
Anwar membawa ambulans untuk menolong Cello. Fara ikut bersama di mobil ambulans. Dia menggenggam erat tangan suaminya itu. Dia juga berdoa agar suaminya tetap selamat.
Di apartemen Anwar menyelidiki siapa yang telah menusuk Cello. Melalui CCTV gedung apartemen tersebut, Anwar dan timnya mendapatkan nomor plat motor yang dikendarai pelaku. Anwar pun segera melapor pada pihak yang berwajib.
Sementara itu mobil ambulans yang membawa Cello tiba di rumah sakit. Perawat langsung memberikan pertolongan dan merawat luka Cello.
"Lukanya terlalu dalam jadi kami akan melakukan tindakan operasi," kata dokter yang memeriksa keadaan Cello pada Fara.
"Lakukan yang terbaik untuk suami saya, Dok." Dokter tersebut mengangguk paham.
Setelah itu, Fara mengabari mertuanya. Mereka pun datang ke rumah sakit setelah mendapat kabar dari Fara. "Ma." Fara memeluk ibu mertuanya ketika baru datang.
Mama Cindy lalu mengusap punggung menantunya agar lebih tenang. "Bagaimana kejadiannya? Kenapa Cello bisa sampai masuk rumah sakit?" cecar Mama Cindy.
"Mas Cello ditusuk oleh orang yang berniat merampok rumah kami," ungkap Fara. Mama Cindy dan papa Devon terkejut mendengarnya.
"Bagaimana bisa keamanan di sana lalai seperti itu?" protes papa Devon.
"Dia adalah kurir yang mengantar makananku, Pa."
"Ya ampun di dunia ini sulit sekali mempercayai orang. Kamu pasti tidak menduga kalau dia akan merampok rumah kalian," ucap Mama Cindy. Fara mengangguk membenarkan.
"Mas Anwar sudah mengurus semuanya. Kita tinggal tunggu pelakunya ditangkap," tutur Fara.
"Yang terpenting sekarang kita doakan Cello sama-sama semoga operasinya berjalan dengan lancar," sahut Papa Devon.
Setelah tiga jam menunggu, akhirnya dokter keluar dari ruang operasi. "Bagaimana hasilnya Dok?" tanya Papa Devon yang mendahului Fara.
"Apa kalian kelurga pasien?" tanya Dokter tersebut. Mereka bertiga mengangguk.
"Operasi berjalan lancar. Lukanya yang robek juga sudah kami jahit tinggal tunggu dia sembuh saja," jawabnya. Ada perasaan lega di hati anggota keluarga Cello setelah mendengar penuturan dokter itu.
"Kapan kami boleh menjenguknya?" tanya Fara.
"Setelah dipindahkan ke ruang pasien," jawab dokter itu lalu pamit.
"Ma, besok aku mengikuti mata kuliah yang pertama jadi aku tidak bisa bolos. Bisakah gantikan aku untuk menjaga Mas Cello?" Fara meminta bantuan pada ibu mertuanya.
__ADS_1
"Tentu saja sayang. Kamu berangkat dari sini?" Fara mengangguk.
"Tapi nanti aku akan mengambil barang-barangku terlebih dulu karena aku tidak bawa pakaian ganti dan tas," terang Fara.
"Baiklah. Sebaiknya kamu ambil sekarang. Nanti malam kamu jaga Cello. Besok pagi-pagi sekali mama akan datang untuk menjaganya." Fara mengangguk setuju.
Fara pun meminta Anwar menjemputnya. "Maaf Mas Anwar aku merepotkanmu. Aku ingin mengambil barang-barangku di rumah. Tolong nanti sekalian bantu bawakan barangnya ya, Mas," pinta Fara pada bawahan suaminya.
"Oke," jawab Anwar.
Mereka menuju ke gedung apartemen Fara. Saat akan masuk, darah bekas tusukan perut suaminya sudah tidak ada. "Ayo, Mas masuk dulu."
Anwar menunggu di rumah tamu sementara Fara mengemasi barang-barangnya. Kurang lebih satu jam sambil membersihkan diri Fara baru keluar dari kamar. "Aku sudah siap Mas. Maaf aku bawa banyak barang soalnya besok aku kuliah."
