu lalu meneguknya hingga setengah.
"Makasih, Git."
"Ya ampun ngeri juga ya kalau kamu lagi marah," ledek Gita sambil tertawa. Fara pun merasa malu.
"Pasti anak-anak kampus makin menganggap aku jelek," ucap Fara dengan wajah sendu.
"CK, jangan pikirkan penilaian mereka. Jalani hidup apa adanya aja. Fokus kuliah jangan sia-siakan kesempatan yang kamu dapatkan," pesan Gita pada sahabatnya itu.
"Habis ini aku mau langsung pulang," kata Fara.
"Iya. Apa kamu dijemput?" tanya Gita.
"Aku naik taksi." Fara berdiri lalu menuju ke pinggir jalan. Dia berencana ke rumah mertuanya.
Tiga puluh menit menaiki taksi akhirnya dia sampai di rumah Mama Cindy. "Mama ada, Bi?" tanya Fara pada asisten rumah tangga di rumah itu.
__ADS_1
"Sedang keluar, Non."
"Ya sudah saya tunggu saja di kamar suami saya," kata Fara. Fara pun naik ke lantai atas. Melihat kasur Fara malah berbaring dan tanpa sadar matanya terpejam. Dia tidak merasa kalau sudah tertidur begitu lama.
Cello mencari keberadaan istrinya. "Ma, Fara di mana?" tanya Cello pada mama Cindy.
"Lho dia nggak ada di sini," jawab mama Cindy. Sejak dia pulang dia memang tidak melihat menantunya.
"Non Fara ketiduran di kamar Den Cello sepertinya," jawab asisten rumah tangga itu.
Cello pun menghampiri istrinya. Dia membuka pintu dengan perlahan. Cello melihat istrinya tidur meringkuk di atas kasur. "Sayang." Cello mencoba membangunkan Fara dengan lembut. Akan tetapi gadis itu tidak merespon sama sekali. Lalu Cello memiliki ide untuk membangunkan istrinya.
Cup cup cup
Cello mencium bibir Fara sebanyak tiga kali. Fara masih diam. Cello yang usil akhirnya memainkan tangannya di atas buah da*da istrinya. Cello meremat benda kenyal itu dengan lembut.
Dia membuka baju lalu menciumi setiap inci tubuh Fara. Sesaat kemudian Fara membuka mata. "Lho Mas kamu kok ada di sini?" tanya Fara yang bingung.
Dia bertambah bingung ketika baju bagian atasnya sudah terbuka. "Mas, kapan kamu membuka bajuku?" tanya Fara yang panik.
Cello tersenyum gemas. "Ayo lanjutkan!" Cello tak memberi ruang pada Fara. Fara tertawa geli ketika mendapatkan sentuhan dari suaminya.
Sementara itu Daisy dan mama Cindy yang tak sengaja lewat di depan kamar Cello mendengar teriakan Fara. "Ma, mereka sedang apa sih?" tanya Daisy dengan polosnya.
"Lagi gulat. Ayo turun nanti pikiran kamu tercemar," ajak Mama Cindy. Daisy langsung paham dengan jawaban mamanya.
__ADS_1
"Ya ampun akan giliran aku gulat seperti mereka?" gumam Daisy dalam hatinya. Jiwa jomblonya meronta-ronta untuk segera dinikahi.
Tiba-tiba bayangan wajah Anwar melintas di pikiran Daisy. Gadis itu malah senyum-senyum sendiri. "Daisy, kamu kenapa senyum-senyum sendiri?" tegur mama Cindy.
"Eh, nggak Ma."
"Aku mau minta kepastian dari Mas Anwar. Pokonya besok aku akan tembak dia. Mau terima atau nggak mulai besok dia harus mau jadi pacar aku," batin Daisy.
Keesokan harinya Daisy datang ke kantor Cello. "Kamu mau ngapain di sini?" tanya Cello yang melihat kedatangan adiknya.
"Aku cari Mas Anwar."
"Anwar nggak masuk," jawab Cello singkat.
"Hah, kenapa? Apa dia sakit? Abang kok baru bilang sekarang?" cecar Daisy.
"Bukan dia yang sakit tapi ibunya yang sakit," jawab Cello.
Daisy malah tersenyum. "Beri tahu alamat rumahnya!" pinta Daisy. Cello memandang curiga pada adiknya itu.
Daisy pun membeli sekeranjang buah untuk dibawa ke rumah Anwar. "Assalamualaikum," teriak Daisy dari luar rumah.
"Waalaikumsalam," jawab seorang wanita yang membukakan pintu untuk Daisy.
"Mau cari siapa?" tanya wanita cantik itu. Daisy mengerutkan kening.
__ADS_1
"Kamu siapa?" Dia malah bertanya balik. Daisy merasa cemburu ada seorang wanita yang berada di dalam rumah Anwar.
Hayo... Kira-kira siapa ya wanita cantik yang ada di rumah Anwar?