MAHAR 10 MILIAR

MAHAR 10 MILIAR
Bab 44


__ADS_3

Arjuna menarik tangan Daisy. "Daisy bisakah kamu jangan pergi dengan keadaan emosi seperti ini?" mohon Arjuna.


"Wanita mana yang tidak emosi ketika tunangannya selingkuh dengan wanita lain," jawab Daisy tak mau kalah.


"Yang jadi orang ketiga di sini itu kamu. Kamu yang jadi penghalang hubunganku dengan Laura," ucap Arjuna.


"Baik, aku tidak suka jadi penghalang. Mulai sekarang hubungan kita putus. Rencana nikah kita batal. Kamu puas?" Daisy berlalu setelah mengatakan itu. Arjuna meremat rambutnya frustasi.


Setelah itu Daisy buru-buru naik ke dalam mobil. Dia mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Daisy menangis sambil menyetir. Dadanya terasa sakit melihat pengkhianatan yang dilakukan oleh laki-laki yang dia cintai. "Apa kurangku, Mas?" gumamnya di sela-sela tangisannya.


Setelah itu Daisy melamun karena terlalu sedih. Tiba-tiba ada sepeda motor yang menyalip dari arah yang berlawanan. Daisy yang tidak siap akhirnya membanting setir agar tidak terjadi kecelakaan. Sayangnya mobilnya melewati badan jalan sehingga menabrak pohon.


Kebetulan saat itu Anwar sedang menuju ke tempat meeting bersama Cello. Dia melihat mobil Daisy yang menabrak pohon. Anwar pun menghentikan mobilnya. "Daisy, Bos."


Cello turun ketika mendengar seruan Anwar. Cello pun berusaha membuka pintu mobil yang terkunci dari dalam. Anwar akhirnya memecah kaca mobil bagian belakang agar dia bisa menolong Daisy.


"Daisy bangun!" Cello menepuk pipi adiknya tapi Daisy tidak sadarkan diri. Akhirnya Cello meminta Anwar untuk menggendongnya karena perutnya masih sakit.


"Biar aku yang bawa dia ke rumah sakit sekarang. Tolong urus mobilnya," kata Cello. Anwar pun menurut apa kata atasannya itu.


"Bertahan Daisy!" gumam Cello. Dia berusaha sekeras mungkin untuk cepat sampai di rumah sakit tepat waktu.


Ketika dalam perjalanan Cello mengalami kendala. Ada dua orang yang berkelahi di jalan sebab motor mereka saling bertabrakan. "Breng*sek!" Cello pun turun dari mobil.


"Kalian gila bertengkar di tengah jalan seperti ini!" bentaknya pada dua orang pengendara motor yang sedang berselisih.


"Apa kamu ikut-ikutan?" tantang salah satu di antara mereka yang tak terima.


"Kalau mau bertengkar selesaikan di pinggir jalan. Memangnya ini jalan punya nenek moyangmu, hah? Kalian menghalangi pengendara lain. Minggir atau saya tabrak motor kalian," ancam Cello tidak main-main. Dia sudah geram karena jalan menuju ke tempat agar adiknya segera mendapatkan pengobatan malah dihalangi.


Tak ada yang minggir. Cello pun masuk ke dalam mobil kemudian menggeber mesin mobilnya hingga asap mengepul dari balik kenalpot miliknya. Setelah merasa ketakutan orang-orang yang menghalangi jalan tadi akhirnya menyingkir.

__ADS_1


Berkat Cello jalan pun kembali lancar. Mobil-mobil yang ada di belakangnya bisa melewati jalan tanpa halangan lagi. Tak lama kemudian Cello tiba di rumah sakit. Dia memanggil perawat agar segera menolong adiknya yang pingsan.


Daisy terluka di bagian kepala. Meski tak begitu parah tapi Cello takut ada luka dalam yang dialami oleh adiknya. Sementara Daisy dirawat Cello menghubungi ayahnya. "Pa, Daisy kecelakaan," ucap Cello memberi tahu.


"Apa? Bagaimana bisa?" tanya Devon.


