MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR
Bab 38


__ADS_3

"Sayang hari ini papa ngundang kita buat makan malam," kata Cello memberi tahu.


"Oke, Mas ayo berangkat sekarang nanti kalau telat aku bisa dihukum lari lapangan," kata Fara seraya memberesi barang-barang yang perlu dia bawa.


"Iya."


Cello dan Fara turun ke lantai dasar kemudian mereka masuk ke dalam mobil. Cello mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. "Mas Cello nanti rambutku berantakan, kan malu kalau di kampus. Dilihat banyak orang," omel Fara.


Cello terkekeh dia pun mengurangi kecepatan karena sebentar lagi mereka sampai di depan kampus. Cello menurunkan istrinya di depan gerbang kampus. Fara bercermin di kaca spion sebelum dia turun.


"Masih cantik Yang."


"Hish, besok-besok Mas jangan ngebut lagi kaya tadi." Cello hanya tertawa mendengar omelan istrinya.


Fara pun membuka pintu mobil. Dia hampir saja turun tapi Cello menarik tangannya. "Apa lagi, Mas? Aku sudah telat."


"Cium dulu!"


"Malu Mas ramai di depan kampus. Cium tangan aja ya," tawar Fara. Cello pun hanya bisa pasrah.


Dari kejauhan Tere memperhatikan Fara yang baru turun dari mobil mewah warna merah milik suaminya. "Ternyata dia anak orang kaya, Re," ucap temannya yang sedang berdiri di belakang.


"Cih, mobil gitu doang. Aku juga bisa meminta ayahku untuk membelikan mobil yang jauh lebih bagus dari pada miliknya," ucap Tere dengan angkuh.


Dia orang temannya hanya saling pandang karena mereka tahunya Tere anak seorang manager pemasaran belaka. Mustahil untuknya bisa membeli mobil sebagus dan semewah milik Cello.


Ini hari kedua Fara menjalani OSPEK. Masih ada satu hari lagi karena OSPEK dijadwalkan selama tiga hari saja. Fara berbaris di antara teman-temannya.


"Hai, kamu Fara kan?" Fara mengangguk ketika teman yang berdiri di samping Fara bertanya.


"Aku Gita," ucapnya memperkenalkan diri. "Apa mulai sekarang kita boleh berteman?" tanya Gita pada Fara. Fara mengangguk setuju. Tentu dia sangat senang kalau dia memiliki teman di kampus.


"Heh kalian ngapain ngobrol sendiri," tegur Tere. "Kamu, mau aku hukum lagi?" tunjuknya pada Fara.


Namun, Tere tak sengaja melihat Rendy di sebelah kanan sedang berdiri mengawasi kegiatan OSPEK tersebut. Tere jadi ingat ancaman Rendy kemaren. Dia pun tak berani lagi menyentuh Fara.

__ADS_1


Usai kegiatan OSPEK selesai Fara duduk di bawah pohon sendirian. Gita pamit untuk membeli minuman. Namun, sesaat kemudian seseorang menyodorkan minuman untuk Fara. Fara pun mendongak. "Rendy?"


Rendy duduk di samping Fara. "Nih, ambil." Rendy menggoyangkan botol air mineral itu karena Fara tak kunjung mengambilnya.


"Makasih." Fara meneguk minuman dingin itu.


"Aku lupa kalau kamu kuliah di sini juga." Fara pernah diajak Rendy ke sini waktu pertama kali mereka bertemu. Tapi Fara tidak ingat karena dia sibuk dengan kegiatan kampusnya.


"Kemaren kamu pingsan karena dikerjain mereka kan?" tanya Rendy memastikan. Fara mengangguk.


"Kamu tahu dari mana?" tanya Fara bingung.


"Aku lihat kamu dibawa ke ruang kesehatan." Fara manggut-manggut menanggapi ucapan Rendy.


Tak selang berapa lama Gita datang menemui Fara. "Fara ini minuman buat kamu." Gita menyodorkan air mineral pada sahabatnya.


