MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR
Bab 30


__ADS_3

"Fara, Fara."


Kala mendengar suara panggilan itu Fara membuka matanya. Dia sempat tidak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang. "Mama, papa."


Mata Fara merah dan mulai berkaca-kaca melihat kedua orang tuanya saat ini. "Apa aku bermimpi?" Tanya Fara pada keduanya.


"Kembalilah, nak. Ada banyak orang yang menginginkan kamu kembali," ucap sang mama.


"Kembali? Bukankah aku sudah mati?" tanya Fara memastikan.


"Belum saatnya Sayang maka kembalilah agar kamu bisa menjalani hidupmu saat ini. Kami akan mendoakan dari atas," ucap sang papa.


"Mama, papa," teriak Fara memanggil kedua orang tuanya ketika bayangan mereka semakin menjauh.


"Fara, Fara."


Terdengar suara lain yang memanggil namanya. Farah pun membuka kedua matanya. Cello tersenyum ketika sang istri melihat ke arahnya. Saking bahagianya dia langsung memeluk Fara. "Alhamdulillah akhirnya kamu bangun juga," ucap Cello seraya memeluk erat sang istri.


Fara masih setengah bingung. "Apa yang terjadi padaku?" tanya Fara pada suaminya.


"Kamu koma selama hampir sebulan," jawab Cello. Fara terkejut mendengar ucapan suaminya.


Tiba-tiba dia menangis. "Apa kontrak pernikahan kita sudah lewat?" tanya Fara yang tiba-tiba teringat akan surat kesepakatan antara dia dan Cello beberapa bulan yang lalu.


Cello mengusap air mata yang jatuh di pipi istrinya. "Bagaimana kalau kuperpanjang sampai maut memisahkan kita?" tanya Cello.


Fara terharu mendengar jawaban suaminya. "Apakah aku salah dengar?" tanya Fara. Cello menggelengkan kepalanya.


"Tidak, apa yang kamu dengar adalah jawaban doamu selama ini. Maaf ku baru menyadari kalau aku sangat mencintaimu sayang."


Hati Fara menghangat ketika suaminya memanggil dirinya dengan sebutan sayang. Fara mencium bibir Cello karena saking bahagianya. Cello pun mengulas senyum mendapatkan ciuman singkat dari istrinya. "Kenapa hanya sebentar?" goda Cello.

__ADS_1


Cello pun menepis jarak di antata mereka. Dia mencium bibir tapi kali ini dia me*lu*mat lembut bibir Fara dengan lembut. Fara pun membalas ciuman suaminya. Mereka saling melepas rindu setelah sebulan tidak saling berkomunikasi.


Di saat yang bersamaan Daisy memasuki ruang rawat Fara. Dia terkejut ketika melihat adegan ciuman antara Cello dan Fara.


Brug


Daisy menjatuhkan bungkusan yang dia bawa di tangannya. Cello dan Fara pun terpaksa melepas pagutan mereka. Cello berdecak sebal. "Kenapa Lo mesti Dateng sekarang sih?" omel Cello pada sang adik.


Daisy malah lebih kesal darinya. "Abang bisa bisanya menganiaya kakak ipar yang baru sadar," tuduh Daisy. Fara terkekeh mendengar pembelaan dari adik iparnya.


Sesaat kemudian Daisy memeluk Fara. "Aku sangat merindukanmu. Jangan sakit lagi," ucapnya sambil terisak. Fara mengangguk pelan.


Setelah itu Cello mengabari kedua orang tuanya. Mama Cindy pun mengajak suaminya ke rumah sakit. Dia sangat heboh ketika akan menyambut menantunya yang baru sadar. "Fara," panggil Mama Cindy sambil berlari memeluk menantunya.


"Mama senang kamu sudah siuman. Kamu tidak tahu betapa rindunya Cello padamu," ungkap Mama Cindy. Cello menggaruk tengkuknya yang tidak gatal karena malu.


"Aku tahu Ma," jawab Fara.