"Apa perlu aku datang untuk menunggui suamimu?" tanya Anwar.
"Oh nggak usah Mas Anwar ke kantor aja. Aku sudah minta tolong sama mama kok." Anwar manggut-manggut mendengar ucapan Fara.
Setelah itu mereka keluar dari unit apartemen Fara. "Fara," panggil Rendy. Fara dan Anwar menoleh.
"Sorry, Ren. Aku buru-buru suamiku di rumah sakit." Fara melewati Rendy begitu saja. Rendy sangat kesal hingga dia meninju tembok hingga tangannya terluka.
"Masuklah dulu aku akan beli makanan untukmu," kata Anwar.
"Terima kasih, Mas." Anwar pun berlalu. Ketika dia hampir sampai di parkiran mobil dia melihat Daisy menggandeng calon tunangannya itu.
"Mas Anwar," panggil Daisy.
"Abang ada di ruangan mana?" tanya Daisy. Tapi Anwar menoleh ke arah Arjuna. Daisy yang menyadari lalu menjelaskan laki-laki yang dia gandeng pada Anwar.
"Eh kalian belum kenalan. Ini Mas Anwar bawahannya Abangku, sedangkan ini Mas Arjuna calon tunanganku."
Ada rasa sesak ketika Daisy mengatakan kalau laki-laki itu adalah kekasihnya. Arjuna mengulurkan tangan lebih dulu setelah itu Anwar membalasnya. "Kalian masuklah ke ruang VVIP ada Fara di sana. Aku akan membeli makanan untuk dia dulu," pamit Anwar.
Tangan Daisy bergelayut di lengan Arjuna. Mereka pun berjalan menuju ke ruang rawat di mana abangnya berada. "Kak Fara," panggil Daisy ketika melihat Fara di luar.
Fara menoleh ke arah Daisy. "Kalian di sini?" tanya Fara.
__ADS_1
"Bagaimana keadaan Abang?" tanya Daisy. Arjuna hanya diam sedari tadi. Dia tidak tertarik pada keadaan Cello.
"Belum sadar. Operasinya baru saja selesai. Ayo ajak dia masuk!" perintah Fara pada adik iparnya.
"Gimana ceritanya, Kak?" tanya Daisy pada Fara mengenai kejadian yang menimpa abangnya.
"Rumah kami hampir saja kerampokan. Mas Cello melawan penjahat itu tapi dia menggunakan pisau untuk menusuk suamiku," terang Fara.
Daisy terkejut sedangkan Arjuna tertarik mendengar cerita Fara. "Apa pelakunya sudah tertangkap?" tanya Arjuna. Daisy diam-diam mengulas senyum.
"Mas Anwar sedang mencarinya," jawab Fara.
Tak lama kemudian Anwar kembali dengan membawa sejumlah makanan cepat saji. "Aku beli lebih kalian bisa ikut makan juga," kata Anwar memberi tahu.
"Makasih Mas Anwar," ucap Daisy dan Fara bersamaan.
Setelah itu Anwar memilih pulang. Melihat Daisy yang sudah memiliki gandengan membuat Anwar patah hati. Dia menyukai Daisy sejak lama tapi dia tidak berani mengungkapkan perasaannya pada gadis itu. Dia merasa tidak pantas menjadi menantu dari keluarga terpandang seperti keluarga Devon. Maka Anwar memilih memendam perasaannya selama ini.
Arjuna jadi heran. "Mereka sedekat itu dengan bawahan suaminya?" batin Arjuna.
Cukup lama Daisy berada di sana Arjuna merasa bosan. Dia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Bisakah kita pulang sekarang? Aku ada meeting besok pagi," pinta Arjuna pada Daisy.
"Oh, iya maaf, Mas." Sesaat kemudian menoleh pada kakak iparnya. "Aku pamit, Kak. Kabari jika ada perkembangan," pesan Daisy pada Fara. Fara mengangguk paham.
Ketika berjalan menuju ke tempat parkir Arjuna melepas tangan Daisy. Daisy menjadi aneh. "Mas Juna kenapa ya?"
Bonus Visual
Daisy Genandra Felicia
Arjuna
__ADS_1
Anwar
Yuk dukung karya aku ini karena menulis tak secepat kalian membaca ♥️♥️