
Ketika Fara akan memasuki kamar mandi handphonenya tiba-tiba bunyi. "Rendy? Tumben banget ini anak telepon," gumam Fara saat membaca nama yang tertera di layar handphonenya.
"Hallo, Ren."
"Fara nanti aku jemput ya jam delapan. Kita berangkat bareng ke kampus."
"Lho emangnya kenapa, Ren?" tanya Fara tidak mengerti.
"Kamu nggak baca pesan yang aku kirim semalam?"
"Owh, belum sempat buka handphone, maaf," kata Fara dengan jujur. Dia memang belum membuka handphonenya semalam. Tapi dia belum tahu kalau ada pesan masuk yang dihapus suaminya.
"Hari ini kan udah pembukaan pendaftaran untuk ujian yang akan diadain seminggu lagi."
"Oh ya, aku harus bawa apa aja nih?" tanya Fara tidak mengerti. Rendy pun menyebutkan apa saja yang harus dibawa termasuk ijazah terakhirnya.
"Duh gawat ijazah aku kan masih di rumah papa," gumam Fara dalam hati.
"Fara, kamu masih di situ kan?" Ucapan Rendy membuyarkan lamunan Fara.
"Oke, nanti kita janjian di kampus aja. Soalnya aku perlu ambil ijazah dulu di rumah papa," jawabnya dengan jujur.
"Aku antar ya." Rendy menawarkan bantuan.
"Nggak usah, mamaku galak." Ya, mama tirinya memang sangat galak dan kejam tentunya.
"Ya udah kabari kalau udah nyampai kampus."
"Oke." Setelah menutup telepon Fara pun memilih baju yang ada di lemari Daisy karena semua bajunya masih ada di apartemen. "Dais, pinjam bajunya lagi ya," izin Fara tapi saat tidak ada orangnya.
Fara sengaja mengambil baju ganti lebih dulu untuk menghindari Cello yang sering masuk tanpa permisi terlebih dulu. "Ini bagus juga," gumamnya saat mengambil satu stel atasan sweater polos warna putih dan sebuah celana jeans.
Setelah itu dia membawa bajunya ke kamar mandi. Kurang dari lima belas menit dia selesai mandi dan berganti baju. Fara tidak suka bermake up dia hanya mengeringkan rambut menggunakan hair dryer. "Udah cantik banget," pujinya pada diri sendiri.
Fara mengambil tas dan handphonenya lalu keluar dari kamar. "Pagi," ucap Fara yang sedang menuruni anak tangga. Dia terlihat ceria pagi ini.
__ADS_1
Cello menoleh ke sumber suara. "Heh, mau ke mana kamu pakai pakaian kaya gitu?" tegur Cello.
"Pergi," jawab Fara singkat. "Daisy aku pinjam bajumu lagi ya. Nanti minta ganti aja sama suamiku," ucapnya pada adik iparnya itu. Daisy menautkan jari telunjuk dan ibu jarinya membentuk huruf O.
"Mau ke mana sayang?" tanya Mama Cindy.
"Mau daftar kuliah, Ma," jawab Fara.
"Hah, pesannya kan udah aku hapus semalam," gumam Cello dalam hati. Tanpa pikir panjang Cello naik dan bersiap-siap.
"Nanti bareng aku aja," seru Ruby.
"Nggak usah, Kak. Nanti aku mau mampir ke suatu tempat dulu," jawab Fara.
"Ya sudah sarapan dulu yuk sayang," ajak Mama Cindy. Fara pun bergabung di meja makan.
Usai sarapan Fara pamit pada orang-orang yang ada di rumah itu. "Lho Fara kamu nggak bareng sama Cello?" tanah Devon.
"Nggak, Pa. Fara pergi dulu."
"Mereka berantem ya?" gumam Daisy.
"Mungkin Fara nggak mau ngerepotin Cello aja kali?" sahut Mama Cindy.
Fara pun menunggu taksi yang telah dia pesan melalui aplikasi di handphonenya. Ketika dia akan naik, tangan Fara dicekal oleh Cello. Fara pun menoleh.