"Udah makasih Gita. Dikasih Rendy tadi. Oh iya kenalin ini Rendy, ini Gita teman baruku." Fara menunjuk secara bergantian. Mereka tak bersalaman hanya mengangguk satu sama lain.


Rendy melihat jijik ke arah Gita karena penampilannya yang culun. "Kamu kok mau sih berteman sama dia?" bisik Rendy.


"Fara nanti pulang bareng aku ya." Rendy menawarkan tumpangan.


"Emang kamu nggak ada kata kuliah yang harus diikuti?" tanya Fara.


"Ada sih nunggu sejam doang, mau ya?" bujuk Rendy.


"Nggak, mending ke mall bareng Gita. Mau ya Git temani aku ke mall nanti?" Gita mengangguk cepat. Fara pun bersorak senang.


Sesuai janjinya Fara mengajak Gita ke mall. "Kita mau beli apa Fara?" tanya Gita.


"Beli baju yuk!" ajak Fara seraya menarik tangan Gita. Dia mencoba satu per satu baju ke tubuh Gita.


"Lho yang mau beli baju kan kamu kenapa semua dicobain ke aku?" tanya Gita bingung.


"Gita, kamu tuh mesti ubah penampilan kamu yang culun ini kalau nggak mau dibully di kampus." Gita melihat ke arahnya sendiri.

__ADS_1


"Apa yang aneh?" tanya Gita.


"Aneh, rambut kamu, baju kamu, kacamata kamu, semuanya aneh. Rendy aja tidak suka ngeliat kamu."


"Apa hubungannya sama dia?" tanya Gita lagi.


"Udah jangan protes aku bayarin semua baju-baju kamu. Aku juga mau beli satu gaun buat makan malam nanti," gumam Fara.


"Tapi Far..."


"Jangan khawatir uang aku banyak." Fara menunjukkan kartu kredit tanpa limit miliknya. Gita pun hanya bisa pasrah menuruti kemauan Fara.


Usai berbelanja baju, Fara berpisah dengan Gita. "Makasih buat baju-bajunya. Next time akan aku ganti uang kamu," kata Gita yang merasa tidak enak.


"Nggak usah aku ikhlas sebagai hadiah persahabatan kita. Kamu hanya perlu janji untuk selalu ada buat aku." Gita mengangguk.


Fara pergi duluan karena dia sudah dijemput oleh Anwar. "Jemputan aku sudah datang. Aku pergi dulu ya kamu hati-hati," pesan Fara pada Gita.


Fara masuk ke dalam mobil. Dia memilih duduk di depan agar bisa mengobrol dengan Anwar. Anwar melajukan mesin mobil ketika Fara selesai memakai sabuk pengaman.


"Mas Cello masih sibuk ya?" tanya Fara pada bawahan suaminya itu. Anwar mengangguk.


"Apa dia tadi teman baru kamu?" tanya Anwar. Fara membenarkan.


"Hati-hati memilih teman, jangan terpengaruh dengan penampilan," ucap Anwar menasehati.


"Mas Anwar gitu deh. Jangan pasang sikap waspada terus. Santai Mas. Dia anaknya baik kok."


Anwar mengajak Fara ke kantor suaminya. "Mas Cello kenapa mengundang aku ke sini?" tanya Fara.


Cello memberikan sebuah kotak pada istrinya. "Apa ini isinya, Mas?" tanya Fara.


"Buka aja sayang!" Fara pun membuka kotak itu. Dilihatnya sebuah gaun berwarna biru gelap dan sepatu berwarna silver.


"Bagus sekali, tapi hari ini aku juga beli baju buat makan malam nanti." Fara mengeluarkan baju yang dia beli bersama Gita tadi. Sebuah baju berwarna peach yang lebih sesuai dengan usia Fara.

__ADS_1


Jadi kira-kira Fara akan memakai baju warna apa nanti malam?


__ADS_2