"Aku tidak tahu. Ketika aku dalam perjalanan menuju ke tempat meeting Anwar melihat mobil Daisy menabrak pohon," terang Cello.


Setelah memberi tahu ayahnya, Cello menelepon Fara. "Yang, Daisy kecelakaan sepulang kampus kamu bisa ke rumah sakit nggak?" tanya Cello.


"Apa? Kapan di mana?" tanya Fara yang terkejut. Setelah Cello memberi tahu Fara pun pergi menggunakan taksi.


Fara menuju ke rumah sakit di mana Daisy dirawat. "Mas," panggil Fara ketika baru sampai.


"Kok bisa sampai masuk rumah sakit segala sih?" tanya Fara cemas.


"Mobilnya menabrak pohon. Aku belum tahu apa penyebabnya," ungkap Cello.


"Masih ditangani oleh dokter, Pa," jawab Cello.


"Apa kamu tahu kenapa dia bisa menabrak pohon?" tanya sang ayah.


"Aku belum tahu, Pa. Mungkin Anwar akan memberi tahu penyebabnya sebentar lagi."


Benar saja, Anwar menelepon Cello tak lama kemudian. "Bos, mobil Daisy tidak mengalami rem blong. Kemungkinan ada penyebab lain yang membuat dirinya menabrak pohon."


"Cari tahu! Kamu harus temukan penyebabnya!"


"Baik, Bos."


"Apa kata Anwar?" tanya Devon.

__ADS_1


"Belum diketahui pasti, Pa," jawab Cello sedikit kecewa.


Tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang UGD. "Bagaimana keadaan putri saya, Dok?" tanya Devon.


"Dia baik-baik saja. Kami sudah mengobati luka yang ada di kepalanya. Tidak ada luka yang serius hanya saja pasien mengalami syok sehingga dia pingsan. Kalian bisa menemui dia setelah dipindahkan dari ruang perawatan," terang dokter itu panjang lebar.


Fara, Cello dan Devon merasa lega. "Mama bagaimana, Pa? Apa kita akan segera memberi tahu dia?" tanya Cello ragu.


"Sebaiknya jangan beritahu dia. Aku akan memberi tahu dengan caraku," kata Devon.


Setelah itu Daisy dipindahkan di ruang perawatan pasien. Gadis itu melirik ke arah Cello dengan tatapan nanar. Cello merasa adiknya sedang dalam masalah. Cello pun mengikuti ke mana adiknya dipindahkan.


"Jelaskan padaku kenapa mobil kamu bisa sampai menabrak pohon?" tanya Cello.


"Aku menghindari motor yang menyalip," jawab Daisy. Jawabannya tak sepenuhnya salah. Hanya saja dia tidak berterus terang jika saat itu dia sedang melamun setelah memutuskan putus dengan Arjuna.


Daisy menangis di hadapan mereka. "Kamu kenapa Daisy?" tanya Fara.


"Aku mau putus dengan Arjuna," ucapnya tak rela.


"Kenapa? Apa dia menyakiti kamu?" tanya sang ayah.


"Dia berselingkuh dengan sekretarisnya," jawab Daisy. Devon sempat tidak percaya dengan omongan putri bungsunya itu.


"Arjuna tipe laki-laki setia tidak mungkin berselingkuh sayang." Devon membela calon menantunya itu.


"Aku lihat dengan mata kepalaku ini, Pa. Aku tidak mau menjadi orang ketiga dalam hubungan mereka."


Devon terkejut. "Dia? Maksud kamu Arjuna?" tanya Devon memastikan.


"Arjuna bilang kalau dia telah lama berpacaran dengan gadis itu. Aku hanya seorang pengganggu. Aku bukan wanita jahat yang terlalu mengekang orang lain," ucap Daisy sambil terisak.

__ADS_1


Cello mengepalkan tangannya. Dia ingin sekali menghajar Arjuna. "Breng*sek. Pasti mereka sempat bertengkar sehingga Daisy tidak fokus dalam menyetir," gumam Cello dalam hatinya.


__ADS_2