
Tak terasa kandungan Fara memasuki minggu terakhir persalinan. "Sayang, apa yang ingin kamu beli?" tanya Cello begitu perhatian pada istrinya.
"Aku hanya perlu membeli beberapa kaos kaki. Yang lainnya pakai baju bekas Cio waktu bayi saja. Kan kita sudah tahu perkiraan jenis kela*min anak kita," jawab Fara.
"Baiklah, terserah kamu. Kalau ada yang kamu butuhkan bilang saja padaku atau minta tolong mama untuk membelanjakan kebutuhan kamu sayang." Fara mengangguk.
Cello sangat memanjakan istrinya itu. Menyambut kelahiran anak kedua tentunya tak seheboh ketika menyambut anak pertama mereka. Mereka lebih tenang karena kelahiran anak kedua Fara dijadwalkan sesar oleh dokter. Karena kehamilan kali ini dalam posisi sungsang sehingga tidak ada jalan lain selain melakukan proses kelahiran dengan cara operasi.
"Ma, adik bayi lahirnya kapan sih? Aku tidak sabar melihat dia," kata Cio seraya memeluk perut besar ibunya.
"Seminggu lagi sayang," jawab Fara sambil mengusap kepala anaknya dengan lembut.
"Nanti kita kasih nama siapa adik bayinya, Ma?" tanya Cio pada orang tuanya.
"Mama belum punya nama untuk adik bayi. Coba tanya papa!" perintah Fara pada Cio.
"Papa," panggil Cio.
"Iya, Cio sayang," jawab Cello.
"Nanti adik Cio mau dikasih nama siapa?" tanya Cio penasaran.
"Rahasia," jawab Cello menggoda anaknya itu.
"Papa," rengek Cio. Cello dan Fara terkekeh melihat tingkah Cio yang menggemaskan.
__ADS_1
"Cio sekarang sudah besar. Jangan banyak mengeluh dan kurangi menangis ya," pesan Fara pada anak sulungnya itu.
"Iya, Ma. Cio pasti akan menurut apa kata mama," jawab Cio. Fara merasa bangga pada anak lelakinya itu. Dia tumbuh menjadi anak yang berbakti pada orang tuanya. Fara berharap hingga dewasa nanti Cio tetap menjadi anak baik.
Di tempat lain Daisy dan Mama Cindy heboh berbelanja kebutuhan bayinya. "Ma, ini lucu banget kan?" Daisy memperlihatkan satu stel baju bayi berwarna pink. Sesuai pemeriksaan dokter anak Daisy diperkirakan berjenis kela*min perempuan.
"Iya, mama jadi nggak sabar mendandani anak kamu," jawab Mama Cindy sama antusiasnya.
"Aku juga, Ma. Setelah sekian lama akhirnya hari bahagia itu akan tiba," ucap Daisy penuh haru.
Dia kira dia tidak akan memiliki kesempatan untuk memiliki anak karena saat itu dia sempat mengalami penyakit yang menyebabkan kesulitan hamil.
"Mama bersyukur kamu akan menjadi seorang ibu. Mama selalu mendoakan keselamatan kamu dan bayi yang sedang kamu kandung," ucap mama Cindy.
"Terima kasih, Ma." Daisy merangkul pinggang mamanya.
Usai berbelanja Daisy merasa pinggangnya sakit. "Ma, kita mampir ke restoran dulu. Pinggangku sakit," kata Daisy memberi tahu ibunya.
"Iya, ayo!"
Ketika berada di restoran tersebut, Daisy bertemu dengan teman kuliahnya. "Hai, kamu Daisy kan? Aku Rena. Masih ingat?" Wanita itu tiba-tiba duduk tanpa permisi. Mama Cindy sedang ke toilet.
"Dengar-dengar kamu mandul. Nah kok sekarang lagi hamil? Grub kampus kita tuh pada ngomongin kamu tahu."
'Ini orang mulutnya nggak bisa disaring apa ya?' gerutu Daisy dalam hati.
__ADS_1
"Sorry, elo siapa ya? Gue nggak kenal sama lo," sarkas Daisy mengelak jika mereka pernah sekampus.
"Cih, dasar cewek sombong. Kamu pasti ganti suami ya? Apa suami kamu yang dulu mandul?"
Brak
Daisy sudah tidak tahan dengan ucapan Rena. "Kalau kamu mau ngomong sampah di sini mending kamu pergi." Daisy mengusir Rena secara terang-terangan.
Mama Cindy menghampiri anaknya. "Daisy kamu kenapa?" tanya Mama Cindy. Rena berlalu begitu saja.
Dada Daisy naik turun karena emosi. Mama Cindy pun mengambilkan minum untuk anaknya. Kebetulan pesanan mereka telah diantar. "Duduk dulu!" perintah mama Cindy pada putrinya.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Mama Cindy lagi.
"Nggak ada apa-apa, Ma." Daisy malas menjelaskan pada ibunya. Dia memilih tutup mulut atas perlakuan Rena tadi.
Sementara itu Rena tersenyum smirk karena dia berhasil membuat Daisy emosi. "Itu belum seberapa Daisy. Kamu udah bikin sepupu aku menderita karena kelakuan suami kamu. Jadi kamu harus menanggung akibatnya," gumam Rena lirih seraya melihat Daisy dari kejauhan.
Rena adalah sepupu Laras, wanita yang pernah mengejar cinta Anwar tapi tak sampai. Kini Laras menjadi frustasi karena tidak bisa memiliki Anwar. Dia bahkan pernah mencoba bunuh diri sebab dia gagal mendapatkan laki-laki itu. Orang tua Laras sampai bingung menghadapi perubahan sikap anaknya.
Kemudian orang tua Laras menceritakan keadaan Laras pada Rena. Rena mengenal Daisy karena dulu mereka satu kampus tapi beda jurusan. Hanya saja mereka pernah terlibat pada satu organisasi kampus yang sama.
Rena yang tak tega melihat keadaan Laras berjanji akan membuat hidup Daisy sengsara.
Thor kok banyak musuh? Biar masih bisa update, biar kalian punya kesempatan buat tebar poin.
__ADS_1
Segini dulu ya, besok lanjut lagi.