"Mama bawakan bubur spesial buat kamu, makan dulu ya. Biar mama suapi," bujuk Mama Cindy.


Dia hari kemudian Fara diperbolehkan pulang. Cello mengajaknya pulang ke apartemen. Apartemen sangat tidak terurus sehingga semua perabot rumah tangga menjadi berdebu. "Maaf, aku tidak sempat membersihkan apartemen. Nanti aku panggil jasa bersih-bersih," kata Cello tidak enak.


Fara mengangguk setuju. Dia ingin membersihkan tapi badannya masih lemah jadi dia membiarkan suaminya menggunakan pembantu infal.


"Kamu mau makan apa?" tanya Cello.


"Tidak usah. Aku ingin istirahat saja," jawab Fara. Cello pun menggendong istrinya dengan sekali hentakan. "Cello turunin aku!" perintah Fara pada suaminya.


"Nggak, panggil yang bener!" perintah Cello.


"Apa dong? Abang? Kaya Daisy manggil kamu?" tanya Fara.

__ADS_1


"Nggak emangnya aku tukang bakso? Yang lain!"


Fara sedikit berpikir. "Mas?" Cello menggeleng. "Kakak?" menggeleng. "Terus apa dong?" kesal Fara.


"Sayang aja gimana?" Lanjutnya barulah Cello mengangguk setuju.


Cello membawa istrinya hingga ke atas ranjang. "Istirahatlah. Setelah kamu pulih aku akan mulai memproduksi anak," ucap Cello berbisik di telinga Fara.


Fara melotot tak percaya. Wajahnya bersemu merah mendengar ucapan suaminya yang frontal itu. Setelah suaminya keluar, dia mengecek pesan yang ada di handphonenya. "Rendy nyari aku nggak ya?" gumam Fara karena seingatnya mereka janjian untuk mendaftar ke kampus bersama.


Namun, ketika dia membuka isi pesan pada handphone miliknya ternyata kosong. Lalu ketika Fara ingin menghubungi Rendy dia tidak melihat kontaknya. "Lho kok ilang sih? Apa jangan-jangan dihapus sama Cello?" gumam Fara.


Sementara itu Rendy yang sudah sebulan tidak mendengar kabar Fara pun memberanikan diri untuk ke apartemennya. Akan tetapi ketika dia akan menuju ke sana dia melihat Cello baru keluar dari unit apartemen milik Fara. Rendy pun memencet kembali pintu lift agar tertutup.


"Apa Fara sudah pindah ya?" gumam Rendy seorang diri.


Cello keluar untuk menjemput kakaknya. Ruby tak sempat datang ketika Fara mulai siuman dia pun akhirnya mengunjungi apartemen milik Cello bersama Marshel.


"Kalian hanya berdua?" tanya Cello.


"Suamiku sedang ada di luar negeri sedangkan Mika belum pulang dia ada les tambahan hari ini," jawab Ruby.


Cello menggendong Marshel saat berjalan menuju ke apartemen miliknya. Keduanya diminta duduk karena Cello akan memanggil istrinya terlebih dulu.


"Sayang, ada kak Ruby di luar," kata Cello memberi tahu.


Dia masuk begitu saja ke kamar mandi tanpa mengetuk pintu. Fara jadi mematung karena suaminya dengan santainya memasuki kamar mandi ketika Fara sedang berendam di bathtub.


"Dasar suami mesum," umpat Fara setelah Cello keluar. Sedangkan Cello menahan tawa ketika melihat ekspresi wajah Fara yang lucu ketika kaget.


Sesaat kemudian Cello kembali ke rumah tamu untuk menemani Ruby dan Marshel. "Om, Tante mana?"

__ADS_1


"Sedang mandi sebentar lagi selesai," jawab Cello.


"Om adik bayi yang ada di perut Tante bagaimana? Kata Oma Tante Fara mau punya adek bayi?" Anak kecil itu tiba-tiba memberi pertanyaan yang sulit dijawab oleh Cello.


__ADS_2