
Cello mendatangi kantor Arjuna. Dia menggebrak pintu ketika memasuki ruangan calon adik iparnya itu. Cello yang datang bersama Anwar langsung menonjok wajah tampan Arjuna.
"Dasar laki-laki breng*sek!" umpat Cello yang sudah terbakar emosi.
Arjuna mengusap ujung bibirnya yang berdarah. "Kenapa? Dia mengadu padamu?" tanya Arjuna sambil tersenyum sinis.
Cello mengepalkan tangannya. "Gara-gara perbuatanmu, Daisy masuk rumah sakit bodoh!" Cello ingin sekali menonjok wajah Arjuna tapi Anwar menahannya.
"Biarkan aku menonjok wajahnya!" Cello memberontak ketika Anwar menahan tangannya.
"Tenang, Bos. Kamu bisa saja dituntut karena tindak kekerasan," kata Anwar mengingatkan.
"Jangan coba dekati Daisy lagi!" ancam Cello. Setelah itu dia pergi meninggalkan ruangan Arjuna.
Arjuna mbuang semua berkas yang ada di mejanya. "Sial! Papa pasti marah besar padaku jika dia tahu Daisy memutuskan aku!" gumam Arjuna geram.
Sesaat kemudian Laura pun masuk ke dalam ruangan Arjuna. "Sayang, apa kamu baik-baik saja?" tanya Laura khawatir.
"Daisy benar-benar tukang ngadu. Kakaknya memukulku setelah Daisy mengadu padanya."
Laura mencoba menenangkan kekasihnya. "Bukankah itu akan membuat hubunganmu cepat selesai dengan dia?"
"Kamu benar. Tapi aku harus menghadapi kemurkaan ayahku terlebih dulu. Kamu tahu bukan dia orang seperti apa?"
__ADS_1
Belum selesai Arjuna berbicara, orang yang dibicarakan ternyata datang ke tempatnya. "Keterlaluan kamu Arjuna," tegur sang ayah.
Laura yang tak mau terlibat buru-buru keluar dari ruangan itu. "Berhenti kamu Laura!" bentak Daniel.
"Selama ini aku membiarkan kalian berhubungan karena aku tahu kalian tidak serius. Tapi ternyata aku salah hubungan kalian malah merusak hubungan perusahaanku dengan perusahaan Devon. Kamu tahu Juna, papa susah payah mendapatkan dukungan dari dia tapi kamu dengan mudahnya menghancurkan semua yang telah papa capai," ucap Daniel dengan penuh emosi.
"Mulai sekarang kamu saya pecat!" tutur Daniel pada Laura.
"Jangan pecat saya, Pak. Saya bersedia putus dengan Mas Arjuna asal jangan pecat saya," mohon Laura.
Daniel tersenyum sinis. "Jadi kamu mempertahankan wanita seperti ini?" ledek Daniel pada putranya.
Arjuna mengepalkan tangannya. Bisa-bisanya Laura mengemis pada Daniel. "Laura, kamu lebih memilih pekerjaan dibandingkan aku?" tanya Arjuna.
"Maaf, Mas. Aku juga butuh uang untuk membiayai hidupku. Jika aku dipecat maka aku akan kehilangan penghasilan. Sulit bagiku untuk memenuhi semua kebutuhanku dan keluargaku. Kamu tahu sendiri hanya aku yang diandalkan oleh orang tuaku untuk menghasilkan uang."
Laura merasa bersalah tapi dia bisa apa jika kekuasaan yang bicara. "Kemasi barang-barangmu sekarang juga!" imbuh Arjuna.
Arjuna pun memutuskan untuk mengunjungi Daisy di rumah sakit. Dia ingin meminta maaf pada tunangannya itu. "Aku bersalah padamu, Daisy," gumam Arjuna seraya mengendarai mobilnya.
Ketika sampai di rumah sakit Arjuna bertemu dengan Fara. "Apa Daisy ada di dalam?" tanya Arjuna pada Fara. Fara memberikan kesempatan pada Arjuna untuk menemui Daisy.
"Aku tinggal dulu ya," pamit Fara.
__ADS_1
Dia ingin keluar sebentar untuk membeli camilan sekaligus memberikan kesempatan pada Arjuna agar bisa berduaan dengan Daisy.
Cello kembali ke rumah sakit untuk menjemput Fara. "Lho Yang kok kamu ada di sini?" tanya Cello yang menghampiri istrinya ketika melihat sang istri sedang duduk di kantin seorang diri.
"Daisy udah ada yang jaga," kata Fara dengan santainya.
"Siapa? Mama?" cecar Cello.
"Arjuna." Jawaban Fara membuat Cello mengepalkan tangan. Dia pun hendak menyusul ke ruangan adiknya tapi Fara melarang.
"Mas biarkan mereka menyelesaikan urusan mereka. Kita tidak usah ikut campur," ucap Fara mengingatkan suaminya.
"Tapi aku takut laki-laki itu akan menyakiti Daisy lagi," balas Cello.
"Daisy sudha dewasa, Mas. Dia tahu bagaimana caranya melindungi diri," kata Fara meyakinkan suaminya agar tidak terlalu khawatir.
Setelah itu Fara mengajak suaminya pulang. "Lebih baik kita istirahat dulu di rumah. Besok kita ke sini lagi," usul Fara.
"Tapi kita belum pamit pada Daisy."
Fara tak membiarkan suaminya menginjakkan kaki di ruangan Daisy dirawat. "Jangan bikin keributan! Ayo Mas kita pulang saja. Aku akan kabari Daisy melalui telepon. Aku juga akan berpesan pada perawat di sini untuk menjaganya selama semalam."
Setelah mendengar penuturan istrinya, Cello berjalan gontai ke mobil. Dia masih tidak rela ketika Arjuna mendekati adiknya lagi.
__ADS_1
Sementaranya itu di ruangan Daisy terkejut dengan kedatangan Arjuna. "Untuk apa kamu ke sini?" tanya Daisy dengan ketus.
"Aku minta maaf padamu."