"Pak, nggak jadi naik," ucap Cello pada sopir taksi tersebut. Sebelum pergi Cello memberikan uang seratus ribu untuk ganti rugi.
"Apa-apaan sih? Aku mau pergi." Fara berontak.
"Naik mobilku aja aku antar." Cello mengerti istrinya.
"Nggak mau, kamu kalau mau berangkat kerja berangkat aja. Nanti kamu telat."
"Telat juga nggak ada yang marahi aku. Kamu lupa kalau aku ini boss?" jawab Cello dengan angkuh.
__ADS_1
"Bodo amat," kata Fara lalu berlalu menggunakan ojek yang dia hentikan. "Ngebut, Bang!" perintah Fara pada tukang ojek itu.
"Fara, Fara," panggil Cello sambil berteriak.
"Sialan. Jadi istri durhaka banget sama suami. Awas aja kamu nanti." Cello segera mengambil mobil lalu mengikuti Fara.
Fara turun di depan rumahnya. "Rumah siapa ini?" gumam Cello yang ada di dalam mobil. Dia mengikuti Fara dan mengamati dari kejauhan. Tapi bukan Cello kalau tidak penasaran dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya di dalam sana. Maka dia pun turun dari mobil dan diam-diam mengikuti Fara.
"Ckckck, ngapain kamu ke sini anak durhaka," bentak Miranda.
"Aku hanya ingin mengambil ijazahku lalu pergi," jawab Fara.
Miranda menghalangi jalannya. "Berani-beraninya kamu menginjakkan kaki di rumah ini," kata Miranda sambil membelalakkan matanya.
Cello nampak terkejut ketika melihat pemandangan di depannya. "Rupanya dia ibu tiri yang jahat," gumamnya sambil bersembunyi.
"Kenapa tidak boleh ini rumah yang dibangun papaku. Jadi aku yang seharusnya ada di rumah ini bukan kalian, dasar benalu," umpat Fara.
Miranda melayangkan tangannya ke atas. Dia hendak memukul Fara tapi Fara berhasil menahannya. "Aku bukan lagi gadis bodoh yang bisa anda perdaya," tantang Fara.
Dia membuang tangan Miranda dengan kasar lalu menerobos masuk ke dalam rumahnya. "Fara, Fara," teriak Miranda.
Fara memasuki kamarnya tapi dia terkejut ketika dekorasi kamarnya berubah. Fara segera mencari keberadaan ijazahnya. "Di mana ya, seharusnya ada di sini," gumam Fara panik.
Jika tidak ada ijazah maka dia tidak bisa melanjutkan kuliahnya. Cukup lama Fara mencari tapi dia tidak menemukan ijazahnya. Sesaat kemudian Miranda membawa selembar kertas lalu menentengnya. "Kamu cari ini?" tanya Miranda.
Fara menoleh dan hendak merebut ijazah SMA nya tapi Miranda dengan teganya menyulut api hingga ijazah tersebut terbakar. "Aa...." Fara menangis histeris. Di terduduk lemas di lantai.
"Kenapa anda membakar ijazahku? Tidak cukupkah anda menyiksaku selama ini?" tanya Fara.
Miranda mencengkeram dagu Fara. "Aku tidak akan membiarkan kamu bahagia." Miranda menyeret tangan Fara. Fara ingin menolak tapi dia tak berdaya.
"Lepaskan!" Fara berontak. Miranda menampar Fara. "Ingat ya Fara aku tidak akan membiarkan kamu merebut kekayaan yang susah payah aku ambil dari ayahmu. Lebih baik kamu mati saja!"
Miranda mendorong Fara dari lantai dua. Fara terguling hingga ke lantai dasar. "Fara," teriak Cello ketika dia mendapati istrinya tergeletak dengan bersimbah darah yang keluar dari kelapanya.
__ADS_1
ðŸ˜ðŸ˜ðŸ˜
Duh kasian banget ya Fara berkali-kali masuk rumah sakit. Gegara ibu tiri sialan. Apa yang akan dilakukan ole Cello selanjutnya?